Konflik Rusia Vs Ukraina
Video Dramatis Penangkapan Pengkhianat Ukraina, Wanita Ini Dituding Bocorkan Data Rahasia ke Rusia
Pasukan khusus Ukraina melakukan penangkapan terhadap seorang tersangka yang dituduh melakukan pengkhianatan tingkat tinggi.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Pasukan khusus Ukraina melakukan penangkapan terhadap seorang tersangka yang dituduh melakukan pengkhianatan tingkat tinggi.
Wanita itu bernama Nadiya Antonova, sekretaris dewan lokal di desa Kutuzivka, Kharkiv, Ukraina yang disebut telah berkerjasama dengan Rusia.
Pasukan elit Pasukan Alpha dan agen intelijen rahasia Ukraina kemudian membawa wanita tersebut untuk diselidiki.
Baca juga: Serangan Dahsyat di Kharkiv, Tewaskan Jenderal Kesembilan Putin dan 100 Orang Tentara Rusia
Baca juga: Penampakan Tumpukan Misil Setinggi 4 Meter, Tim Penjinak Bom Ukraina Kumpulkan Bukti Serangan Rusia
Dikutip TribunWow.com dari The Sun, Rabu (11/5/2022), para prajurit melakukan penangkapan di provinsi Kharkiv setelah wilayah itu kembali diduduki oleh angkatan bersenjata Ukraina.
Aksi tersebut adalah bagian dari penyisiran nasional terhadap pengkhianat yang dituduh membantu penjajah Rusia.
Menurut hasil penyelidikan, Antonova dituduh mengungkap nama-nama tentara, polisi dan spesialis kontra-terorisme yang akan menjadi tulang punggung perlawanan lokal.
Dia juga memberikan identitas para pemburu dan penjaga taman kepada Rusia untuk direkrut.
Pasalnya, orang-orang itu memiliki pengetahua tentang pedesaan akan membuat mereka menjadi pejuang partisan yang sempurna.
Saat didatanngi, Antonova ditemukan meringkuk di ruang bawah tanah gedung pemerintah yang dibom.
Momen penangkapan ini juga dibagikan melalui tayangan di kanal YouTube The Sun, Rabu (11/5/2022).
Dilaporkan bahwa wanita tersebut sempat terkejut hingga berteriak.
"Pengkhianat! Anda pikir Anda telah menemukan pengkhianat?," seru Antonov.
"Tidak tahu malu. Aku di sini sepanjang waktu. Bagaimana menurutmu kita tinggal di sini?"
Baca juga: Ditangkap karena Dituduh Berkhianat, Nenek di Ukraina Marah Berteriak Curhat Kondisi Hidupnya
Namun momen tersebut tak terlihat di dalam video terkait.
Alih-alih, Antonova tampak tenang keluar dari rumahnya dan hanya mengangguk saat diajak bicara para tentara.
Ia juga menurut ketika diminta melihat surat-surat kemudian dibawa untuk mengikuti sepasukan tentara tersebut.
Diketahui, Antonova dituduh telah memaksa penduduk untuk mengenakan ban lengan putih untuk menunjukkan dukungan bagi pasukan Rusia.
Pasukan Rusia mengenakan ban lengan berwarna putih dan oranye sementara tentara Ukraina mengenakan warna kuning, hijau dan biru.
"Menurut penyelidikan, Nadiya Antonova memihak penjajah di desa Kutuzivka. Dia menjalin kerja sama dengan kepala militer Rusia, dengan tanda panggilan Knight," kata Gubernur Kharkiv Oleg Syniegubov.
"Antonova menyerahkan operasi anti-teroris, veteran perlindungan lingkungan, pemburu dan petugas penegak hukum, dan memaksa penduduk setempat untuk mengenakan ban lengan putih."
Baca juga: Sosok Kepala Intelijen Baru Rusia, Jenderal Kelahiran Ukraina yang Dikenal Brutal Habisi Musuh Putin
Baca juga: Pancing Kemarahan Rusia, Zelensky Pamer Foto Tangkap Politikus Ukraina Sahabat Putin, Tuntut Hal Ini
Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:
Zelensky Ungkap 2 Sosok Pengkhianat
Pada saat menyampaikan pidato rutin, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan terdapat dua pengkhianat di dalam tubuh pemerintahan Ukraina.
Selama Rusia dan Ukraina berkonflik sejak 24 Februari 2022 lalu, kedua belah pihak kerap saling tuding termasuk soal pasukan militer yang menyerah hingga membelot.
Namun baru kali ini Zelensky sendiri menyatakan menemukan dua pengkhianat di internal pemerintah Ukraina.
Dikutip TribunWow.com dari Sky News, kedua pengkhianat yang dimaksud oleh Zelensky diketahui berpangkat jenderal.
Menurut keterangan Zelensky, ada dua anggota senior dari badan intelijen Ukraina yang berhasil ditangkap atas tuduhan berkhianat.
Dua orang ini merupakan bagian dari Ukrainian National Security Service atau Sluzhba bezpeky Ukrayiny (SBU).
Badan ini diketahui merupakan penerus dari KGB Ukraina yang sempat didirikan pada era Uni Soviet dulu.
Satu pengkhianat merupakan pimpinan keamanan internal di SBU.
Sedangkan satu pengkhianat lainnya adalah bos SBU di Kherson.
Sebagai informasi, Kherson adalah kota besar pertama yang jatuh ke tangan Rusia selama konflik berlangsung.
"Saya tidak memiliki waktu untuk menangani para pengkhianat, tetapi mereka semua pasti akan dihukum," ujar Zelensky.
Zelensky menyebut siapapun yang melanggar sumpah militer setia kepada masyarakat Ukraina akan dicabut pangkatnya.
Tidak dijelaskan oleh Zelensky tindakan apa yang dilakukan oleh dua anggota senior ini sehingga dicap sebagai pengkhianat.
Di sisi lain, sejumlah tentara Rusia saat ini disebut tengah ramai-ramai melakukan pemberontakan terhadap komandan mereka atas konflik di Rusia-Ukraina.
Para tentara Rusia tersebut mulai tak mematuhi instruksi atasan mereka hingga menyabotase senjata mereka sendiri.
Informasi terkait tentara Rusia yang memberontak diungkapkan oleh Government Communications Headquarters (GCHQ).
Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, GCHQ adalah sebuah organisasi yang bertugas menyediakan intelijen atau informasi untuk pemerintah Inggris.
Dugaan pemberontakan ini diperkuat dengan beredarnya sebuah video tentara yang frustasi karena hanya dibekali senjata buatan tahun 1940 yang sudah tak layak pakai.
Kepala GCHQ, Sir Jeremy Fleming mengungkap ada sejumlah pesawat tempur milik Rusia dijatuhkan oleh tentara Rusia sendiri.
"Komando dan kontrol berada dalam kekacauan," ujar Fleming.
GCHQ sendiri sempat menyadap sejumlah percakapan antara tentara Rusia yang berisi tentang rencana memberontak.
"Kami telah melihat tentara Rusia kekurangan senjata dan moral, menolak untuk menjalankan pemerintah, menyabotase peralatan mereka sendiri dan secara sengaja menembak pesawat mereka sendiri," jelas Fleming,
Fleming menyampaikan, pemerintah Rusia saat ini tengah menggunakan tentara bayaran untuk meminimalisir kerugian pasukan militer Rusia.
Di sisi lain, Kantor Kepresidenan Amerika Serikat (AS) mengklaim memiliki sebuah informasi tentang kondisi internal pemerintah Rusia.
Menurut informasi tersebut, saat ini tengah terjadi kekacauan di dalam internal pemerintah Rusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin disebut tengah disesatkan oleh penasihat militernya sendiri.
Dikutip TribunWow.com dari bbc.com, penasihat Putin tersebut diduga terlalu takut untuk mengungkap fakta yang terjadi di lapangan sehingga memilih untuk membohongi Putin.
"Kami meyakini Putin diberikan informasi salah oleh penasihatnya tentang bagaimana buruknya performa pasukan militer Rusia dan bagaimana ekonomi Rusia menjadi lumpuh karena sanksi," ujar Kepala Bidang Komunikasi Kantor Kepresidenan AS, Kate Bedingfield.
Menurut Kate, invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina adalah sebuah blunder dan akan menyebabkan kerugian jangka panjang untuk Rusia.(TribunWow.com/Via/Anung)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/wanita-ukraina-dituding-mengkhianati-negara-dengan-memberikan-data-rahasia-ke-rusia.jpg)