Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Terekam Kamera Satelit Bawa Kabur Gandum Ukraina ke Suriah, Rusia Beri Bantahan

Pemerintah Rusia membantah telah membawa kabur gandum milik Ukraina ke Suriah menggunakan kapal.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
rt.com
Penampakan gandum yang dibakar oleh milisi Ukraina diunggah oleh media Rusia rt.com. 

TRIBUNWOW.COM - Baru-baru ini sebuah kamera satelit merekam kapal berbendera Rusia membawa gandum milik Ukraina ke Suriah.

Menanggapi kabar ini, pemerintah Rusia tegas membantah telah membawa kabur gandum milik Ukraina.

Bantahan ini disampaikan oleh representatif Rusia di Suriah, Alexander Lavrentyev.

Baca juga: Tentara Rusia Keracunan Massal seusai Mencuri Ceri Milik Petani Ukraina, Ini Penyebabnya

Baca juga: 10 Tahun Menyamar Jadi Warga Brazil, Mata-mata Rusia Terciduk saat Daftar Program Magang di ICC

Dikutip TribunWow.com dari aljazeera.com, pernyataan Lavrentyev disampaikan oleh kantor berita RIA.

"Ini lebih dari palsu, informasi tidak terkonfirmasi dan tidak realistis," kata Lavrentyev.

Lavrentyev menjelaskan, cadangan utama gandum terletak di Nikolaev dan Odesa.

"Kapal Rusia tidak memiliki akses ke dermaga tersebut (Nikolaev dan Odesa) karena mereka dikuasai oleh Ukraina," jelas Lavrentyev.

Sebelumnya diberitakan, sebuah kamera satelit milik Maxar merekam bagaimana kapal berbendera Rusia membawa keluar gandum milik Ukraina.

Seperti yang diketahui, isu krisis pangan menguat di tengah konflik antara Rusia dan Ukraina, yang mana kedua belah pihak saling menyalahkan satu sama lain atas terjadinya krisis pangan ini.

Namun baru-baru ini Rusia terekam kamera satelit membawa gandum milik Ukraina ke Suriah.

Dikutip TribunWow.com dari Sky News, awalnya kapal ini terekam berada di Sevastopol, Crimea penuh dengan barang bawaan gandum.

Beberapa hari kemudian, kapal yang sama diketahui telah bersandar di Suriah.

Beberapa truk terlihat mengantre untuk mengangkut gandum dari kapal berbendera Rusia tersebut.

Sementara itu, pemerintah Rusia mengatakan ada unsur kesengajaan dari pihak Ukraina yang menyebabkan terjadinya krisis pangan global.

Rusia menyebut milisi Ukraina sengaja membakar persediaan gandum yang disimpan di pelabuhan di Mariupol.

Dikutip TribunWow.com, media Rusia rt.com turut menyertakan video berisi penampakan berton-ton gandum dalam kondisi hitam karena hangus dibakar.

Kementerian Pertahanan Rusia menuding pembakaran gandum dilakukan oleh milisi nasionalis Ukraina.

Aksi tersebut dilakukan pada saat mereka kabur dari serangan pasukan militer Rusia.

Menurut pernyataan Kemenhan Rusia, aksi bakar gandum itu dikarenakan para milisi Ukraina enggan meninggalkan persediaan pangan untuk para penduduk di Mariupol.

Total terdapat 50 ribu ton gandum yang rusak.

"Aksi kejahatan tak manusiawi ini menunjukkan ke seluruh dunia wajah asli dari rezim Kiev," ujar Kemenhan Rusia.

Kemenhan Rusia menyebut nasionalis Ukraina menggunakan metode terorisme pangan terhadap penduduknya sendiri.

Kemenhan Rusia juga menekankan bahwa pasukan militer Rusia selama melakukan operasi militer spesial selalu berada di pihak warga sipil, memperlakukan mereka secara manusawi dan tidak menyerang infrastruktur publik.

Putin Sengaja Ciptakan Krisis

Presiden Rusia Vladimir Putin dituduh sengaja ingin terjadi bencana krisis pangan global.

Tuduhan ini disampaikan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Zelensky menyebut, saat ini Ukraina dihalangi tidak bisa melakukan ekspor gandum ke negara-negara lain.

Dikutip TribunWow.com dari aljazeera.com, Zelensky mengatakan, pasukan Rusia kini tengah memblokir beberapa pelabuhan di Ukraina.

Pemblokiran ini menyebabkan Ukraina tidak bisa mengekspor 22 juta ton gandum yang telah diproduksi.

Zelensky memperingatkan apabila Ukraina terus dihalangi melakukan ekspor maka ancaman kelaparan akan terjadi.

Ancaman kelaparan ini akan terjadi di negara-negara yang bergantung terhadap gandum dari Ukraina.

Tak hanya bencana kelaparan, Zelensky mengungkit adanya masalah baru yang akan tercipta yakni krisis migrasi.

"Ini adalah sesuatu yang jelas-jelas ingin dicapai oleh pemimpin Rusia," ujar Zelensky.

Zelensky menyebut Rusia sengaja menghalangi ekspor supaya seluruh negara di Eropa menderita dan Ukraina tidak bisa mendapatkan pemasukan. (TribunWow.com/Anung/Via)

Baca berita lainnya

Sumber: TribunWow.com
Tags:
RusiaUkrainaSatelitTentaraVladimir PutinVolodymyr ZelenskySuriah
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved