Terkini Nasional
Penampakan Pos Polisi Pejompongan, Sudah 3 Kali Dibakar Massa Demonstrasi sejak Era Presiden SBY
Pos Polisi (Pospol) Pejompongan, Jakarta Pusat, dibakar orang tak dikenal setelah aksi demonstrasi berujung ricuh di depan Gedung DPR.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Pos Polisi (Pospol) Pejompongan, Jakarta Pusat, dibakar orang tak dikenal setelah aksi demonstrasi berujung ricuh di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (11/4/2022) malam.
Dilansir Tribun Jakarta, pospol yang berada di seberang Manara BNI itu dibakar massa sampai apinya terlihat membumbung tinggi.
Namun ternyata, bukan kali ini saja Pos Polisi Pejompongan yang nahas itu menjadi sasaran pembakaran massa aksi demonstrasi.
Baca juga: Jenguk Ade Armando di RS, Petinggi PSI Grace Natalie Buka Suara soal Aktor Pengeroyokan
Api sudah tiga kali melalap pos polisi itu bahkan sejak era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tahun 2019 silam.
Demo Tolak 3 Periode 2022

Pada Senin (11/4/2022), Pos Polisi Pejompongan dibakar massa yang sebelumnya sempat membuat kericuhan di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat.
Diketahui, demo di depan gedung parlemen itu diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).
Mereka hendak menyuarakan penolakan wacana perpanjangan masa jabatan presiden atau Jokowi tiga periode.
Lokasi demo dipilih lantaran ingin memastikan sikap para wakil rakyat tetap setia kepada Undang-Undang Dasar 1945 dan tidak mengamandemennya demi ambisi kekuasaan.
Namun pada praktiknya, aksi disusupi massa tidak dikenal yang bertindak anarki.
Aksi pembakaran diduga bukan dilakukan oleh mahasiswa.
Dari informasi yang diterima TribunJakarta.com di lokasi, peristiwa pembakaran ini terjadi sekira pukul 19.00 WIB.

Baca juga: Sosok Ade Armando, Dosen UI yang Babak Belur Dihajar Massa dalam Aksi Demo 11 April di Gedung DPR
Pantauan di lokasi, api kini sudah padam dan lokasi kejadian sudah diberi garis polisi.
Papan petunjuk yang berada di depan pos polisi pun tampak dirusak massa.
Sekira pukul 20.00 WIB, petugas kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sejumlah aparat gabungan dari unsur TNI dan Polri tampak masih berjaga di sekitar lokasi kejadian.
Arus lalu lintas di sekitar lokasi pun ramai lancar.
Demo Pelajar 2019
Dua tahun sebelumnya, Pos Polisi Pejompongan juga menjadi sasaran pembakaran massa demonstrasi.
Saat itu, pelajar yang melakukan kerusuhan di kawasan flyover Slipi, Jakarta barat, mengakibatkan Pos Polisi Pejompongan terbakar, Rabu (25/9/2022).
Pos polisi itu berada di bawah flyover Slipi.
Terbakarnya pos polisi itu berawal saat para pelajar tak diperbolehkan melakukan aksi di depan Kompleks Parlemen Senayan.
Mereka akhirnya melempar batu, petasan ke arah polisi.
Polisi kemudian menyemprotkan air menggunakan water cannon.
Kemudian, mereka tampak menyebar ke arah Pejompongan hingga akhirnya membakar pos polisi Pejompongan.
Aksi para pelajar ini menyusul aksi unjuk rasa para mahasiswa di depan Kompleks Parlemen Senayan, Selasa kemarin.
Unjuk rasa tersebut berakhir rusuh di sekitar kawasan Senayan.

Baca juga: 3 Fakta Ade Armando Dikeroyok saat Ikut Demo, Celana Lepas, Alami Luka Parah hingga Sosok Pelaku
Demo Tolak Kenaikan BBM 2011
Pada tahun 2011 silam, Pos Polisi Pejompongan juga menjadi sasaran pembakaran.
Kala itu, semasa kepemimpinan Presiden SBY, demonstrasi menolak kenaikan harga BBM berlangsung selama empat hari.
Selama itu, Indonesia Police Watch (IPW) mencatat, massa telah merusak dan membakar 16 kantor polisi termasuk Pos Polisi pejompongan.
Selain itu 4 mobil patroli dan 1 motor polisi juga dibakar.
Berikut catatan kerusakan kantor dan pos polisi dari IPW dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Minggu (1/4/2011):
- 31 Maret 2012 dinihari: Pos Polisi di simpang tiga kampus Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga di Jl Laksda Adi Sutjipto, Yogyakarta dibakar massa. Kaca bagian depan dan samping pecah. Seisi pos hangus terbakar.
- 30 Maret 2012 malam: Kantor Polisi Sub Sektor Pejompongan dan mobil Bantuan Polisi dari Polsek Tanah Abang dirusak massa. Aksi perusakan ini dilakukan demonstran yang dipukul mundur polisi dari gerbang DPR, Senayan. Sebelumnya, massa membakar satu pos polisi di kawasan Pondok Indah, Jaksel.
- 30 Maret 2012: Massa membakar Pos Polisi di Jl Ahmad Yani, Kendari, Sultra tepatnya di Bank Panin. Selain pos polisi massa juga merusak mobil plat merah jenis Toyota Rush.
- 30 Maret 2012: Di Ternate, Maluku Utara, mahasiswa membakar pos polisi Ternate Kota. Papan nama salah satu partai politik pun dirusak.
- 30 Maret 2012: Setelah sepanjang siang saling lempar dengan polisi, saat malam tiba, mahasiswa yang demo di Jembatan Layang Urip Sumoharjo Makassar, Sulsel makin nekat. Mereka melemparkan bom molotov hingga membakar mobil polisi.
- 30 Maret 2012 sore: Empat pos Polisi Lalu Lintas (Polantas) dirusak dan dibakar massa dalam aksi demonstrasi di Medan, Sumut. Keempatnya adalah Pos Polantas Polsek Medan Barat di Jl Yos Sudarso, pos polisi di Jl Perintis Kemerdekaan, Jl S Parman dan pos polisi di kawasan Aksara.
- 30 Maret 2012: Pos Polantas di simpang empat Mal Lembuswana, Samarinda, Kaltim dibakar massa demonstran dengan bensin dan ban bekas.
- 29 Maret 2012: Pos polisi yang terletak dekat kampus UPI-YAI Salemba, Jakarta Pusat dirusak mahasiswa, dengan cara dilempari batu dan botol. Selain itu mahasiswa juga melempar ban yang terbakar ke arah 20-an polisi yang sedang berjaga. Satu unit motor yang terparkir di depan pos polisi juga dibakar mahasiswa. Begitu pula mobil resmob yang sedang melintas ikut dibakar.
- 28 Maret 2012: Pos polisi di persimpangan Jalan AP Pettarani dan Jalan Sultan Alauddin, Maka
- 28 Maret 2012: Ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menyerang Polsek Rappocini, di Jl Sultan Alauddin, sekitar pukul 20.00 Wita. Mendapat serangan tiba-tiba itu, anggota kepolisian dibantu warga berhasil menghalau mahasiswa.
- 27 Maret 2012: Usai bentrokan mahasiswa dan polisi di Gambir, demonstran merusak pos Polantas di Simpang Lima Senen, Jakpus. Tidak hanya itu, massa juga merusak mobil patroli milik Polantas.
- 27 Maret 2012: Pos Polantas di depan bioskop Megaria, Jakpus dirusak demonstran. Massa merusak jendela kaca pos polisi tersebut. Polisi yang berjaga di pos itu berhasil menyelamatkan diri.
- 27 Maret 2012: Selain merusak gedung DPRD, mahasiswa juga merusak pos polisi yang terletak di ujung kampus Universitas Haluloeo, Kendari, Sultra. Aksi ini dilakukan mahasiswa setelah polisi menembaki mereka dengan peluru karet dan gas air mata. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Nasib Pos Polisi Pejompongan, 3 Kali Dibakar Massa Demonstrasi Sejak Era Presiden SBY hingga Kini