Terkini Daerah
Viral Perang Sarung saat Sahur di Ponorogo, Ternyata Hanya Konten untuk Bercanda, Ini Kata Polisi
Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah remaja melakukan aksi perang sarung viral di media sosial. Ternyata ini faktanya.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah remaja melakukan aksi perang sarung viral di media sosial.
Dikutip dari Kompas.com, peristiwa itu terjadi di Jalan Suromenggolo, Kota Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Belakangan diketahui, aksi perang sarung dalam video itu ternyata sengaja diatur atau hanya settingan untuk kepentingan konten media sosial.
Baca juga: Viral Sosok Pengamen Asal Georgia Bawakan Lagu Indonesia Raya, Ini Cerita sang Pengunggah Video
Hal itu diungkapkan Kapolsek Ponorogo Kota, AKP Haryo Kusbintoro.
“Video itu tidak beneran. Hanya guyonan. Jadi kontennya dibuat untuk bercanda,” kata Kapolsek Ponorogo Kota, AKP Haryo Kusbintoro kepada Kompas.com, Jumat (8/4/2022).
Menurut Haryo, video perang sarung itu diperankan anak-anak yang masih duduk di bangku SMP di Kota Ponorogo.
Benjolan di ujung kain sarung juga bukan batu, melainkan hanya kain sarung yang diikat beberapa kali sehingga membentuk benjolan.
Baca juga: Kapan BSU atau BLT Subsidi Gaji Rp 1 Juta Cair? Ini Syarat Penerima Periode Tahun Lalu
Haryo mengatakan, pemeran, pembuat, dan pengunggah video tersebut sudah mengakui kesalahannya.
Mereka juga sudah meminta maaf kepada publik. Video yang diunggah pun sudah dihapus oleh admin akun media sosial yang mengunggahnya.
“Kemarin sudah minta maaf melewati media sosial. Saat meminta maaf mereka menyampaikan kontennya itu dibuat untuk bercanda,” kata Haryo.
Ia menuturkan bahwa penyelidikan dilakukan lantaran video perang sarung yang diunggah di salah satu akun Instagram itu mengganggu ketertiban umum.
Baca juga: Isi Percakapan Intelijen Ukraina, Kelakuan Tentara Rusia Tak seperti yang Diberitakan Media Barat
Terlebih saat ini kasus perang sarung yang menimbulkan korban marak terjadi di berbagai daerah.
Ia khawatir bila tak ditindak, video itu dapat memicu terjadinya konflik sosial dan menimbulkan asumsi terjadi sesuatu yang mencekam di Kota Ponorogo.
Sebagai bentuk keseriusan permintaan maaf, lanjut Haryo, pemeran, pembuat dan pengunggah video di media sosial membuat surat pernyataan tertulis yang diketahui orang tua, RT/RW, kepala desa hingga camat.
“Untuk pemeran video yang masih anak-anak sekolah, surat pernyataannya juga harus diketahui atau ditandatangani wali kelas dan kepala sekolah,” ungkap Haryo.
Apabila mengulangi perbuatan yang sama, jelas Haryo, semua yang membuat pernyataan terkait video viral perang sarung akan diproses hukum karena mengganggu ketertiban. (*)
Baca berita Viral lainnya
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Video Viral Perang Sarung Saat Sahur di Ponorogo, Polisi: Hanya Konten untuk Bercanda"