Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Melawan Putin, Kadyrov Tolak Wajib Militer Rusia, Klaim Telah Banyak Kirim Tentaranya ke Ukraina

Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov menolak pemberlakuan wajib militer Rusia di negaranya.

Telegram @RKadyrov_95
Potret Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov. Kadyrov menyatakan penolakan untuk memberlakukan mobilisasi militer di negaranya, Jumat (23/9/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Sejak awal perang Ukraina, Chechnya telah aktif mengirim sebagian besar tentaranya ke Ukraina.

Dilansir TribunWow.com, kini Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov mengatakan telah membebaskan wilayahnya dari panggilan wajib militer Presiden Rusia Vladimir Putin.

Hal ini dilakukan menyusul maraknya protes di Chechnya dan kemarahannya sendiri atas pertukaran tahanan Rusia-Ukraina baru-baru ini.

Baca juga: Demonstrasi Pecah di Rusia Buntut Wajib Militer Putin, Ribuan Ditangkap karena Tolak ke Ukraina

Dikutip The Moscow Times, Jumat (23/9/2022), Kadyrov mengatakan pada Kamis malam bahwa Chechnya telah mengerahkan 20.000 tentara sejak dimulainya invasi Ukraina pada Februari.

"Republik Chechnya memenuhi rencana wajib militernya secara berlebihan sebesar 254 persen, bahkan sebelum pengumuman mobilisasi parsial,” tulis Kadyrov dalam sebuah posting Telegram.

Kadyrov dan sekutunya kerap membuat tentang kehadiran pasukan Chechnya di Ukraina sejak awal invasi Rusia ke tetangganya.

Sementara tentara Chechnya secara teratur memposting video diri mereka di Ukraina di media sosial.

Tampil untuk berbicara kepada lusinan wanita Chechnya yang turun ke jalan di Grozny menentang rancangan pengumuman Putin, Kadyrov memberikan imbauan.

"Saya menyerukan kepada penduduk Chechnya, terutama ibu-ibu yang kita cintai dan hormati, untuk tetap tenang," seru Kadyrov.

Ilustrasi pasukan chechnya. Terbaru Seluruh pasukan cadangan Rusia dikerahkan ke perbatasan Ukraina, Kamis (14/7/2022).
Ilustrasi pasukan chechnya. Terbaru Seluruh pasukan cadangan Rusia dikerahkan ke perbatasan Ukraina, Kamis (14/7/2022). (Tangkapan Layar Tribunnews.com)

Baca juga: Sempat Divonis Hukuman Mati, Warga Inggris yang Viral Bela Ukraina di Mariupol Kini Dibebaskan Rusia

Penentangan Kadyrov terhadap perintah Kementerian Pertahanan Rusia agar setiap wilayah memanggil pasukan cadangan terjadi hanya beberapa hari setelah dia sendiri telah mendesak rekan-rekannya di 11 zona waktu Rusia untuk mengirim 85.000 tentara.

Sikap ini juga diikuti kritiknya yang semakin terbuka terhadap keputusan Kremlin seputar perang di Ukraina.

Sebelumnya, pada Kamis (22/9/2022), Kadyrov mengatakan dia sangat tidak puas dengan pertukaran 215 tentara Ukraina dan tentara asing dengan 55 tentara Rusia dan sekutu Putin yang dicurigai melakukan pengkhianatan tingkat tinggi oleh Kyiv.

Dalam pernyataan terbarunya, Kadyrov mengecam kerugian teritorial Rusia lebih dari enam bulan setelah meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina.

"Jika kami menggunakan setidaknya sebagian kecil dari senjata dan peralatan kami, kami akan mencapai tujuan kami sejak lama," tulis Kadyrov.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved