Kabar Tokoh
Ganjar Ungkit Viral Tendang Tembok saat Tinjau Proyek Gedung SMK di Banyumas, Ini Reaksi Kontraktor
Saat meninjau proyek gedung SMK di Banyumas, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo langsung memanggil kontraktor yang bertanggung jawab.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Sebuah peringatan halus diberikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar saat ia meninjau proyek pembangunan gedung sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri pertama di Kecamatan Lumbir, Banyumas.
Ketika mendatangi lokasi proyek, Ganjar langsung memanggil kontraktor yang bertanggung jawab dan bercerita soal viral kasus tendang tembok.
Dikutip TribunWow.com, potongan video saat Ganjar melakukan peninjauan ditayangkan dalam akun Instagram @ganjar_pranowo, Senin (25/7/2022).
Baca juga: Momen Akrab Ganjar dan Ridwan Kamil, saling Pamer Medali setelah Lari Marathon Bersama
Awalnya Ganjar memberikan pujian gambar sketsa jadi SMKN 1 Lumbir yang menurutnya bagus.
Ganjar kemudian mencari kontraktor yang membangun proyek gedung SMKN 1 Lumbir.
"Kontraktornya siapa?" kata Ganjar.
"Oh Anda?"
"Iya pak," jawab sang kontraktor.
Ganjar langsung bercerita tentang viral kasus tendang tembok.
"Sudah pernah lihat video saya nendang tembok?" tanya Ganjar disambut tawa orang-orang di sekitarnya.
Sang kontraktor yang memakai helm proyek hanya mengangguk-angguk mendengar pertanyaan Ganjar.
"Enggak perlu diulang ya?" kata Ganjar.
"Siap," jawab kontraktor tersebut.
Ganjar kemudian kembali memperingatkan agar sang kontraktor tidak mencurangi proyek.
"Saya percayakan penuh, pertama kualitas, kedua jangan dikurangi, ditambahi boleh tapi jangan ditambahi masalah," tegas Ganjar.
"Ini peringatan ya."
"Jangan dikorupsi, nah ini saya tekankan," imbuhnya.
Mendengar peringatan Ganjar, sang kontraktor terus mengangguk sambil mengucap 'Siap'.
Terakhir Ganjar menanyakan soal keberadaan preman yang meresahkan pekerja proyek.
"Di sini ada premannya enggak? Kalau ada yang minta-minta, ngawur, tidak usah dikasih, kalau enggak laporkan kita," ujar Ganjar.
Baca juga: Dari Puan hingga Anies, Ganjar Paling Unggul di Survei PRC 10 Tokoh yang Paling Layak Jadi Presiden
Ganjar Acungkan 2 Jempol: Ini Ditendang Lagi Tidak?
Diketahui dulu Ganjar sempat marah ketika mengecek bangunan sekolah menengah atas negeri (SMAN) pertama di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah pada Minggu (30/1/2022) silam.
Pada Rabu (15/6/2022) Ganjar kembali melakukan pengecekan ke SMAN tersebut.
Namun pada kali ini Ganjar justru tersenyum dan mengacungkan dua jempol saat mengecek bangunan SMAN Tawangmangu.

Baca juga: Ungkap Curhatan Ridwan Kamil, Ganjar Beberkan Hal yang Baru Diketahui setelah Eril Tiada
Dikutip TribunWow.com, hal ini terlihat dari video pendek yang diunggah oleh Ganjar lewat akun Instagramnya @ganjar_pranowo, Rabu (15/6/2022).
Awalnya Ganjar membuka pelaksanaan kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
"Dengan mengucap bismillahiramanirrahim, izinkan saya melaunching PPDB Jawa Tengah," ucap Ganjar.
Ganjar juga menyampaikan harapannya terhadap SMAN Tawangmangu yang baru saja berdiri ini.
"Sekaligus meresmikan SMA Tawangmangu, mudah-mudahan manfaat dan bisa menghasilkan anak-anak yang hebat, cerdas," kata Ganjar.
Diketahui Tawangmangu baru pada 2022 ini memiliki SMA negeri setelah puluhan tahun berlalu.
SMAN Tawangmangu memiliki kapasitas 108 siswa dan akan beroperasi pada tahun ajaran 2022/2023.
Kepala Dinas Pendidikan Jateng, Uswatun Hasanah tak menampik bangunan SMAN Tawangmangu ini dulu sempat viral karena aksi Ganjar.
Uswatun justru mengucapkan terima kasih kepada Ganjar yang telah memberikan perhatian.
Ia juga berkomitmen untuk mematahkan anggapan bahwa bangunan pemerintah pasti jelek.
Pada akhir video tampak Ganjar berjalan mengecek bangunan sekolah.
"Ini ditendang lagi tidak?" kata Ganjar tersenyum.
Ganjar lalu memegang tembok yang dulu pernah ia tendang hingga jebol.
Kali ini Ganjar mengacungkan dua jempol sambil tersenyum.
Ganjar Telepon Ancam Kontraktor
Sebelumnya, ketika melakukan sidak pada Minggu (30/1/2022), Ganjar menemukan banyak cacat di bangunan SMAN Tawangmangu.
Dikutip dari Tribunnews.com, buntut dari sidak ini, Ganjar langsung memarahi mandor proyek yang sedang ada di lokasi.
Tak berhenti di situ, Ganjar juga menelepon kontraktor yang bertanggung jawab, bahkan mengancam kontraktor tersebut.
Dalam video yang diunggah di akun Instagram-nya, Ganjar tampak menendangi sebuah tembok palsu di bangunan SMA tersebut.
"Wah parah, saya kira tembok ternyata palsu. Kontraktor pembangunan SMA N Tawangmangu tadi langsung saya telpon untuk bertanggungjawab. Besok saya kirim tim teknis untuk ngecek semua. Tak ada yang boleh main-main dengan pekerjaan apapun di Jateng," ujar Ganjar.
Cacat yang ditemukan Ganjar di antaranya adalah besi pembatas tangga yang karatan dan pengelasan tidak sempurna, lantai dan tembok retak serta bata tempel yang tidak rapi.
Bangunan sekolah itu tampak seperti dibangun asal-asalan.
Kemarahan Ganjar memuncak ketika ia menemukan tembok palsu yang dibangun menggunakan hardboard.
Ganjar kemudian langsung memanggil mandor proyek.
"Ini apa-apaan mas? Jangan main-main ya, sekarang telepon bosmu, saya mau ngomong," kata Ganjar ke mandor.
Sang mandor kemudian langsung menelepon seseorang bernama Heri yang disebutnya pimpinan kontraktor proyek SMA N Tawangmangu.
Ganjar langsung marah ketika berbicara dengan sang kontraktor.
"Masih ingat saya dulu ngomong ya, jaga integritas dan kualitas, jangan korupsi, sekarang pekerjaanmu kayak gini. Mau saya bawa ke kejaksaan?” kata Ganjar.
Ganjar menuntut bangunan agar segera diperbaiki dalam kurun waktu masa pemeliharaan enam bulan.
"Kalau nggak bagus kayak gini, saya kembalikan dan saya perkarakan. Jadi kalau mau main-main sama saya, ya saya persoalkan ini," tegasnya.
Ganjar menjelaskan, bangunan SMA yang ia cek tersebut adalah bangunan SMAN pertama di Tawangmangu yang kehadirannya sudah dinanti-nanti masyarakat setempat.
"Masa sudah selesai masih berantakan, pakunya semerawut, di atasnya enggak rapi. Saya telepon kontraktornya, saya katakan diperbaiki atau saya tolak. Besok saya kirim tim teknis bersama arsitek ke sini, saya ingin semua ngecek sebelum diserahterimakan. Saya enggak mau ada orang yang main-main untuk sekolahan," pungkasnya. (TribunWow.com/Anung)