Breaking News:

OTT KPK

KPK Ungkap Kronologi OTT Bupati Bogor Ade Yasin: Ada Sejumlah Uang Diamankan

KPK memaparkan seperti apa proses OTT Bupati Bogor Ade Yasin yang diduga terlibat dalam kasus suap.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Bupati Bogor Ade Yasin (tengah) di sela-sela kegiatannya di Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (15/3/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak Selasa (26/4/2022) malam hingga Rabu (27/4/2022) pagi, berhasil ditangkap Bupati Bogor Ade Yasin.

Ade terjaring OTT atas adanya dugaan terlibat tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan suap.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyampaikan, hingga kini KPK masih terus menggali keterangan dari seluruh pihak.

Baca juga: Ade Yasin Kena OTT KPK, Ternyata Dulu sang Kakak Rachmat Yasin Juga Korupsi saat Jadi Bupati Bogor

Baca juga: Profil Ade Yasin, Bupati Bogor yang Terjaring OTT KPK, Total Harta Kekayaan Capai Rp 4,1 M

"Sebagai informasi awal, begitu ada informasi dari masyarakat, kemudian kami tindak lanjuti dengan menangkap pihak-pihak yang juga melakukan tindak pidana korupsi berupa pemberian dan penerimaan suap," ujar Fikri dalam acara Breaking News MetroTv, Rabu (27/4/2022).

Menurut keterangan Fikri, OTT dilakukan di beberapa tempat, satu di antaranya adalah di Cibinong, Kabupaten Bogor.

"Ada sejumlah uang yang diamankan," ujarnya.

Kini seluruh pihak yang terjaring KPK'>OTT KPK telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta.

"Masih dalam proses permintaan keterangan, klarifikasi oleh tim KPK," terang Fikri.

Selain Ade Yasin, pihak lain yang terkena KPK'>OTT KPK adalah pihak dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Jabar.

Ironisnya, kakak Ade Yasin yakni Rachmat Yasin juga pernah ditahan oleh KPK karena melakukan tindak pidana korupsi semasa menjabat sebagai Bupati Bogor periode 2008-2014.

Kakak Ade Yasin tersebut kini tengah ditahan oleh KPK di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/4/2021).

Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com, Rachmat Yasin diketahui telah menerima gratifikasi dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kabupaten Bogor senilai Rp 8,9 miliar untuk kepentingan pemilihan bupati dan wakil bupati Bogor tahun 2013 dan pemilu 2014.

Selain uang, Rachmat juga menerima tanah seluas 170 ribu hektar di Desa Singasari, Jonggol, Kabupaten Bogor.

Tanah tersebut diberikan oleh pengusaha bernama Rudy Wahab untuk keperluan izin pembangunan pesantren.

Atas kejahatannya itu, Rachmat hanya divonis dua tahun penjara alias lebih rendah dari tuntutan jaksa yakni empat tahun. (TribunWow.com/Anung)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BREAKING NEWS: KPK OTT Bupati Bogor Ade Yasin dan Pihak BPK Jawa Barat dan Kompas.com dengan judul "KPK Eksekusi Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin ke Lapas Sukamiskin"

Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved