Breaking News:

Terkini Daerah

Bersama Ibunya, Oknum Polwan di Riau Seret Calon Adik Ipar ke Kamar lalu Dikeroyok

Aksi keji dilakukan oleh seorang oknum Polwan di Riau yang mengeroyok calon adik iparnya sendiri hingga korban babak belur.

YouTube Kompastv
Potret Riri Aprilia Martin (25) korban pengeroyokan oknum Polwan di Riau mengalami luka di sekujur tubuhnya. 

TRIBUNWOW.COM - Gara-gara persoalan asmara, wanita bernama Riri Aprilia Martin (25) babak belur dihajar oleh seorang oknum polisi wanita (Polwan) berinisial IDR dan ibu polwan yakni YUL.

Kasus pengeroyokan ini dialami oleh Riri ketika ia sedang berada di kontrakannya di Pekanbaru, Riau, Rabu (21/9/2022).

Dikutip TribunWow dari TribunPekanbaru, IDR dan YUL awlanya sempat meneriaki korban dari luar dan memaki-maki korban.

Baca juga: Kuasa Hukum Brigadir J Curiga Kasus Ferdy Sambo akan Melebar jika PC Ditahan: Saling Sandera

Setelah memaki-maki korban, IDR dan YUL memaksa masuk ke kamar korban lalu melakukan penganiayaan.

"Kemudian saya dibawa ke kamar, dimatikan lampu dan saya kembali dianiaya," ujar Riri, Jumat (23/9/2022) malam.

Riri mengaku sempat diseret oleh IDR dan YUL.

Pihak RW setempat sempat mencoba melerai namun Riri kemudian dibawa ke parkiran Kantor BNNP Pekanbaru yang selanjutnya giliran rekan IDR melakukan penganiayaan terhadap Riri.

Menurut keterangan Riri, kedua tersangka tak merestui hubungan Riri dengan adik IDR yakni R.

Kedua pelaku kini telah menjadi tersangka berdasarkan informasi dari Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto, Minggu (25/9/2022) malam.

"Penyidik telah melakukan gelar perkara pada hari ini, dengan menetapkan dua orang terlapor yakni IDR dan YUL sebagai tersangka," ucap Sunarto melalui keterangan tertulis.

Baca juga: Jatah Oknum Polisi Rp 20 Miliar per Bulan, Berikut Dugaan Aliran Dana Konsorsium 303 Ferdy Sambo

Oknum Polwan di Riau berinisial IDR dan sang ibu saat diperiksa tim penyidik Polda Riau.
Oknum Polwan di Riau berinisial IDR dan sang ibu saat diperiksa tim penyidik Polda Riau. (Istimewa/TribunPekanbaru)

IDR yang bertugas di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau dijerat pidana sekaligus melanggar kode etik kepolisian.

"Ini setelah yang bersangkutan menjalani proses pemeriksaan oleh tim Bidang Propam Polda Riau. Tersangka IDR telah ditempatkan di tempat khusus oleh Propam Polda Riau terkait pelanggaran kode etik Polri yang telah dilakukannya," ujar Sunarto.

Sementara itu YUL tidak ditahan dengan alasan kooperatif dan harus merawat cucu dari IDR.

"Tersangka YUL dinilai kooperatif selama menjalani proses hukum, tidak akan mengulangi perbuatannya, tidak akan merusak barang bukti serta alasan kemanusiaan, dimana ia harus merawat cucunya, yakni anak dari tersangka IDR," kata Sunarto.

Selain melapor ke polisi, Riri sempat menyuarakan kasus penganiayaan yang ia alami ke media sosial hingga akhirnya viral. (TribunWow.com/Anung)

Berita lain terkait

Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved