Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia akan Perluas Target Wilayah Perang di Ukraina, AS Langsung Kirim Lebih Banyak Senjata ke Kyiv

AS berjanji mengirim sistem roket yang lebih presisi ke Ukraina, segera setelah Rusia memberi isyarat ingin meluaskan serangan.

Tangkapan Layar Tribunnews.com
Amerika Serikat menjamin pengiriman senjata yang akan dikirim akan dilacak dengan hati-hati agar sampai ke pihak Ukraina, Sabtu (11/7/2022). Terbaru, AS berjanji mengirim sistem roket yang lebih presisi ke Ukraina, segera setelah Rusia memberi isyarat ingin meluaskan serangan. 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyebut Moskow kini tak lagi hanya fokus merebut kendali atas wilayah Ukraina timur Lugansk dan Donetsk.

Tetapi kata Sergei Lavrov, Rusia ingin meluaskan serangan ke beberapa wilayah.

Rusia memberi isyarat bahwa mereka berencana merebut lebih banyak wilayah Ukraina di luar kawasan industri timur Donbas.

Baca juga: AS Disebut Ingin Akui Rusia Lakukan Genosida di Ukraina, Susun Resolusi untuk Sahkan secara Simbolis

Sergei Lavrov mengatakan sebagian wilayah sudah dikuasai oleh pemberontak pro-Moskwa selama bertahun-tahun.

"Geografinya sekarang berbeda. Tidak hanya DNR dan LNR, tapi juga wilayah Kherson, wilayah Zaporizhzhia dan sejumlah wilayah lainnya," jelasnya kepada media pemerintah sebagaimana dilansir AFP.

Hal ini lantas memicu Amerika Serikat (AS) untuk semakin gencar memberikan bantuan ke Ukraina.

Dilansir Kompas.com, AS berjanji mengirim sistem roket yang lebih presisi ke Ukraina.

Kepala Pentagon Lloyd Austin mengatakan Washington akan mengirim tambahan empat Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi M142 (Himars).

Baca juga: Putin Dinilai Bentuk Aliansi Anti Barat Baru antara Rusia dengan Iran dan Turki, Gandeng China?

Himars yang secara khusus telah diklaim meningkatkan kemampuan Kyiv di medan perang dalam beberapa pekan terakhir, karena memungkinkan pasukan Ukraina mencapai target Rusia dari jarak jauh.

"Ukraina membutuhkan daya tembak dan amunisi untuk menahan serangan ini dan untuk menyerang balik," kata Austin kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa pengiriman baru akan membuat total Himars AS yang dikirim ke Kyiv menjadi 16.

Pada Selasa (19/7/2022), AS mengatakan Rusia "mulai meluncurkan versi dari apa yang dapat disebut sebagai buku pedoman aneksasi" - mengutip area yang sama yang disebutkan oleh Lavrov.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, pasukan Putin terus maju ke masing-masing wilayah itu, menimbulkan kehancuran saat mereka merebut kota-kota utama dan menghadapi perlawanan sengit dari Ukraina.

Dalam beberapa pekan terakhir, mereka juga menyerang sasaran sipil Ukraina di kota-kota yang jauh dari garis depan, menyebabkan sejumlah warga sipil tewas, dalam apa yang disebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai kampanye teror.

Baca juga: Fakta Baru Konflik Rusia-Ukraina: Isu Korupsi di Pemerintahan Zelensky hingga Strategi Baru Putin

Senjata Barat 'Ancaman Langsung' bagi Rusia

Kemajuan stabil pasukan Rusia di timur terjadi setelah pasukan Moskwa gagal di awal invasi untuk merebut ibu kota Kyiv dan didorong mundur dari kota kedua Ukraina, Kharkiv.

Tetapi artileri Rusia telah melakukan kampanye penembakan yang hampir konstan di Kharkiv, dan serangan pada Rabu (20/7/1011) yang menewaskan tiga orang, kata pejabat setempat.

"Ada seorang anak laki-laki berusia 13 tahun di antara mereka," kata gubernur regional Oleg Synegubov dalam sebuah pernyataan di media sosial.

Wartawan AFP melihat seorang pria shock berlutut di atas tubuh, yang ditutupi terpal biru dan dikelilingi oleh pecahan kaca.

Sementara beban pertempuran baru-baru ini di Ukraina terfokus pada Donbas, serangan balasan Ukraina di selatan perlahan-lahan merebut kembali beberapa wilayah yang dikuasai Rusia, sebagian besar berkat artileri jarak jauh yang dipasok Barat.

Lavrov mengatakan bahwa pengiriman senjata Barat ke Ukraina telah menjadi faktor dalam keputusan Moskwa untuk fokus di luar timur.

Dia mengatakan ambisinya dapat berkembang lebih besar lagi jika pengiriman berlanjut.

"Kami tidak dapat membiarkan bagian Ukraina yang akan dikontrol Zelensky atau siapa pun yang menggantikannya memiliki senjata yang akan menimbulkan ancaman langsung ke wilayah kami dan wilayah republik-republik yang telah mendeklarasikan kemerdekaan mereka," kata Lavrov, merujuk pada Donetsk dan Lugansk.

Baca juga: VIDEO Tentara Ukraina Terus Digempur Rusia, Sebut Bertahan Paling Lama Sebulan

“Teror Rusia Harus Kalah”

Dalam pidato emosional di hadapan Kongres AS pada Rabu (20/7/2022), Ibu Negara Ukraina Olena Zelenska menggambarkan penderitaan jutaan orang tua dan anak-anak Ukraina, dan meminta Washington untuk mengirim sistem pertahanan udara untuk menangkis rudal Rusia.

Zelenska melangkah ke peran yang lebih publik setelah tetap terlindung di minggu-minggu pertama perang.

Dia menampilkan gambar anak-anak yang terbunuh atau cacat oleh Rusia, termasuk seorang anak berusia empat tahun yang terbunuh oleh serangan di kota Vinnytsia.

Foto-foto kereta dorong merah mudanya yang berlumuran darah dan rekaman saat-saat terakhirnya menjadi viral di media sosial.

"Bantu kami menghentikan teror ini terhadap warga Ukraina," kata Zelenska.

Kemudian pada hari itu, Zelensky menyatakan harapan bahwa permohonan Kyiv untuk sistem anti-rudal akan didengar, dengan mengatakan: "Saya harap jawaban atas permintaan kami tidak akan lama datang. (*)

Baca berita lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "AS Kirim Lebih Banyak Sistem Roket ke Ukraina Setelah Rusia Memperluas Tujuan Perang"

Sumber: Kompas.com
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskySergei LavrovAmerika Serikat
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved