Breaking News:

Terkini Daerah

Temui Ganjar, Keluarga Asal Papua Beri Mahkota Kasuari hingga Mengaku Berutang Budi karena Ini

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapat ucapan terima kasih dari keluarga asal Papua.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
jatengprov.go.id
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (tengah) berfoto bersama tamunya, satu keluarga dari Waropen, Papua, sang ayah Uria Wopari dan isterinya Rensina Haibini Wopari, serta putri mereka Selviana Indira, Selasa (2/8/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sambut kedatangan satu keluarga dari Waropen, Papua.

Dilansir TribunWow.com, keluarga itu terdiri dari Uria Wopari dan isterinya Rensina Haibini Wopari, serta putri merela Selviana Indira.

Rupanya, kedatangan satu keluarga tersebut adalah untuk berterima kasih kepada Ganjar serta memberikan kenang-kenangan.

Baca juga: Dibuntuti Puluhan Vespa, Ganjar Pranowo Jadi Sorotan saat Ikut Touring Komunitas Motor Pemalang

Momen ini dibagikan Ganjar melalui tayangan video singkat di akun Instagram @ganjar_pranowo, Rabu (3/8/2022).

Selviana merupakan mahasiswi asal Papua yang baru saja lulus pascasarjana Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah.

Ia ternyata berhasil merampungkan pendidikan karena bantuan biaya kuliah dari Ganjar.

Karenanya, setelah menghadiri wisuda sang anak pada Kamis (28/8/2022), Uria Wopari dan istrinya rela tetap berada di Jawa Tengah sampai bertemu Ganjar.

"Kalau Bapak tidak bantu, kemungkinan anak saya DO. Saya tahu kemampuan saya sama ibu sudah pada batasnya, tidak bisa bayar," terang Uria Wopari.

"Tapi saya lihat ini jalan yang Maha Kuasa, saya bisa bertemu dengan Pak Ganjar hari ini."

Ia mengaku tak bisa membalas kebaikan Ganjar yang sudah berjasa membuat anaknya berhasil menyelesaikan studi.

Karenanya, Uria Wopari berjanji bahwa Selviana akan menjadi orang yang berjasa bagi negara.

"Tidak ada sesuatu yang bisa kami balas, Bapak membawa rezeki, berkah bagi keluarga kami, anak saya bisa diwisuda tanggal 28 kemarin," ucap Uria Wopari.

"Dan sekaligus saya menyerahkan anak ini kepada keluarga Ganjar Pranowo untuk menjadi putri Indonesia asal Papua, membangun Indonesia secara khusus."

Unggahan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ketika menerima kedatangan keluarga asal Waropen, Papua, Rabu (3/8/2022).
Unggahan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ketika menerima kedatangan keluarga asal Waropen, Papua, Rabu (3/8/2022). (Instagram @ganjar_pranowo)

Baca juga: Mengobrol Seru dengan ODGJ, Ganjar Bahas Pepaya hingga Beri Uang untuk Bayar Notaris

Ganjar kemudian menjelaskan awal mula tergerak hatinya untuk membantu Selviana.

Ia mengaku awalnya tak mengenal gadis muda tersebut.

Namun karena rekomendasi dari seseorang, Ganjar pun bersedia membantu untuk memenuhi harapan keluarga dan warga Papua lainnya pada Selviana.

"Kita tidak kenal, tapi ada orang yang mempertemukan, sehingga pada saat saya dikasih tahu, 'Ini ada anak, dia pintar, tapi ada masalah pembiayaan, bagaimana?'. Ya sudah diselesaikan jangan sampai DO," beber Ganjar.

"Pasti anda menjadi harapan, tidak hanya di keluarga, tapi juga dari warga Papua."

Ia pun memuji keputusan Selviana untuk kembali ke tanah airnya dan membangun Papua dengan ilmu yang diperoleh.

"Maka tadi saya tanya, 'Bagaimana setelah ini?', 'Pulang, mengabdi di sana' itu hebat," kata Ganjar sembari mengacungkan jempol.

Kemudian Uria Wopari menyerahkan hadiah kenangan yang sudah dipersiapkannya.

Cenderamata tersebut berupa Mahkota Kasuari khas Papua yang langsung dikenakan Ganjar dengan senang.

Dalam kolom keterangan unggahannya, Ganjar kemudian memberikan nasihat pada Selviana untuk tak henti-hentinya menimba ilmu.

"Tidak ada alasan untuk berhenti belajar. @selvianaindira_ , wisuda bukanlah akhir tapi ini awal segalanya. Tetap belajar. Perjuangkan cita-citamu. Apalagi kamu ingin jadi Puteri Indonesia kan? Jadilah kebanggaan Papua, jadilah kebanggaan Indonesia.

Jangan lupa minta restu orangtua dan para guru. Merekalah penjaga jiwamu. Salam buat saudara2 di Papua, i love you full," tulis Ganjar.

Baca juga: Ridwan Kamil, Ganjar hingga Prabowo, Ini Sosok Potensial Pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024

Dapat Ucapan Terima Kasih dari WNI di Kamboja

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sempat mengabarkan kondisi 60 Warga Negara Indonesia (WNI) yang disekap di Kamboja.

Dilansir TribunWow.com, kasus ini terungkap dari aduan keluarga korban di media sosial Ganjar Pranowo yang langsung direspons secara cepat.

Setelah melakukan berbagai upaya bersama beberapa pihak, akhirnya para WNI tersebut telah berhasil dibebaskan.

Karenanya, beberapa dari mereka membagikan video berisi ucapan terima kasih atas bantuan Ganjar Pranowo.

Baca juga: 54 WNI Disekap di Kamboja, Ganjar Dicurhati Terjadi Kekerasan: 1 Warga adalah Harga Diri Negara

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @ganjar_pranowo, Senin (1/8/2022), sang Gubernur mengaku bersyukur mendengar berita baik tersebut.

"Alhamdulillah saudara kita yang di Kamboja berhasil kita selamatkan. Ada beberapa orang dari Jawa Tengah dan beberapa dr daerah lain. Tapi penyelamatan ini bukan soal kedaerahan, ini adalah soal harga diri bangsa.

Terimakasih untuk pihak-pihak yang telah membantu. Kemlu, KBRI di Kamboja dll. Kejadian ini jadi warning buat kita, kalau mau bekerja di luar negeri harus memperhatikan aspek legalitasnya.

Jangan percaya pada siapapun yang memberi kerja tanpa legalitas meskipun ditawarkan berbagai kemudahan dan keuntungan," tulis Ganjar di kolom keterangan.

Unggahan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo soal kasus penyekapan WNI di Kamboja, Senin (1/8/2022).
Unggahan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo soal kasus penyekapan WNI di Kamboja, Senin (1/8/2022). (Instagram @ganjar_pranowo)

Baca juga: Video Call Sembunyi-sembunyi, Ganjar Ungkap Strategi Bebaskan 60 WNI yang Disekap di Kamboja

Adapun dalam video yang ditampilkan, Ganjar memperlihatkan sejumlah artikel mengenai kasus tersebut.

Setelah mendapat aduan dari warganya, gubernur 53 tahun itu pun aktif berkomunikasi dengan para korban.

"Kepolisian Kamboja sudah berkomunikasi, kebetulan beberapa di antaranya WA saya rutin, saya juga sudah video call," kata Ganjar.

"Mereka juga sudah diajak rapat dengan zoom, baik dari kepolisian Kamboja, Kemlu, KBRI termasuk Disnaker."

"Disnaker sendiri saya minta untuk mengawal, karena tidak hanya dari Jawa Tengah sebenarnya, makanya kita coba bantu untuk menyelesaikan."

Kepada para WNI tersebut, Ganjar sempat berpesan untuk merekam semua bentuk kekerasan.

Hal ini bisa digunakan sebagai bukti jika nantinya kasus ini diatasi melalui jalur hukum.

"Prinsipnya, saya sudah meminta kepada kawan-kawan yang ada di sana, kalau terjadi tindak kekerasan, kalau perlu direkam entah gimana caranya," beber Ganjar.

"Perlu direkam terus kemudian disampaikan kepada kita kondisi-kondisi yang sebenarnya."

"Kalau terjadi kekerasan, penyiksaan dan sebagainya, sampaikan."

Menurut Ganjar, para WNI tersebut sempat mengeluhkan perlakuan tak menyenangkan dari pemberi kerja.

Selain disekap, mereka mengaku dipaksa bekerja saat sakit hingga dipukuli.

"Sampai dengan saya komunikasi terakhir kepada mereka, kemarin ada yang sakit tapi diminta bekerja," tutur Ganjar.

"Lalu saya tanya, 'Apakah ada yang dipukuli?', katanya ada, masih katanya, maka saya tidak mau berspekulasi, maka saya minta ambil tindakan segera."

Pada akhir video, disematkan cuplikan ucapan terima kasih dari WNI yang kini telah bebas.

"Pak Ganjar, terima kasih, kami telah diproses untuk pemulangan, terima kasih banyak, Pak," kata WNI tersebut.(TribunWow.com/Via)

Berita lain terkait

Tags:
Ganjar PranowoJawa TengahPapuaInstagram
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved