Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Akui Isu 'Konsorsium 303' Ferdy Sambo Mungkin Benar, Staf Ahli Kapolri: Kalau Kita Cium, Baunya Ada

Staf Ahli Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Muradi, meyakini kebenaran isu 'Konsorsium 303 Kaisar Sambo'.

Kolase KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO dan YouTube Kompastv
Foto kiri: Tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). Foto kanan: Irjen Ferdy Sambo saat masih menjabat sebagai Kadiv Propam Polri, 28 April 2022. Terbaru, staf Ahli Kapolri Muradi menduga adanya kebenaran di balik isu Konsorsium 303 Kaisar Sambo, Kamis (15/9/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Isu 'Kerajaan Sambo' hingga 'Konsorsium 303' ramai dikaitkan dengan Ferdy Sambo yang dulunya adalah Kadiv Propam Polri.

Dilansir TribunWow.com, staf Ahli Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Muradi, mengaku meyakini adanya sindikat tersebut.

Namun, ia menekankan bahwa hal ini perlu untuk dibuktikan secara lebih dalam.

Baca juga: Jawaban Kapolri soal Isu Konsorsium 303 Ferdy Sambo hingga Temuan Uang Rp 900 Miliar di Bunker

Muradi menganalogikan bahwa kejahatan berkaitan dengan judi dan jasa bekingan polisi itu sejatinya bisa tercium.

Dalam diagram 'Konsorsium 303 Kaisar Sambo', dibocorkan para anggota polisi yang terlibat.

Meski begitu, keterlibatan para polisi tersebut masih perlu diselidiki dan dibuktikan.

"Saya bilang dari awal itu perlu dibuktikan. Kalau saya memahami konteks itu ada. Jadi kalau kita cium, baunya ada. Bentuknya seperti apa, kita enggak bisa," kata Muradi dikuti Kompas.com, Kamis (15/9/2022).

Di sisi lain, Muradi meyakini bahwa para pemimpin Polri sudah mengetahui mengenai kelompok mafia tersebut.

"Artinya bahwa sebenarnya apakah mereka (pimpinan Polri) tahu? Pimpinan saya yakin mereka tahu. Hanya memang selama itu tidak digunakan untuk hal yang sifatnya berlebihan ya," imbuhnya.

Foto kiri: Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersiap mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2022). Foto kanan: Irjen Ferdy Sambo saat masih menjabat sebagai Kadiv Propam Polri, 28 April 2022.
Foto kiri: Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersiap mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2022). Foto kanan: Irjen Ferdy Sambo saat masih menjabat sebagai Kadiv Propam Polri, 28 April 2022. (Kolase TRIBUNNEWS/JEPRIMA dan YouTube Kompastv)

Baca juga: Pengacara Brigadir J Sebut Ferdy Sambo Lobi DPR, Kementerian hingga Istana: Info Intelijen

Sebagai kepala dari Satuan Tugas Khusus Merah Putih, Ferdy Sambo diduga bisa dengan bebas mengakses dana APBN yang dialokasikan untuk Polri.

Karena itulah, ia dianggap memiliki kekuasaan dan kekuatan besar sehingga sempat membuat takut para penyidik.

Karena itulah, Muradi mengimbau agar penyidik secara serius mengungkap kasus ini disamping kasus pembunuhan Brigadir J.

"Yang kemudian kerajaan apa, akses judi online segala macam itu bukan tidak mungkin. Artinya kan perlu juga digarap serius," tandasnya.

Selain itu, Muradi mengatakan terdapat sosok 'kakak asuh' yang disebut-sebut berusaha membantu meringankan kasus Ferdy Sambo.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved