Konflik Rusia Vs Ukraina
VIDEO Warga Sipil di Kherson Diminta Mengungsi, Ukraina Berencana Lakukan Serangan Balasan ke Rusia
Wakil Perdana Menteri Ukraina meminta warganya tinggalkan kota Kherson, angkatan bersenjata Ukraina bersiap menyerang balik pasukan Rusia.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Angkatan bersenjata Ukraina disebut tengah mempersiapkan diri untuk melakukan penyerangan balik terhadap pasukan Rusia di kota Kherson.
Oleh karena itu, Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk meminta warga sipil di kota Kherson yang diduduki Moskow untuk segera mengungsi.
Ukraina diketahui telah kehilangan kendali atas sebagian besar wilayah di kota Kherson, pada minggu-minggu pertama setelah invasi Rusia pada 24 Februari lalu.
Baca juga: VIDEO - Pasukan Chechnya Tertawakan Tentara Ukraina ketika Serangannya Terus Meleset
Kota yang berada di selatan Ukraina ini merupakan pelabuhan penting di Laut Hitam dan di Sungai Dnipro, serta rumah bagi industri pembuatan kapal besar.
"Jelas akan ada pertempuran, akan ada penembakan artileri dan karena itu kami mendesak (orang) untuk segera mengungsi," kata Iryna Vereshchuk, yang dikutip dari Reuters.
Baca juga: VIDEO - Blinken Tak Mau Temui Sergey Lavrov saat G20 Rusia, Ini Alasannya
Vereshchuk tidak mengatakan kapan tepatnya pasukan Ukraina akan melakukan serangan balasan tersebut.
"Saya tahu pasti bahwa tidak boleh ada perempuan dan anak-anak di sana, dan mereka tidak boleh menjadi tameng manusia," ujarnya.
Pihak berwenang Kherson yang didirikan di Rusia mengatakan mereka ingin mengadakan referendum untuk memisahkan diri dari Rusia, namun mereka belum menetapkan tanggal.
Putin Ancam akan Gunakan Nuklir
Penulis dan seorang analis Rusia Andrey Piontkovsky mengutip ucapan mantan pemimpin redaksi, pembawa acara dan pemilik stasiun radio Rusia yang baru-baru ini dilarang beroperasi Echo of Moscow, Alexei Venediktov yang mengatakan pemimpin Rusia Vladimir Putin mengancam akan menggunakan senjata nuklir jika Ukraina merebut kembali Kherson.
“Putin akan bereaksi terhadap upaya untuk merebut Kherson sebagai ancaman eksistensial ke Rusia – karena dia menganggap itu sudah menjadi bagian dari Rusia – dan akan siap untuk menggunakan senjata nuklir,” kata Piontkovsky yang dilansir dari Yahoo News.
Baca juga: VIDEO Inggris Beri Pelatihan Dasar bagi 10 Ribu Warga Ukraina untuk Lawan Invasi Rusia
Piontkovsky menambahkan, Venediktov adalah sumber yang terpercaya karena ia dikenal memiliki hubungan dengan banyak pejabat Kremlin.
“Venediktov tidak bisa memikirkannya sendiri – dia terlalu peduli dengan perannya sebagai perwakilan masyarakat sipil (di antara para elit Rusia),” kata Piontkovsky.
Kota Kherson memiliki populasi sekitar 300.000 jiwa sebelum invasi Rusia ke Ukraina dimulai. Belum diketahui berapa banyak penduduk Kherson saat ini. (*)
Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina
Artikel ini telah tayang di Tribun Video dengan judul Berencana Lakukan Serangan Balasan, Wakil Perdana Menteri Ukraina Minta Warga Tinggalkan Kherson