Breaking News:

Pilpres 2024

Survei Paslon Pilpres 2024, Prabowo Kalahkan Anies saat Dipasangkan dengan Sosok Ini

Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) melakukan survei simulasi nama-nama paslon pilpres 2024.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto memberikan ucapan selamat kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disaksikan Wakil Gubernur Sandiaga Uno saat pelantikan, di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10/2017). Presiden Joko Widodo melantik Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022. Terbaru, Prabowo dan Anies sama-sama menjadi sosok yang memiliki elektabilitas tinggi dalam Pilpres 2024. 

TRIBUNWOW.COM - Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) merilis survei pasangan calon simulasi Pilpres 2024.

Diketahui terdapat tiga nama paslon dalam survei yang dilakukan oleh ARSC.

Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com, posisi paslon pertama diduduki oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Baca juga: Survei Pilpres 2024 Seluruh Wilayah Indonesia, Ganjar Paling Atas hingga Ridwan Kamil Paling Bawah

"36,7 persen responden memilih Ganjar Pranowo dan Airlangga Hartarto," kata peneliti ARSC Bagus Balghi saat merilis survei opini publik yang digelar virtual, Rabu (20/7/2023).

Selanjutnya posisi kedua ditempati oleh Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dengan perolehan 16,2 persen.

Di urutan ketiga terdapat pasangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Ketua DPR RI Puan Maharani mencapai angka 15,4 persen.

Selain survei paslon, ARSC turut melakukan survei nama-nama capres 2024.

Berikut hasil survei ARSC terkait nama capres yang unggul di pilpres 2024.

1. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo - 22,1 persen.

2. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - 15,9 persen.

3. Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto - 8,4 persen.

4. Gubernur Jabar Ridwan Kamil - 4,9 persen.

5. Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto - 2,9 persen.

6. Menparekraf Sandiaga Uno - 2,3 persen.

7. Menteri BUMN Erick Thohir - 2,1 persen.

8. Ketua DPR RI Puan Maharani - 1,1 persen.

9. Pangima TNI Jenderal Andika Perkasa - 0,57 persen.

10. Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) - 0,2 persen.

Survei ARSC dilakukan mulai 21 Juni hingga 5 Juli 2022 dengan 1.225 responden per provinsi dan margin of error (MoE) +/- 2,8 persen.

Metode survei yang digunakan adalah multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Baca juga: Hasil Survei: Ganjar Menang Mutlak di 2 Provinsi, Elektabilitas Prabowo dan Anies Menciut

Duet Prabowo-Jokowi di 2024

i awal tahun 2022, sempat muncul sekelompok relawan yang mendukung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) maju menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) di tahun 2024 mendatang.

Kelompok relawan tersebut menamakan diri mereka Sekretariat Bersama Prabowo-Jokowi 2024-2029.

Bahkan kelompok relawan itu telah mendeklarasikan dukungan mereka terhadap duet Prabowo-Jokowi.

M Qodari selaku Direktur Eksekutif Indo Barometer mengenakan kaus bergambar Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto saat hadir dalam program Mata Najwa, Kamis (18/3/2021). Foto kanan: Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
M Qodari selaku Direktur Eksekutif Indo Barometer mengenakan kaus bergambar Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto saat hadir dalam program Mata Najwa, Kamis (18/3/2021). Foto kanan: Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). (Kolase (Capture YouTube Sekretariat Presiden) dan (YouTube Najwa Shihab))

Baca juga: 4 Poin Pidato Megawati: Soroti Keanehan Harga Minyak Goreng hingga Singgung Pemilu 2024

Baca juga: Bahas Pilpres 2024, Najwa Shihab Tanya ke Cak Imin soal Baliho: Di Mana-mana Udah Capres Semua

Ada beberapa alasan yang disampaikan oleh kelompok relawan itu mengapa mendukung Prabowo-Jokowi.

"Deklarasi Sekber Prabowo-Jokowi mendorong Prabowo Subianto, calon presiden dan Joko Widodo, calon wakil presiden, sebagai bagian dari Kabinet Indonesia Maju Jilid II untuk maju dalam Pemilu 2024," kata Ketua Koordinator Sekber Prabowo-Jokowi, G. Gisel, dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/1/2022).

Dikutip dari Kompas.com, berikut ini adalah sejumlah alasan dari relawan Sekber Prabowo-Jokowi.

Alasan pertama, Gisel menyoroti soal pentingnya sosok Prabowo-Jokowi untuk melanjutkan kerja dan pembangunan nasional.

Seperti yang diketahui, saat ini Jokowi menjabat sebagai RI 1 sedangkan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan RI.

Kemudian, Gisel mengungkit bagaimana masa periode kedua Jokowi tidak bisa berjalan baik karena adanya tantangan krisis global dan pandemi Covid-19.

Gisel lalu membandingkan Indonesia dengan negara tetangga.

"Beruntung sampai saat ini Indonesia belum jatuh pada jurang resesi. Sedangkan, banyak negara sudah mengalami resesi, termasuk negara tetangga Singapura," ujar Gisel.

Lalu Gisel juga mengungkit soal kebijakan pemerintah melahirkan Undang-Undang Cipta Kerja yang menurutnya mempermudah investasi melalui penyederhanaan regulasi terkait bisnis dan investasi.

Kemudian, Gisel menyoroti soal langkah pemerintah memindahkan Ibu Kota negara.

"Kemudian, yang tidak kalah penting adalah agenda pemindahan status Ibu Kota Negara (IKN) dari DKI Jakarta ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang direncanakan akan dimulai pada semester I tahun 2024," kata Gisel.

(TribunWow.com/Anung)

Baca Artikel Terkait Lainnya

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Pilpres 2024Prabowo SubiantoAnies BaswedanJakartaGanjar PranowoAirlangga HartartoPuan MaharaniMuhaimin Iskandar
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved