Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Sebut Sambo Bisa Lolos dari Hukuman Mati Asal Lakukan Hal Ini, Gayus Lumbun: Sangat Mungkin di Hakim

Tersangka pembunuhan Brigadir J, Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo disebut bisa lolos dari hukuman mati.

TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo atau Irjen FS (kedua kanan) dan Putri Candrawathi (kanan) menjalani adegan rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). Terbaru, tersangka pembunuhan Brigadir J, Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo disebut bisa lolos dari hukuman mati. 

TRIBUNWOW.COM - Tersangka pembunuhan Brigadir J, Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo disebut bisa lolos dari hukuman mati.

Kemungkinan ini diungkap oleh Eks Hakim Agung Gayus Lumbun dalam diskusi di daerah Jakarta Selatan, Selasa (27/9/2022).

Menurut Gayus Lumbun, untuk lolos dari hukuman mati, ada syarat yang harus dipenuhi oleh Ferdy Sambo.

Baca juga: Akui Kenal Baik Ferdy Sambo hingga Bantah Terlibat Konsorsium 303, Ini Wawancara Eksklusif RBT

Yakni membongkar jaringan di lembaganya yang saat ini sedang menjadi sorotan.

Meski menyebut Ferdy Sambo bisa lolos dari hukuman mati, Gayus Lumbun menyatakan bahwa pihaknya sepakat dengan masyarakat bahwa Ferdy Sambo layak dihukum mati di kasus Brigadir J.

Apalagi, dia disangkakan dengan pasal dugaan pembunuhan berencana.

"Kalau 340 sebagai ancaman hukuman mati dan masyarakat meminta keadilan kearah sana tentu hakim akan memperhatikan keadilan undang-undang."

"Pantaskah seorang yang membunuh anak buahnya dihukum mati? Saya katakan iya itu merupakan hakim itu menghukum setimpal," kata Gayus.

Namun begitu, Gayus menyatakan Ferdy Sambo bisa saja lolos dari hukum mati di kasus Brigadir J.

Asalkan, eks Kadiv Propam Polri itu kooperatif untuk membuka kasus kematian Brigadir J.

"Kalau ada manfaatnya si pelaku membuka jaringan jaringan di lembaganya menjadi Polri yang baru kenapa tidak, dia tidak usah dihukum mati."

"Minimal (pasal) 338 18 tahun. Itu sangat memungkinkan di hakim. Bermanfaat, dia akan membongkar semuanya. Dia membongkar sehingga kita mempunyai Polri yang baru," ungkapnya.

Lebih lanjut, Gayus menuturkan bahwa dirinya pernah mengambil kebijakan tersebut.

Menurutnya, hukum harus memberikan azas kebermanfaatan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved