Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Moldova Adakan Rapat Darurat setelah Alami Rentetan Pengeboman, Bersiap Hadapi Invasi Rusia?

Presiden Moldova Maia Sandu telah mengadakan pertemuan mendesak Dewan Keamanan Tertinggi pada Selasa (26/4/2022).

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AFP via BBC.com
Tank Rusia T-72 terlihat di daerah yang dikuasai pemberontak di dekat bandara Donetsk, Ukraina. Terbaru, Moldova adakan rapat darurat buntut rentetan pengeboman di wilayahnya, Selasa (26/4/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Moldova Maia Sandu telah mengadakan pertemuan mendesak Dewan Keamanan Tertinggi pada Selasa (26/4/2022).

Hal ini dilakukan menyusul adanya pengeboman dua kali berturut-turut di wilayah Transnistria.

Hingga saat ini, belum diketahui pihak mana yang melakukan penyerangan tersebut.

Penampakan sistem rudal anti pesawat S-500 Prometheus di tempat pelatihan Kapustin Yar, Rusia, diunggah Senin (25/4/2022).
Penampakan sistem rudal anti pesawat S-500 Prometheus di tempat pelatihan Kapustin Yar, Rusia, diunggah Senin (25/4/2022). (Layanan Pers Kementerian Pertahanan Rusia)

Baca juga: Kisah Pilu Warga Ukraina Ditinggal Mati Istri dan Bayinya: Duniaku Dihancurkan oleh Rudal Rusia

Baca juga: Pesawat Nuklir Rusia Tertangkap Kamera Terbang Rendah di Perbatasan Ukraina, Gertakan atau Serangan?

Dilansir TribunWow.com, setelah peledakan gedung kementerian keamanan wilayah Transnistria sehari lalu, kini dua ledakan merusak tiang-tiang radio era Soviet di daerah itu.

Kabar ini dibagikan kementerian dalam negeri Transnistria yang mengatakan adanya penyerangan di wilayah Grigoriopol.

"Dua ledakan terjadi di desa Maiac, distrik Grigoriopol: yang pertama pada 6:40 dan yang kedua pada 7:05," kata kementerian dalam suatu pernyataan dilansir Aljazeera, Selasa (26/4/2022).

Tidak ada warga yang terluka, tetapi dua antena radio yang menyiarkan radio Rusia rusak.

Atas kejadian tersebut, Moldova segera melakukan tindakan untuk mengantispasi ketegangan yang terjadi.

Rencananya, setelah pertemuan Dewan Keamanan Tertinggi Moldova pada hari Selasa, Presiden Sandu akan mengadakan konferensi pers.

Sebagai informasi, Transnistria merupakan daerah yang berbatasan dengan Ukraina barat daya, dan dikuasai pasukan separatis dalam upaya memisahkan diri dari Moldova.

Seperti halnya di wilayah Donbas, Ukraina, para pasukan separatis itu mendapat dukungan dari Rusia.

Pihak berwenang Moldova sangat peka terhadap tanda-tanda meningkatnya ketegangan di Transnistria, terutama sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari.

Pasalnya, Rusia memiliki pasukan yang ditempatkan secara permanen di wilayah tersebut sejak runtuhnya Uni Soviet pada awal 1990-an.

Ukraina khawatir Transnistria dapat digunakan sebagai landasan untuk serangan baru di wilayahnya.

Adapun insiden pada hari Selasa terjadi setelah pejabat lokal pada hari Senin melaporkan beberapa ledakan di kementerian keamanan negara di kota Tiraspol pada pukul 6 sore (15:00 GMT) sehari sebelumnya, pada hari libur umum untuk Paskah Ortodoks.

Tidak ada korban luka yang dilaporkan dari insiden di gedung kementerian itu.

Dalam sebuah pernyataan di Facebook, Kementerian Dalam Negeri Transnistria mengatakan beberapa jendela bangunan pecah dan asap mengepul.

Informasi awal menunjukkan para penyerang telah menggunakan peluncur granat anti-tank genggam.

Saluran televisi Pervy Pridnestrovsky mengutip para saksi yang mengatakan bahwa mereka telah mendengar beberapa ledakan.

Saluran televisi TVS menunjukkan gambar peluncur granat yang ditinggalkan di tempat kejadian.

Namun hingga kini, tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas kedua insiden tersebut.

Baca juga: Rusia Sebut AS Justru Tak Ingin Konflik di Ukraina Berakhir, Ajak Negara-negara Barat Ikut Terlibat

Baca juga: Moldova Mulai Alami Serangan, Rusia Diduga Lebarkan Sayap Hendak Kuasai Tetangga Ukraina

Rusia Dikabarkan akan Invasi Moldova

Negara tetangga Ukraina, Moldova, resmi mendaftarkan diri sebagai anggota Uni Eropa (EU).

Setelah sebelumnya sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Belarusia Alexander Lukashenko terlihat menyiarkan rencana invasi ke negara tersebut.

Beredar kabar bahwa hal ini merupakan implementasi obsesi Putin untuk kembali mengibarkan bendera Uni Soviet.

Dilansir Aljazeera, Kamis (3/3/2022), pengajuan Moldova untuk menjadi anggota EU didaftarkan setelah sepekan invasi Rusia ke Ukraina.

Presiden Moldova, Maia Sandu, mengumumkan peresmian tersebut dan menjelaskan alasan di balik keputusannya.

"Kami ingin hidup dalam perdamaian kesejahteraan, dan menjadi bagian dari dunia yang merdeka," kata Maia Sandu.

"Saat sejumlah keputusan memerlukan waktu, yang lain harus dibuat secara cepat dan tepat, dan memanfaatkan kesempatan yang datang dengan perubahan dunia."

Bekas jajahan republik Uni Soviet yang berbatasan dengan Ukraina dan Rumania itu, rentan menjadi sasaran lantaran berbatasan langsung dengan wilayah yang diserang Rusia.

Tak hanya Moldova, negara tetangga Georgia yang merupakan eks Republik Uni Soviet, juga memiliki kekhawatiran serupa.

Bahkan, Georgia sudah lebih dulu mendaftarkan negaranya daripada Moldova.

Ketakutan menjalar setelah Rusia menginvasi Ukraina sejak Kamis (24/2/2022).

Apalagi, belum lama ini beredar video Presiden Belarusia ketika mengadakan rapat militer bersama jajarannya.

Dilansir nypost, Kamis (3/3/2022), dalam video tersebut, Alexander Lukashenko terlihat berdiri di depan sebuah peta komando pertempuran.

Ia menunjukkan serangan yang tampaknya direncanakan dari Ukraina selatan ke Moldova.

Peta tersebut membagi Ukraina menjadi empat bagian, di mana garis serangan yang disorot telah dilakukan oleh Rusia.

Wartawan Belarusia, Tadeusz Giczan, mencatat adanya rencana serangan ke Transnistria yang merupakan wilayah pecahan Moldova melalui pelabuhan Ukraina di Odessa.

Adapun awal tahun ini, intelijen militer Ukraina sempat memperingatkan bahwa Rusia merencanakan operasi bendera palsu di Moldova sebagai dalih untuk intervensi militer di Transnistria, yang dikendalikan oleh separatis pro-Rusia.(TribunWow.com/Via)

Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina

Tags:
MoldovaRusiaUkrainaVladimir PutinMaia Sandu
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved