Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Komentari Serangan Balik Ukraina ke Rusia, Putin Beri Semangat Sekaligus Sindiran

Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan komentar terbaru tentang perkembangan konflik di Ukraina termasuk soal serangan balik.

Kolase YouTube BBC News dan YouTube The Telegraph
Foto kanan: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melakukan upaca penaikkan bendera sebelum hari kemerdekaan Ukraina, 23 Agustus 2022. Foto kiri: Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan pidato dalam acara Forum Ekonomi Timur atau Eastern Economic Forum di Vladivostok, Rusia, Rabu (7/9/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Belakangan ini pemerintah Ukraina termasuk sang presiden Volodymyr Zelensky berulang kali memamerkan pencapaian mereka berhasil melakukan serangan balik mengusir pasukan militer Rusia.

Seperti yang diketahui, pasukan Rusia mundur dari beberapa wilayah di Ukraina seusai mengalami serangan balik dari tentara Ukraina.

Dikutip TribunWow dari rt, Presiden Rusia Vladimir Putin turut menanggapi tentang aksi serangan balik ini.

Baca juga: Biden Dorong Ukraina ke Jalan Sesat, Dubes Rusia Sebut AS Manfaatkan Konflik untuk Uji Senjata Baru

Putin menjelaskan bagaimana tujuan operasi militer spesial Rusia masih tetap sama yakni memerdekakan seluruh wilayah Donbass.

"Pekerjaan ini terus berlangsung meskipun ada serangan balik oleh pasukan militer Ukraina," kata Putin, Jumat (16/9/2022).

Putin juga menyampaikan, Rusia tidak tergesa-gesa dalam melakukan operasi militer spesial di Ukraina.

Selanjutnya Putin mengungkit bagaimana Ukraina yang dulu sempat mundur dari negosiasi damai, kini justru menyatakan ingin menang mengalahkan Rusia di medan perang.

Baca juga: 1 Makam Isi 20 Mayat Tentara, Ini Fakta Kuburan Misterius di Wilayah Ukraina Bekas Kekuasaan Rusia

Putin lalu menjawab sikap pemerintah Ukraina itu menggunakan sebuah istilah asal Rusia yakni 'bendera di tangan'.

Istilah ini merupakan sindiran yang memiliki arti seseorang mendoakan orang lain sukses dalam situasi yang sebenarnya sudah tidak ada harapan.

Di sisi lain, Rusia disebut sempat berinisiatif menghubungi Ukraina menawarkan melakukan negosiasi damai dan gencantan senjata.

Menurut keterangan pemerintah Ukraina, kejadian ini terjadi beberapa hari setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melancarkan serangan balik.

Dikutip TribunWow dari rt, seperti yang diketahui saat ini serangan balik Ukraina berhasil memukul mundur pasukan militer Rusia di beberapa wilayah di Kharkiv.

Kondisi wilayah di Ukraina yang berhasil direbut kembali dari kekuasaan pasukan militer Rusia dalam serangan balik awal September 2022.
Kondisi wilayah di Ukraina yang berhasil direbut kembali dari kekuasaan pasukan militer Rusia dalam serangan balik awal September 2022. (YouTube CBS Mornings)

Baca juga: Akui Kalah dari Ukraina? Rusia Ungkap Alasan Tarik Mundur Pasukan Militernya dari Kharkiv

Wakil Perdana Menteri Ukraina, Olga Stefanishnya menjelaskan, saat Rusia menghubungi menawarkan negosiasi damai, pemerintah Zelensky menolak.

Stefanishnya menegaskan bahwa pemerintah Ukraina mau melakukan negosiasi damai seusai pihaknya berhasil mencapai tujuan militer mereka yakni mengusir Rusia dari Ukraina serta merebut kembali wilayah Donbass dan Krimea.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved