Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Bocor ke Publik, PM Hongaria Sempat Prediksikan Ukraina Kalah dari Rusia di Tahun 2023

Pembicaraan internal pemerintahan Hongaria bocor ke publik, satu di antaranya membahas akhir konflik Ukraina.

Kenzo Tribouillard/AFP
Prediksi Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban soal akhir konflik Ukraina Vs Rusia bocor ke publik. 

Momentum bergeser ke sana kemari karena kedua belah pihak sama-sama mendapat untung dan rugi.

Tidak ada kubu yang mau menyerah.

Potret tentara Ukraina mengamankan kendaraan militer pasukan Rusia yang ditinggalkan di wilayah Kharkiv pada 9 September 2022.
Potret tentara Ukraina mengamankan kendaraan militer pasukan Rusia yang ditinggalkan di wilayah Kharkiv pada 9 September 2022. (AFP)

Baca juga: Penampakan Ratusan Makam Misterius Ditemukan Pasukan Ukraina di Wilayah Bekas Kekuasaan Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin menilai dia bisa mendapatkan keuntungan dengan menunjukkan kesabaran.

Ia bertaruh bahwa negara-negara Barat akan merasa lelah dengan Ukraina dan mengalihkan fokus pada krisis ekonomi mereka dan ancaman dari China.

Namun Barat masih menunjukkan tekad dan terus memasok Ukraina dengan senjata.

Diprediksi bahwa gesekan akan terjadi terus-menerus hingga menyebabkan perang berlangsung selamanya.

"Ada sedikit prospek kemenangan operasional atau strategis yang menghancurkan oleh kedua belah pihak dalam jangka pendek. Tidak ada pihak yang berperang telah menunjukkan kapasitas untuk mendaratkan pukulan yang menentukan secara strategis," kata Mick Ryan, seorang pensiunan jenderal dan sarjana militer Australia.

2. Putin Mengumumkan Gencatan Senjata

Putin diperkirakan bisa mengumumkan gencatan senjata sepihak untuk mengantongi keuntungan teritorialnya dan menyatakan kemenangan.

Dia bisa mengklaim bahwa operasi militernya telah selesai dengan berhasil dilindunginya separatis yang didukung Rusia di Donbas.

Putin kemudian bisa mencari landasan moral yang tinggi, memberi tekanan pada Ukraina untuk menghentikan pertempuran.

Presiden Rusia Vladimir Putin saat acara parade hari kemenangan di Saint Petersburg, 9 Mei 2022.
Presiden Rusia Vladimir Putin saat acara parade hari kemenangan di Saint Petersburg, 9 Mei 2022. (Anton Novoderezhkin / SPUTNIK/AFP)

Baca juga: Dikira Orang Rusia Gara-gara Ini, 2 Pengungsi Wanita Ukraina Dihajar Eks Tentara Ukraina

"Ini adalah taktik yang dapat digunakan oleh Rusia kapan saja, jika ingin memanfaatkan tekanan Eropa pada Ukraina untuk menyerah dan menyerahkan wilayah sebagai imbalan perdamaian nosional," kata Keir Giles, pakar Rusia di lembaga Chatham House.

Hal ini ini sudah dikumandangkan di Paris, Berlin dan Roma yang mendorong Rusia agar tidak perlu memperpanjang perang dan mengumumkan gencatan senjata.

Namun, keputusan ini akan ditentang oleh AS, Inggris, dan sebagian besar Eropa timur, di mana para pembuat kebijakan percaya bahwa invasi Rusia harus kalah, demi Ukraina dan tatanan internasional.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved