Konflik Rusia Vs Ukraina
Komandan Militer Tertinggi Putin Dilaporkan Terluka Kena Serangan Ukraina saat Tinjau Pasukan
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Rusia Valery Gerasimov dikabarkan terluka hingga harus dilarikan dari zona perang, Minggu (1/5/2022).
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Kepala Staf Angkatan Bersenjata Rusia Valery Gerasimov dikabarkan terluka hingga harus dilarikan dari zona perang, Minggu (1/5/2022).
Tangan kanan Presiden Vladimir Putin itu terkena pecahan pelu setelah dikirim ke Ukraina untuk mengamankan kemenangan.
Hingga saat ini, belum diketahui nasib master perang yang kerap disandingkan dengan Menteri Pertahanan Sergey Shoigu tersebut.
Baca juga: Teka-teki Alasan Putin Jebloskan Jenderal Kepala FSB ke Penjara Terkejam Rusia, Diduga karena Ini
Baca juga: Sosok Sergei Shoigu, Menteri Pertahanan Rusia yang Sempat Dikabarkan Tak Terlihat Hampir 2 Minggu
Dilansir TribunWow.com dari Daily Mail, Minggu (1/5/2022), Valery Gerasimov, terluka di Izyum di wilayah Kharviv Ukraina, yang telah menjadi pusat pertempuran sengit sejak invasi Rusia.
Putin telah mengirim Gerasimov ke wilayah tersebut untuk mengambil kendali untuk merebut wilayah di Ukraina timur.
Hal ini dilakukan setelah tentara Rusia membatalkan rencananya untuk merebut Kyiv pada akhir Maret demi serangan terkonsentrasi di wilayah Donbas, Donetsk dan Luhansk.
Sebuah sumber tidak resmi Rusia melaporkan bahwa Gerasimov menderita luka pecahan peluru di sepertiga atas kaki kanan tanpa patah tulang.
Pecahan itu sudah berhasil diambil dan dinyatakan tidak mengancam nyawa.
Tapi cedera Gerasimov cukup parah sehingga dia diterbangkan dari garis depan dan kembali ke Rusia untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Penasihat kementerian dalam negeri Ukraina Anton Gerashchenko mengatakan serangan terhadap Izyum adalah tempat di mana Gerasimov ditugaskan.
"Ia secara pribadi datang untuk memimpin serangan ke Slavyansk," kata Gerashchenko.
"Sejumlah besar' perwira senior tewas dalam serangan yang melukai Gerasimov."
Ini menunjukkan bahwa tiga dari rombongan Gerasimov telah terbunuh sebelum dia dievakuasi.
Mengutip sumber yang tidak disebutkan, saluran Telegram Pro-Ukraina Vertikal juga menyebut Gerasimov telah terluka di dekat Izyum.
"Sumber kami melaporkan bahwa kaki dan pinggulnya rusak," kata Vertikal.
Outlet media Agentstvo melaporkan bahwa Gerasimov diterbangkan keluar dari zona perang awalnya dengan helikopter militer Mi-8 ke Belgorod di Rusia barat.
Tiga helikopter tempur Ka-52 berputar-putar saat Mi-8 mengangkut Gerasimov dan petinggi lainnya.
Kemudian di Belgorod ia naik pesawat Tu-154 milik Kementerian Pertahanan dan terbang ke tujuan yang tidak diketahui.
Pendiri Tim Intelijen Konflik independen Ruslan Leviev mengatakan seorang saksi mata di bandara melihat Gerasimov naik ke pesawat tanpa bantuan.
"Sumber itu mengonfirmasi bahwa Gerasimov-lah yang terbang," tulisnya.
"Tapi dia naik sendiri, hidup dan sehat."
Lukanya oleh orang-orang Ukraina akan menjadi pukulan psikologis mendalam lainnya bagi Putin dan kampanye perangnya yang goyah.
Baca juga: Korupsi dan Impor Suku Cadang Tiruan China Diduga Jadi Faktor Penyebab Kekalahan Rusia di Ukraina
Baca juga: Invasi Rusia ke Ukraina Hari ke-67, Warga Mariupol Dievakuasi hingga Kedatangan Angelina Jolie
Sosok Master Perang Putin
Sejak invasi Ukraina dimulai, dua orang kepercayaan Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi tokoh sentral dalam pelaksanaan agresi tersebut.
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Valery Gerasimov, menjadi sosok yang memegang peranan penting.
Keduanya menjadi perwajahan perang yang digunakan sebagai alat pemenuhan ambisi Vladimir Putin untuk menguasai Ukraina.
Dikutip TribunWow.com dari kanal berita France24, Minggu (6/3/2022), keduanya memiliki kedekatan khusus dengan Putin.
Di mata Putin, mereka adalah arsitek suksesnya kampanye pencaplokan Krimea pada 2014, strategi militer Rusia di Suriah serta dukungan bagi pemberontak pro-Rusia di wilayah Donbas.
Duo ini juga dianggap sebagai salah satu pengikut Putin yang paling setia.
Tidak mengherankan jika Kremlin memutuskan untuk menempatkan Shoigu dan Gerasimov dalam sorotan.
Keduanya menduduki jabatan masing-masing pada tahun 2012, yang uniknya, ditunjuk hanya berselang beberapa hari.
Dikatakan bahwa Shoigu akan tetap menjabat selama Gerasimov tetap menjadi kepala staf dan sebaliknya
Namun, dua orang yang berada di garis depan pelaksanaan wasiat presiden Rusia di Ukraina ini, rupanya memiliki latar belakang dan profil yang sangat berbeda.
Sementara Shoigu ahli dalam hal politik dan konspirasi, Gerasimov lebih mahir dalam bidang kemiliteran.
Sergei Shoigu
Shoigu adalah anggota dari lingkaran kekuasaan pertama yang memiliki banyak pengaruh di bawah Boris Yeltsin pada akhir 1990-an .
Aparatchik berusia 66 tahun itu memulai karir politiknya di akhir era Soviet, dengan menjadi menteri pertahanan pada tahun 2012.
Shoigu disebut kurang memiliki pengalaman militer maupun pengetahuan dinas rahasia.
Namun, Shoigu disebut memiliki kemampuan adaptasi yang baik, sehingga bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan pejabat tinggi Rusia yang dengan mudah berganti.
Dia terutama mengepalai partai Rusia Bersatu, dan memiliki peran memperkuat cengkeraman Putin pada permainan politik Rusia.
Menurut The Guardian, Shoigu digambarkan bertanggung jawab atas modernisasi besar-besaran tentara Rusia.
Selain itu, sebagai menteri pertahanan, Shoigu juga mengawasi dinas intelijen militer Rusia atau GRU yang ditakuti.
Ia diduga kuat menjadi dalang dalam meningkatnya operasi pembunuhan di Eropa pada 2010-an.
Termasuk percobaan pembunuhan dengan racun pada mantan agen ganda Sergei Skripal di Salisbury pada 2018.
Valery Gerasimov
Valery Gerasimov telah dianggap sebagai legenda dalam bidang kemiliteran Rusia.
Ia lahir pada tahun 1955 di Kazan, salah satu kota terpadat di Rusia.
Gerasimov tergabung dalam divisi lapis baja Tentara Merah yang bertugas saat Uni Soviet masih menjadi kesatuan.
Kemudian, ia menjadi satu dari antara komandan tentara Kaukasus Utara selama perang Chechnya kedua (1999-2009).
Gerasimov, yang digambarkan oleh Shoigu sebagai pria militer dari ujung kepala sampai ujung kaki, memimpin operasi di Ukraina pada 2014, di Suriah, dan sekarang, sekali lagi, di Ukraina.
Dia dikatakan sebagai penemu perang hibrida Rusia, yang menggabungkan penggunaan senjata konvensional dengan metode non-militer, seperti disinformasi atau serangan siber.(Tribunwow.com/Via)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pejabat-rusia-kepercayaan-putin-valery-gerasimov-dan-sergei-shoigu-pimpin-invasi-ke-ukraina.jpg)