Konflik Rusia Vs Ukraina
Cari Stok Obat, Gadis Ukraina dan Ibunya yang Sakit Tewas Diberondong Tank Rusia
Seorang wanita Ukraina dan ibunya yang sakit dilaporkan tewas ditembak tank Rusia saat mencari obat.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Seorang wanita Ukraina dan ibunya dilaporkan tewas ditembak pasukan Rusia.
Tragisnya, wanita bernama Valeriia Maksetska (31) alias Lera itu sedang mencarikan obat untuk ibunya, Irina, yang sedang sakit.
Bersama rekannya yang mengemudi, Yaraslov, Lera dan Iriana meninggal ketika sebuah tank Rusia tiba-tiba menembakkan misil ke mobilnya.
Baca juga: Tumpukan Jasad Korban Perang Ukraina Dimakamkan Massal, Mayat Dibungkus Kantong Plastik
Baca juga: Senjata Thermobaric Rusia Terekam Kamera, Ikut Balik Arah saat Dipukul Mundur Pasukan Ukraina
Kabar memilukan tersebut dibagikan oleh Administrator Badan Pembangunan Internasional AS, Samantha Power melalui Twitternya @PowerUSAID, Kamis (10/3/2022).
Disebutkan bahwa kejadian tersebut bertempat di sebuah desa di luar Kiev, ibukota Ukraina.
"Saya sangat sedih untuk berbagi kabar kematian Valeriia 'Lera' Maksetska, wanita Ukraina terhormat, mitra pelaksana @USAID Ukraina dan pemimpin yang brilian serta penuh kasih dalam membangun kohesi sosial dan memerangi disinformasi," tulis Power.
"Ia dibunuh militer Rusia hanya beberapa saat sebelum ulang tahunnya yang ke- 32."
Lera merupakan seorang petugas medis terlatih yang berasal dari wilayah Donestk yang kini dikuasai Rusia.
Ia pun memutuskan pindah ke Kiev dan bekerja pada lembaga kemanusiaan USAID.
Lera membuat keputusan sulit untuk tetap tinggal di Kiev setelah Rusia melancarkan invasi ke Ukraina lebih dari dua minggu lalu.
Wanita tersebut lebih memilih membantu sesama selama perang daripada mengungsi.
"Seperti yang ditulis Lera ketika Kiev diserang, dia marah pada kekerasan yang mengerikan, tetapi sangat bangga menjadi orang Ukraina dan tinggal di suatu tempat di mana kepercayaan penting," tulis Power.
Lera akhirnya terpaksa meninggalkan Kiev untuk mencari obat setelah ibunya yang sakit kehabisan pasokan medis.
Keduanya berkendara dibantu rekannya hingga ke perbatasan.
Mereka pun sempat menunggu konvoi Rusia lewat, ketika sebuah tank tiba-tiba melepaskan tembakan.
Dilansir New York Post, Jumat (11/3/2022), Jamey Butcher, CEO dan Presiden Chemonics, mitra USAID tempat Maketska bekerja, turut menyampaikan belasungkawa.
Menurutnya ibu Lera masih hidup ketika diselamatkan oleh warga.
Namun wanita tersebut menyusul putrinya mengembuskan napas terakhir di tempat perlindungan.
"Dia memberanikan diri pada hari yang menentukan itu karena ibunya membutuhkan obat. Untuk tindakan tanpa pamrih itu, dia membayar harga tertinggi," kata Butcher.
"Setelah serangan itu, seorang Samaria yang baik hati yang tinggal di desa itu membawa Irina ke ruang bawah tanahnya dan memberinya makanan dan air. Sayangnya, Irina meninggal."
Sementara itu, Yaraslov yang mengemudikan mobil ketika insiden terjadi, rupanya juga seorang relawan.
Ia dikatakan kerap memberi tumpangan bagi para pengungsi untuk berpindah ke lokasi lebih aman.
"Yaraslov adalah sepupu dari salah satu anggota tim kami dan mengantar banyak orang ke tempat yang aman dengan mobilnya sendiri begitu militer Rusia mulai melemparkan amunisi. Hari itu dia hanya ingin membantu keluarga yang membutuhkan. Pria itu adalah pahlawan," ujar Butcher.
Baca juga: Viral Video Wali Kota Melitopol Ukraina Diculik Tentara Rusia, Zelensky Geram: Tahap Teror Baru
Baca juga: Dituduh Rusia Jadi Korban Settingan, Ini Nasib Ibu Hamil di Ukraina yang Fotonya Viral
Anak-anak Meninggal Akibat Serangan Rusia
Ibu negara Ukraina, Olena Zelenska, mengungkap keprihatinan atas banyaknya korban anak-anak yang tewas.
Olena mengunggah foto anak-anak yang meninggal terkena serangan dari tentara Rusia.
Hingga kini, istri Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky itu mengatakan ada 38 anak yang tewas akibat invasi tersebut.
Dikutip TribunWow.com dari akun Instagram @olenazelenska_official, Rabu (9/3/2022), diperlihatkan lima foto anak-anak Ukraina.
Kebanyakan dari mereka berjenis kelamin perempuan dan memiliki rentang usia dari 1 tahun hingga 14 tahun.
Zelenska pun memberikan informasi mengenai anak-anak tersebut di kolom keterangan.
Foto pertama menampilkan seorang pria berlari menggendong anak berusia 1,5 tahun di sebuah rumah sakit.
Namun terlihat bercak-bercak darah dari kain yang digunakan untuk membawa anak tersebut.
"Penjajah Rusia membunuh anak-anak Ukraina, secara sadar dan sadis.
Kirill yang berusia 18 bulan dari Mariupol segera dibawa ke rumah sakit oleh orang tuanya.
Dia terluka oleh penembakan itu, dan dokter tidak bisa berbuat apa-apa," tulis Zelenska.
Kemudian, diperlihatkan seorang anak perempuan sedang berjongkok dan tersenyum manis.
Disusul foto seorang gadis kecil yang tersenyum lebar menunjukkan sesuatu di tangannya.
"Alice dari Okhtyrka.
Dia bisa saja berusia delapan tahun.
Namun, dia meninggal dalam penembakan bersama kakeknya, yang melindunginya.
Polina dari Kiev.
Dia meninggal selama penembakan di jalan-jalan ibukota kami, bersama dengan orang tua dan saudara laki-lakinya.
Saudaranya dalam kondisi kritis."
Kemudian, tampak foto seorang bocah laki-laki dikelilingi tiga orang dewasa yang tampaknya adalah keluarganya.
Terakhir, seorang gadis manis berdiri di samping pohon cemara sembari berpose membawa bola salju.
"Arseniy, 14 tahun.
Sebuah pecahan proyektil mengenai kepalanya.
Petugas medis tidak bisa menjangkau bocah itu karena diberondong tembakan.
Arseniy mati kehabisan darah.
Sofia, 6 tahun.
Dia, bersama dengan saudara laki-lakinya yang berumur satu setengah bulan, ibu, nenek, dan kakeknya, ditembak mati di dalam mobil mereka.
Keluarga itu mencoba meninggalkan Nova Kakhovka."
Menurut Zelenska, ada 38 anak tercatat telah meninggal sejak invasi pertama diluncurkan.
Angka ini masih terus bertambah mengingat banyaknya pengungsi dan anak-anak masih terjebak di sejumlah kota.
"Setidaknya 38 anak telah meninggal di Ukraina.
Dan angka ini mungkin meningkat saat ini karena penembakan di kota-kota kita yang damai!"
Sementara itu, pihak Rusia membantah melakukan penyerangan ke masyarakat sipil dan fasilitas publik.
Zelenska pun menyoroti hal tersebut dan menunjukkan foto anak-anak tersebut ke wajah tentara maupun pejabat Rusia.
"Ketika orang-orang di Rusia mengatakan bahwa pasukan mereka tidak menyakiti penduduk sipil, tunjukkan kepada mereka gambar-gambar ini!
Tunjukkan pada mereka wajah anak-anak ini yang bahkan tidak diberi kesempatan untuk tumbuh dewasa.
Berapa banyak lagi anak-anak yang harus mati untuk meyakinkan pasukan Rusia agar berhenti menembak dan mengizinkan koridor kemanusiaan?"
Wanita 44 tahun itu pun mengimbau agar berita tersebut disebarkan sehingga bisa terdengar di telinga warga Rusia.
"Katakan kebenaran yang mengerikan ini: penjajah Rusia membunuh anak-anak Ukraina.
Beritahu ibu Rusia - beri tahu mereka apa yang sebenarnya dilakukan putra mereka di sini, di Ukraina.
Tunjukkan foto-foto ini kepada wanita Rusia - suami, saudara, rekan senegara anda membunuh anak-anak Ukraina!
Biarkan mereka tahu bahwa mereka secara pribadi bertanggung jawab atas kematian setiap anak Ukraina karena mereka hanya diam memberi persetujuan atas kejahatan ini."(TribunWow.com/Via)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/kolase-sosok-valeriia-maksetska-wanita-ukraina-yang-meninggal-akibat-ditembak-tank-rusia.jpg)