Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Hotel Langsung Penuh, Negara Ini Kebanjiran Warga Rusia yang Kabur dari Mobilisasi Militer Putin

Berikut kondisi negara tetangga Rusia yang kebanjiran warga asal Rusia seusai Putin mengumumkan mobilisasi militer.

YouTube The Sun
Penampakan warga Rusia berbondong-bondong kabur ke Kazakhstan menghindari mobilisasi militer terkait konflik Ukraina, 22 September 2022. 

Menurut media Rusia, pada satu titik pada hari Minggu, perkiraan waktu tunggu untuk memasuki Georgia mencapai 48 jam, dengan lebih dari 3.000 kendaraan mengantri untuk melintasi perbatasan.

Pemerintah ibukota Georgia, Tbilisi, telah mencatat masuknya sekitar 40 ribu orang Rusia sejak Moskow menginvasi Ukraina pada 24 Februari.

Kini mulai beredar kabar bahwa Rusia mungkin akan segera menutup perbatasannya untuk para pria yang usianya sesuai dengan kriteria wajib militer.

Kemacetan terjadi saat masyarakat Ukraina berusaha meninggalkan kota Kiev pasca seranga Rusia, Kamis (24/2/2022).
Kemacetan terjadi saat masyarakat Ukraina berusaha meninggalkan kota Kiev pasca seranga Rusia, Kamis (24/2/2022). (YouTube Guardian News)

Baca juga: Tidak akan Dipaksa Pulang, Zelensky Ungkap Nasib Tentara Rusia yang Menyerah ke Ukraina

Di sisi lain, para pejabat Jerman telah menyuarakan keinginan untuk membantu orang-orang Rusia yang meninggalkan dinas militer dan telah menyerukan solusi ini di seluruh Eropa.

Namun, negara-negara Uni Eropa lainnya bersikeras bahwa suaka tidak boleh ditawarkan kepada orang-orang Rusia yang melarikan diri sekarang.

Negara-negara ini termasuk Lithuania, yang berbatasan dengan Kaliningrad, eksklave Laut Baltik Rusia.

"Rusia harus tinggal dan berjuang. Melawan Putin," cuit Menteri Luar Negeri Lithuania, Gabrielius Landsbergis.

Satu orang yang berhasil melarikan diri ke Finlandia, mengatakan kepada Sky News bahwa mereka yang tetap tinggal dan memprotes menghadapi pembunuhan.

"Saya punya beberapa teman dan kenalan yang berada di gelombang yang sama dengan saya, dan saat ini mereka berada di Azerbaijan, Armenia, Belarusia dan beberapa dari mereka juga di Uni Eropa," terang Aleksander (bukan nama sebenarnya).

"Mereka semua mengerti bahwa tidak mungkin membuat perbedaan saat anda berada di Rusia."

"Rezim tidak akan jatuh. Rezim kuat. Mereka akan memiliki sumber daya yang cukup untuk membunuh warganya sendiri. Saya tidak ingin menjadi saksi atau peserta dari peristiwa ini."

Baca juga: Penduduk Wilayah Mayoritas Muslim di Rusia Protes Putin Ogah Dipaksa Perang ke Ukraina

Warga Dipanggil Tengah Malam dan Langsung Dikirim ke Ukraina

Pemerintah Rusia telah mengumumkan diberlakukannya wajib militer untuk membantu tentaranya yang kesulitan di Ukraina.

Dilansir TribunWow.com, pengumuman tersebut disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin dan mulai berlaku sejak Rabu (21/9/2022).

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved