Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Diduga Disewa Putin, Ribuan Tentara Bayaran Wagner yang Terkenal Kejam Tiba di Ukraina

Kelompok tentara bayaran Wagner yang disewa Rusia dikabarkan telah berada di Ukraina.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Capture YouTube news.com.au
Ilustrasi tentara Rusia. Terbaru, tentara bayaran Wagner terlihat di wilayah Ukraina, Selasa (5/4/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Kelompok tentara bayaran Wagner yang disewa Rusia dikabarkan telah berada di Ukraina.

Dikhawatirkan sebanyak 1.000 prajurit terlatih telah dikerahkan ke medan perang.

Perusahaan militer bayangan itu dikatakan kerap diandalkan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk melakukan pekerjaan kotor dari jarak jauh.

Warga dan tentara Suriah berbondong-bondong mendaftar menjadi relawan perang membantu Rusia melawan Ukraina.
Warga dan tentara Suriah berbondong-bondong mendaftar menjadi relawan perang membantu Rusia melawan Ukraina. (BBC.com)

Baca juga: Rusia Tuding Kelompok Sabotase Ukraina Sedang Siapkan Rekayasa di Kherson, Ulangi Insiden Bucha?

Baca juga: Putin 3 Kali Gagal Lakukan Upaya Pembunuhan Zelensky, Tempatkan Pasukan Bayangan Rusia di Ukraina

Dilansir TribunWow.com dari Daily Mail, Selasa (5/4/2022), sebuah gambar beredar menunjukkan seorang tentara mengenakan lencana kelompok paramiliter Wagner.

Tentara itu terlihat membawa senapan AK-15 yang digunakan oleh pasukan khusus Rusia di depan hotel Park Inn milik Radisson di Donetsk, yang digunakan sebagai kantor Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa yang diakui PBB.

Gambar pertama yang menunjukkan keberadaan kelompok tersebut diambil oleh Koresponden perang pro-Kremlin Semyon Pegov di Ukraina.

Philip Ingram, seorang mantan perwira intelijen Inggris, mengatakan kepada The Times bahwa senjata yang dibawa tentara Wagner menunjukkan bahwa Rusia sedang menggunakan jasanya.

"GRU menggunakan Wagner sebagai pasukan yang ditugaskan melakukan operasi kotor yang dapat disangkal," kata Ingram.

"Fakta bahwa mereka menggunakan AK-15, senapan serbu baru Spetsnaz (pasukan khusus Rusia), merupakan indikasi yang jelas bahwa mereka dikontrak dan dikomandoi oleh pasukan khusus Rusia."

Grup Wagner dikatakan telah ditugaskan untuk membunuh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan tokoh senior Ukraina lainnya, termasuk Klitschko bersaudara.

Kelompok ini dikenal memiliki moto 'Kematian adalah bisnis kami dan bisnis adalah baik.'

Kelompok tentara bayaran, yang dianggap sebagai pendukung Putin, termasuk di antara daftar individu dan organisasi yang dijatuhi sanksi oleh Inggris.

Tentara sewaan tersebut diduga dijalankan oleh oligarki Yevgeny Prigozhin, sekutu dekat presiden Rusia yang sering dijuluki 'koki Putin'.

Pasukan ini diterbangkan ke Ukraina beberapa minggu lalu dengan tawaran sejumlah besar uang untuk misi tersebut.

Sumber-sumber intelijen Inggris mengatakan pekan lalu pasukan itu telah dikerahkan ke Donbas setelah tentara Rusia mengalami kekalahan besar.

Diperkirakan 1.000 tentara bayaran dan komandan senior telah berada di wilayah Ukraina.

Diketahui, pasukan ini sebelumnya telah dikerahkan ke Afrika, untuk melakukan operasi operasi hitam yang diinginkan Kremlin sambil menghindari tanggung jawab langsung.

Pada bulan Desember, Uni Eropa menuduh Wagner pelanggaran hak asasi manusia yang serius di Ukraina, Suriah, Libya, Republik Afrika Tengah, Sudan dan Mozambik.

Pasukan tersebut dituding melakukan kekejaman pada warga sipil meliputi pembunuhan, pemerkosaan dan penyiksaan.

Namun, Rusia terus-menerus menyangkal keberadaan kelompok tersebut dan asal-usulnya tidak jelas, meskipun pertama kali muncul pada tahun 2014 di Donbas.

Awalnya, kelompok itu hanya terdiri dari beberapa ratus veteran tentara Rusia.

Mereka diperintahkan untuk membunuh para pemimpin Donbas yang secara luas mendukung Rusia, tetapi menolak untuk mengikuti instruksi dari Kremlin.

Menurut pakar keamanan negara, pembunuhan ini kemudian disalahkan pada pasukan Ukraina.

Pendiri dan pemimpin Wagner adalah Dmitry Utkin, mantan letnan kolonel Spetsnaz yang menamai kelompok tersebut dari kode namanya di Spetnaz.

Tentara bayaran adalah ilegal di Rusia tetapi Putin menggunakan Wagner untuk menghancurkan pemberontak Suriah dan bahkan menghadiahkan Utkin sebuah medali.

Namun, pada akhirnya, Grup Wagner menjadi sangat berbahaya sehingga bahkan pemerintah Rusia pun menolak untuk membiayai mereka.

Baca juga: Adu Klaim Rusia Vs Ukraina, Putin Sewa Pembunuh Bayaran hingga Ukraina Manfaatkan Napi Pembunuh

Baca juga: Rusia Tuding Kelompok Sabotase Ukraina Sedang Siapkan Rekayasa di Kherson, Ulangi Insiden Bucha?

Putin Kerahkan Pembunuh Bayaran

Rusia dikabarkan telah kembali mengerahkan pasukan profesional dalam upaya pembunuhan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Pria 44 tahun yang kini menjadi maskot perang Ukraina tersebut menjadi target utama untuk memuluskan Rusia menguasai Kiev.

Pengerahan para pembunuh bayaran ini disebut telah diinstruksikan secara pribadi oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dilansir TribunWow.com dari Fox News, Minggu (20/3/2022), Direktorat Intelijen Ukraina menyebutkan tentara bayaran tersebut diduga berasal dari perusahaan militer swasta Wagner Rusia.

Pasukan tersebut telah tiba di Ukraina pada hari Minggu dengan tujuan untuk membunuh pemimpin militer dan politik Ukraina.

"Kelompok militan lain yang terkait dengan Yevgeniy Prigozhin, seorang propagandis Rusia yang dekat dengan Putin dan pemilik Liga (Wagner), mulai tiba di Ukraina hari ini," kata Direktorat Intelijen Utama Kementerian Pertahanan Ukraina dalam sebuah postingan Facebook.

"Tugas utama para penjahat adalah melenyapkan pimpinan militer dan politik tertinggi Ukraina."

Direktorat menegaskan bahwa target utama tentara bayaran termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dan Perdana Menteri Denys Shmyhal.

Selain itu juga Kepala Staf Kepresidenan Andrii Yermak, seorang produser film Ukraina dan pengacara yang menjabat sebagai kepala penasihat Zelensky.

"Putin secara pribadi memerintahkan serangan lain oleh salah satu dari beberapa proxy," bunyi keterangan Direktorat Intelejen Ukraina.

"Semua upaya sebelumnya telah berakhir dengan kegagalan dan penghapusan teroris."

Kementerian Pertahanan Ukraina selama berminggu-minggu membunyikan alarm tentang ribuan tentara bayaran Rusia dari perusahaan militer swasta Liga, sebelumnya dikenal sebagai PMC Wagner, datang ke Ukraina.

"Penjajah Rusia, setelah gagal mencapai tujuan mereka selama agresi skala penuh terhadap Ukraina, terus mencoba untuk mengacaukan pemerintah Ukraina, menurunkan moral masyarakat, mengganggu gerakan perlawanan, dan memperlambat kerja sama internasional Ukraina," ujar Direktorat Intelijen Ukraina.

"Organisasi pembunuhan orang pertama negara kita (presiden-red) adalah bagian dari strategi penjajah."

Namun, pihak Ukraina telah mengantisipasi hal tersebut dan sudah melakukan upaya pencegahan.

"Rencana Kremlin diketahui oleh tentara Ukraina, layanan khusus, dan lembaga penegak hukum," bunyi postingan tersebut.

"Kami siap untuk mengusir penyerang baik di depan maupun di belakang. Tidak ada serangan teroris yang akan berhasil."

Dilaporkan bahwa Zelensky telah berhasil menghindari upaya pembunuhan yang dilakukan sebanyak 3 kali.

Aksi tersebut dikabarkan dilakukan oleh sekelompok pasukan bayangan yang berasal dari Republik Chechnya, dan diduga dikoordinasi oleh kelompok Wagner.

Adapun menurut menurut Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), sejak didirikan pada tahun 2014, Grup Wagner telah dianggap sebagai kelompok proksi negara Rusia di luar negeri.

Kelompok itu didirikan oleh Dmitry Utkiny, seorang veteran perang Chechnya dan mantan anggota Direktorat Intelijen Utama, atau badan intelijen Rusia disingkat GRU.

Dia dan operator Grup Wagner lainnya berpartisipasi dalam pencaplokan Krimea oleh Rusia dari Ukraina pada tahun 2014.  (TribunWow.com)

Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Vladimir PutinTentaraRusiaUkraina
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved