Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Mantan Letkol Ukraina Tunjukkan Penjara Rahasia SBU di Mariupol untuk Siksa Pendukung Rusia

Mantan Letnan Kolonel Dinas Keamanan Ukraina, Vasily Prozorov, memandu media Rusia RIA Novosti melakukan tur video ke bandara Mariupol.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
Capture Video RIA Novosti
Mantan Letnan Kolonel Dinas Keamanan Ukraina (SBU), Vasily Prozorov, menunjukkan bekas penjara SBU di bandara Mariupol, Senin (20/6/2022). 

Menurut dia, lapisan itu dilepas, karena para tahanan bisa meninggalkan beberapa jejak di sana.

Sebelumnya, ia sempat mengungkapkan fakta tentang keberadaan penjara rahasia di bandara Mariupol .

Penjara tersebut menjadi tempat penahanan para milisi DPR dan simpatisan mereka yang ditangkap.

Prozorov mengatakan para tahanan itu semuanya disiksa oleh anggota Dinas Keamanan dan pejuang batalyon nasional.

RIA Novosti mengklaim telah menerbitkan kesaksian mantan tahanan penjara rahasia tentang penyiksaan.

Pernyataan para saksi didukung oleh sertifikat medis yang diperoleh setelah mereka dibebaskan dari penangkaran baik di Donetsk maupun di Mariupol sendiri.

Empat milisi juga berhasil membuat lembaga penegak hukum Ukraina membuka kasus kriminal berdasarkan pengaduan penyiksaan yang digunakan terhadap mereka.

Baca juga: 5 Ulah Tentara Rusia di Ukraina, Tewas seusai Makan Hadiah dari Warga hingga Ramai-ramai Memberontak

Baca juga: Beredar Video Tentara Ukraina Pukuli Tahanan, Ramai-ramai Ejek Korban yang Ngompol saat Dihajar

Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:

Rusia Dituduh Kurung Tahanan Ukraina di Kamp Kerja Paksa

Pemerintah Rusia dituding telah memperlakukan tahanan perang para tentara Ukraina secara buruk.

Tudingan ini disampaikan oleh ombudswoman hak asasi manusia Ukraina, Lyudmila Denisova.

Denisova menyebut Rusia telah melanggar hukum internasional karena memperlakukan para tahanan perang tidak sesuai aturan.

Dikutip TribunWow.com dari bbc.com, Rusia disebut menempatkan para tahanan perang di kamp kerja paksa yang aslinya difungsikan untuk para kriminal.

Denisova menyebut ada dua kamp kerja paksa yang dipakai oleh Rusia untuk menempatkan para tahanan perang yakni di daerah Rostov yang dekat dengan perbatasan Ukraina.

Ia mengatakan, para tahanan perang di sana dijaga oleh sipir penjara dan hidup dalam kondisi yang buruk, serta menyalahi aturan konvensi Jenewa tentang perlakuan tahanan perang.

Halaman
1234
Tags:
RusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyMariupol
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved