Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Delegasi Ukraina dan Rusia Dijadwalkan akan Bertemu di Turki, Bakal Bahas 3 Hal Ini

Delegasi militer dari Ukraina, Rusia, dan Turki dijadwalkan bertemu dengan pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hari ini Rabu (13/7/2022).

Yuri Kadobnov/AFP
Tentara Rusia memakai seragam lengkap berjaga di pelabuhan. Terbaru, Delegasi militer dari Ukraina, Rusia, dan Turki dijadwalkan bertemu dengan pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Istanbul, Turki pada hari ini, Rabu (13/7/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengumumkan jadwal pertemuan delegasi militer dari Ukraina dan Rusia dengan pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dilansir Kompas.com, pertemuan delegasi militer dari Ukraina, Rusia, dan Turki dijadwalkan pada hari ini, Rabu (13/7/2022) di Istanbul, Turki.

Pertemuan itu akan membahas kemungkinan kesepakatan untuk melanjutkan ekspor aman biji-bijian Ukraina dari pelabuhan Laut Hitam utama Odesa saat krisis pangan global memburuk.

Baca juga: Hacker Rusia Sebut Pemerintah Zelensky Berperan Bantu Putin Tangkap Tentara Ukraina di Mariupol

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengumumkan agenda pertemuan itu pada Selasa (12/7/2022).

Turki telah bekerja dengan PBB untuk mencoba menengahi kesepakatan setelah invasi Rusia 24 Februari ke Ukraina memicu kenaikan harga global untuk biji-bijian, minyak goreng, bahan bakar, dan pupuk.

Menurut para diplomat, unsur-unsur yang bakal dibahas termasuk:

- Kapal Ukraina memandu kapal biji-bijian masuk dan keluar melalui perairan pelabuhan yang ditambang

- Rusia menyetujui gencatan senjata saat pengiriman bergerak

- Turki -didukung oleh PBB- memeriksa kapal untuk menghilangkan ketakutan Rusia akan penyelundupan senjata

Baca juga: Ukraina Ungkap Hanya Ada 2 Pilihan jika Ingin Perang dengan Rusia Berakhir: Tidak Ada Cara Lain

"Kami memang bekerja keras, tetapi masih ada jalan yang harus ditempuh," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kepada wartawan, Selasa.

"Banyak orang membicarakannya. Kami lebih suka mencoba dan melakukannya," tambah dia, dikutip dari Reuters.

Ukraina dan Rusia adalah pemasok biji-bijian utama dunia.

Sementara Rusia juga merupakan pengekspor pupuk yang besar dan Ukraina merupakan produsen minyak jagung dan bunga matahari yang signifikan.

Invasi Rusia ke Ukraina dan blokade laut Ukraina telah menghentikan ekspor, menyebabkan puluhan kapal terdampar dan lebih dari 20 juta ton biji-bijian terjebak dalam silo di Odesa.

Panen yang akan datang juga berisiko karena Ukraina sekarang kekurangan ruang penyimpanan karena penghentian ekspor.

Bahkan jika kesepakatan tercapai untuk melanjutkan ekspor Ukraina, diplomat menilai, perusahaan pelayaran dan asuransi kemudian akan membutuhkan jaminan untuk memulai kembali perdagangan mengingat risiko dalam menavigasi perairan ranjau.

Baca juga: Rusia Dicap Lakukan Terorisme Serang Apartemen Ukraina, 33 Orang Tewas hingga Jasad Bocah Ditemukan

Ukraina khawatir bahwa menambang pelabuhannya akan membuatnya jauh lebih rentan terhadap serangan Rusia dari Laut Hitam.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina Oleg Nikolenko mengatakan, Kementeriannya pada Selasa menekankan peran PBB dalam pembicaraan dan perlunya solusi yang akan menjamin keamanan wilayah selatan Ukraina.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan bulan lalu bahwa Moskwa dapat "memberikan jalan yang aman" untuk pengiriman gandum Ukraina, tetapi tidak bertanggung jawab untuk membangun koridor.

PBB juga bekerja untuk mencoba dan memfasilitasi ekspor biji-bijian dan pupuk Rusia, yang menurut Moskwa telah dihalangi oleh sanksi Barat.

Amerika Serikat (AS) mengatakan biji-bijian dan pupuk Rusia tidak dikenai sanksi dan telah menawarkan untuk memberikan jaminan tertulis kepada perusahaan pelayaran dan negara pengimpor. (*)

Baca berita lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kabar Baik, Ukraina dan Rusia Akan Bertemu di Turki Hari Ini Bahas Ekspor Biji-bijian"

Sumber: Kompas.com
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyTurkiPerserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)PBB
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved