Konflik Rusia Vs Ukraina
Penampakan Wanita Ukraina Dilatih Hadapi Pasukan Rusia, Diajari Menembak hingga Taktik Gerilya
Sejumlah wanita sipil di Ukraina diberikan pelatihan untuk bersiap berperang menghadapi pasukan militer Rusia.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Beberapa ahli mengadakan sebuah program yang bertujuan untuk melatih warga sipil khususnya para wanita di Ukraina seputar ilmu membela diri untuk persiapan berperang melawan pasukan militer Rusia.
Program pelatihan ini diketahui diadakan di Zaporizhzhia yang terletak di bagian selatan Ukraina.
Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, dalam beberapa foto yang beredar tampak para wanita berpakaian sipil berlatih menggunakan senjata senapan otomatis di antaranya adalah AK-47.
Baca juga: VIDEO Detik-detik 2 Prajurit Ukraina Kepergok Drone Militer Rusia, Tempat Persembunyian Diserang
Dalam foto lainnya tampak seorang wanita berlatih mengincar target menggunakan senjata senapan otomatis dari tempat berlindung.
Di foto lainnya terdapat seorang pria yang memberikan instruksi kepada wanita Ukraina tentang penggunaan senjata.
Selain dilatih menggunakan senjata, program ini juga mengajarkan strategi untuk berperang di daerah perkotaan.
Edukasi tentang strategi tersebut diharapkan dapat mempersiapkan warga untuk melakukan perang gerilya melawan pasukan Rusia.
Untuk saat ini pasukan militer Ukraina berjumlah 240 ribu orang namun dapat bertambah hingga jutaan orang jika ditambah sukarelawan warga sipil dan prajurit dari negara lain.
Di bawah kondisi darurat militer, pelatihan ini diadakan gratis untuk semua penduduk kota.
Sergey Yelin (47), yang mendirikan pusat pelatihan tersebut, mengatakan bahwa kursus dasar ini mencakup pengajaran kepada siswa bagaimana cara berdiri dan membidik, teknik pengendalian pemicu, pernapasan, dan berbagai cara menembakkan senjata.
Baca juga: Tangani 650 Pasien, Organisasi Relawan Dokter Ungkap Mayoritas Warga Ukraina Ngaku Diserang Rusia
Untuk wanita, program ini berlangsung selama 15 jam tetapi dia mengatakan bahwa kursus dasar dapat dikuasai dalam lima atau enam jam.
"Kami mengadakan beberapa latihan taktis untuk warga sipil karena kami semua tahu bahwa jika musuh memasuki kota, akan terjadi pertempuran jalanan," kata Yelin.
"Dan itu biasanya terjadi di lokasi yang sulit seperti rumah yang hancur, di ruang bawah tanah atau di dalam toko."
Para instruktur bekerja dengan militer dan warga sipil yang menawarkan pelatihan di tiga bidang: penanganan senjata dasar, kursus khusus, dan elemen taktis untuk senapan serbu Kalashnikov, biasanya untuk pasukan khusus.
Sejak invasi Rusia dimulai pada 24 Februari, sekitar 4.000 orang telah dilatih di pusat tersebut.
"Kita perlu tahu bagaimana melakukan ini untuk diri kita sendiri dan untuk keluarga kita karena kita berada tepat di garis depan," kata Yana Piltek (33), siswa lainnya.
Piltek mengatakan dia tidak takut berkelahi dan tidak akan ragu untuk membela kampung halamannya.
"Kami berlatih untuk menang dalam pertarungan di kota. Dan jika itu yang terjadi, kami tidak akan membiarkan kota kami ditaklukkan."
Baca juga: Ingin Minta Maaf, Dubes Ukraina Menyesal Ledek Kanselir Jerman Pakai Sebutan Sosis

Kaum Wanita Ukraina Posting Video Siap Perang
Sebelumnya diberitakan, sempat muncul sebuah video menampilkan tujuh wanita warga negara Ukraina memakai seragam perang lengkap mulai dari masker tempur hingga rompi dan membawa senjata laras panjang.
Video ini diunggah oleh otoritas pemerintah Ukraina lewat akun @dsszzi, pada Selasa (8/3/2022).
Dalam video itu, seorang wanita yang berdiri paling depan menjelaskan kaum wanita di Ukraina ada yang memilih untuk kembali ke zona konflik demi membantu para kaum pria dan pasukan Ukraina memerangi Rusia.

"Kami adalah para wanita Ukraina," ucapnya.
"Kami telah merestui para pria Ukraina untuk melindungi Tanah Air kita."
"Kami telah membawa anak-anak kami ke tempat yang aman."
"Kami akan menghancurkan musuh yang ada di setiap jengkal tanah Ukraina," tegas wanita tersebut.
Wanita itu kemudian membalaskan dendam para anak-anak, wanita, dan lansia yang terdampak dalam konflik ini.
"Kami akan menembakimu seperti anjing gila," jelas dia.
"Jayalah Ukraina," ucapnya. (TribunWow.com/Anung/Via)