Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Jokowi dan Putin Dilaporkan akan Bertemu pada 30 Juni di Rusia, Berikut Topik yang Mungkin Dibahas

Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan mengunjungi Moskow untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
YouTube Sekretariat Presiden
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di KTT ASEAN-Rusia 18-20 Mei 2016. 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan mengunjungi Moskow untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menurut kantor berita Rusia Tass, pertemuan itu akan dilakukan pada akhir bulan ini.

Namun, belum jelas apa yang akan dirundingkan dua presiden tersebut di tengah invasi Rusia ke Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengunggah potretnya saat berdiskusi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara virtual, Rabu (27/4/2022).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengunggah potretnya saat berdiskusi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara virtual, Rabu (27/4/2022). (Instagram @zelenskiy_official)

Baca juga: Indonesia Siap Fasilitasi Perundingan Damai, Media Rusia Beritakan Isi Obrolan Putin dan Jokowi

Baca juga: Video Call Zelensky, Jokowi Undang Ukraina Hadiri KTT G20 Bali yang akan Didatangi Putin

Dikutip TribunWow.com dari TASS, Rabu (15/6/2022), Putin rencanya akan bertemu dengan Jokowi di Moskow pada Kamis (30/6/2022).

Kabar ini disampaikan seorang sumber dari staf presidensial Kremlin yang tak disebutkan namanya.

"Ini akan menjadi kunjungan yang sangat penting. Kami sedang mempersiapkannya sekarang," kata sumber tersebut, Selasa (14/6/2022).

"Presiden Joko Widodo dari Indonesia akan mengunjungi Moskow pada 30 Juni."

Sumber itu juga menyebutkan bahwa Indonesia adalah mitra penting, di mana Rusia telah mempertahankan hubungan politik dan ekonomi yang intensif.

Dilansir SCMB, Rabu (15/6/2022), tak ada rincian khusus mengenai tujuan pertemuan itu, tetapi kemungkinan terkait dengan KTT G20 pada bulan November di Bali.

Sebagaimana diketahui, Indonesia telah mengundang Putin, serta Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ke pertemuan tersebut.

Kedua pemimpin telah mengkonfirmasi kehadiran mereka.

"Kami pasti akan pergi, tetapi dalam format apa yang akan diputuskan nanti," kata Putin saat dikonfirmasi.

"KTT akan berlangsung pada 15-16 November, ada banyak waktu, kita lihat saja."

Ketika ditanya tentang laporan Tass, kantor kepresidenan Indonesia belum bisa memberikan keterangan.

"Belum ada informasi tentang itu," ujar sumber kepresidenan.

Namun, beberapa anggota G20 diketahui telah berusaha untuk memblokir partisipasi Rusia dalam kelompok tersebut setelah agresi militernya di Ukraina.

Dari anggota G20, mereka yang tergabung dalam negara-negara Kelompok Tujuh telah memberlakukan sejumlah sanksi untuk mengisolasi Rusia dari sistem keuangan global.

Satu di antaranya adalah membekukan aset bank sentralnya dan mengecualikan beberapa pemberi pinjaman utama Rusia dari jaringan pembayaran internasional utama.

Sebaliknya, Brasil, China, India, dan Afrika Selatan, yang bersama dengan Rusia membentuk forum BRICS, telah mendukung partisipasi Moskow dalam pertemuan G20.

Baca juga: Tak Ikut Walkout saat Rusia Bicara, Sri Mulyani Beri Tanggapan soal Aksi Protes di Pertemuan G20

Baca juga: G20 Terancam Gagal karena Konflik Rusia-Ukraina? Ini Usaha yang Bisa Dilakukan Indonesia

Joe Biden Minta Indonesia Undang Ukraina

Amerika Serikat berupaya mendepak Rusia dari KTT G20 yang akan diadakan di Bali, Indonesia, akhir tahun.

Namun, jika Presiden Rusia Vladimir Putin tetap diizinkan datang, AS menuntut Ukraina juga diundang hadir.

Dalam pernyataannya, Presiden Amerika Serikat Joe Biden seolah ingin mempertemukan langsung Putin dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Dilansir TribunWow.com dari Daily Mail UK, Kamis (24/3/2022), hal tersebut dinyatakan setelah AS menghadiri pertemuan darurat antara negara NATO, Uni Eropa dan G7.

Biden mengaku dia lebih suka mengeluarkan Rusia dari G20 sebagai hukuman atas tindakan brutalnya.

Ketika ditanya apakah Rusia harus dapat menghadiri pertemuan ekonomi terkemuka dunia G20 di Indonesia.

"Pada poin selanjutnya jawaban saya adalah ya," ujar Biden.

"Itu tergantung pada G20."

Biden mengatakan masalah itu diangkat ketika para pemimpin bertemu untuk meningkatkan sanksi terhadap Rusia dan membantu Ukraina.

Dikutip dari AFP, Jumat (25/3/2022), bila Indonesia dan negara lain tetap mengundang Rusia, Biden menyerukan agar Ukraina juga turut hadir.

Meskipun sejatinya negara Zelensky tersebut tak termasuk dalam anggota G20.

"Jika Indonesia dan negara lainnya tidak setuju, maka menurut pandangan saya kita harus meminta agar keduanya, (Rusia dan) Ukraina dapat menghadiri pertemuan juga," sebut Biden.

Sementara itu, dilansir Kompas.com, Kamis (24/3/2022) disebutkan bahwa Indonesia memiliki kewajiban untuk mengundang semua negara anggota G20, termasuk Rusia.

Duta Besar RI sekaligus Staf Khusus Program Prioritas Kemlu dan Co-Sherpa G20 Indonesia, Triansyah Djani menyebutkan adanya aturan presidensi.

"Sebagai presidensi dan sesuai dengan presidensi-presidensi sebelumnya adalah untuk mengundang semua anggota G20, dan bahwa diplomasi Indonesia selalu didasarkan pada prinsip-prinsip base on principal," ujar Triansyah.

"Oleh karena itu, memang kewajiban Presidensi G20 untuk mengudang semua anggotanya." (TribunWow.com/Via)

Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina

Sumber: TribunWow.com
Tags:
JokowiVladimir PutinUkrainaRusiaMoskow
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved