Konflik Rusia Vs Ukraina
Ini Daftar Permintaan Rusia jika Ingin Serangan ke Ukraina Berhenti
Diplomat Rusia sekaligus juru bicara pemerintahan Rusia menyampaikan sederet permintaan yang harus dipenuhi Ukraina jika ingin konflik berhenti.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Memasuki hari ke-12, konflik antara Rusia dan Ukraina masih terus berlangsung.
Pada Senin (7/3/2022) pemerintah Rusia dan Ukraina kembali mengadakan pertemuan untuk membahas solusi penyelesaian konflik.
Sementara itu pemerintah Rusia telah menyampaikan sederet permintaan sebagai syarat untuk mengakhiri konflik ini.
Baca juga: Audiens Ramai Tertawa, Trump Bercanda Usul AS Pura-pura Jadi China saat Serang Rusia
Baca juga: Beranikah Putin Invasi Ukraina jika Trump Masih Presiden? Eks Dubes AS Menjawab
Pemerintah Rusia menyatakan bersedia untuk menghentikan operasi militernya asalkan Ukraina bersedia memenuhi beberapa permintaan Rusia.
Dikutip TribunWow.com dari BBC.com, juru bicara Pemerintahan Rusia, Dmitry Peskov pertama menyampaikan bahwa Ukraina harus mengakui Crimea sebagai bagian dari Rusia.
Seperti yang diketahui, Crimea dianeksasi oleh Rusia dari Ukraina pada tahun 2014 lalu.
Kemudian Rusia juga meminta agar Ukraina mengakui kedaulatan Donetsk dan Luhansk sebagai negara independen.
Rusia juga meminta agar Ukraina tidak bergabung dengan blok manapun, satu di antaranya adalah NATO.
Peskov menyampaikan, apabila Ukraina bersedia memenuhi permintaan tersebut maka Rusia akan menyetop operasi militernya.
Peskov juga mengatakan bahwa Rusia tidak memiliki tujuan untuk menganeksasi wilayah Ukraina yang lainnya.
Di sisi lain, pada hari Senin (7/3/2022), Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan pesan terbaru terkait invasi yang dilakukan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin di Ukraina.
Zelensky menyampaikan beberapa hal mulai dari tak pernah menginginkan perang hingga, permohonan sanksi, hingga rencana ke depan.
Awalnya, Zelensky menyampaikan Ukraina saat ini tidak memiliki pilihan lain selain berperang.
"Kita tidak pernah menginginkan perang ini, tetapi perang ini telah dibawa kepada kami," ujar Zelensky.
"Kita tidak pernah ingin membunuh siapapun tetapi kita harus melawan balik untuk mengusir musuh keluar dari tanah dan kehidupan kita," sambungnya.
Zelensky turut membahas bahwa dia telah berbicara bersama Perdana Menteri Inggris Bors Johnson, Presiden Polandia, Kepala Pemerintahan Italia, dan Presiden Perancis.
"Jika situasi semakin memburuk maka sanksi baru perlu diberlakukan untuk membawa perdamaian," kata Zelensky.
Zelensky juga menegaskan perlu dilakukan embargo terhadap minyak dari Rusia.
"Kita harus melawan kejahatan yang ingin menghancurkan kemanusiaan," kata dia.
Selanjutnya, Zelensky membahas bahwa pemerintah Ukraina saat ini tengah membuat sebuah rencana apa saja yang harus dilakukan setelah menang melawan Rusia nanti.
"Ada banyak orang di Ukraina yang mampu berperang demi negara, kemerdekaan, dan bendara nasional kita," kata Zelensky.
Berdasarkan info dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sejak konflik dimulai pada 24 Februari 2022 lalu, total ada 364 warga sipil yang tewas di Ukraina, dan 759 orang lainnya luka-luka.
Info terbaru, pada Senin (7/3/2022) pemerintah Rusia dan Ukraina diketahui telah kembali menyepakati adanya gencatan senjata sementara untuk membiarkan warga sipil keluar dari zona konflik.
AS Jawab Apa yang Terjadi jika Zelensky Dibunuh
Di tengah invasi pasukan militer Rusia ke Ukraina, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sempat menyampaikan bahwa dirinya terancam terbunuh.
Zelensky mengumumkan bahwa dirinya adalah target nomor satu Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dikutip dari RT.com, Minggu (6/3/2022), di sisi lain, Sekretaris Negara Amerika Serikat (AS) Anthony Blinken membocorkan apa yang terjadi jika pada akhirnya Zelensky memang berakhir tewas dibunuh.
Menurut keterangan Blinken, Pemerintahan Ukraina akan terus berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan.
"Masyarakat Ukraina memiliki rencana yang saya tidak akan bahas secara lebih detail, untuk memastikan ada kesinambungan pemerintahan (Ukraina)," ungkap Blinken.
Sebelumnya diberitakan, seorang anggota senior intelijen Amerika Serikat (AS) menyampaikan bocoran dari percakapan antara pemerintah AS dengan Presiden Ukraina Volodymr Zelensky terkait invasi Rusia.
Zelensky ternyata sempat diberikan tawaran kabur atau evakuasi dari Kiev/Kyiv yang merupakan Ibu Kota Ukraina.
Seperti yang diketahui, di hari ketiga invasi tepatnya pada Sabtu (26/2/2022), pasukan militer Rusia telah memasuki kawasan Ibu Kota Ukraina.
Dikutip dari abcnews.com, suara ledakan terdengar di berbagai titik di kawasan Ibu Kota.
Pemerintah AS menduga tujuan utama Putin adalah melengserkan pemerintahan Ukraina yang dipimpin oleh Zelensky.
Di tengah konflik yang semakin memanas, Zelensky diminta oleh AS untuk segera mengevakuasi dirinya dari Kiev.
Namun tawaran tersebut ternyata ditolak oleh Zelensky.
Zelensky kemudian menjelaskan bahwa dirinya akan bertarung.
"The fight is here (perang telah tiba)," kata Zelensky.
Baca juga: Zelensky Merasa Kematian Sudah Dekat, Ukraina Siapkan Rencana jika Presiden Tewas di Tangan Rusia
Ia kemudian juga menyampaikan bahwa apa yang ia butuhkan saat ini adalah amunisi anti tank bukan tumpangan untuk evakuasi.
Sebelumnya Zelensky juga sempat mengunggah sebuah video pada Jumat (25/2/2022) malam.
Video itu merekam dirinya dan para petinggi pemerintahan Ukraina berada di luar kantor presiden di Kiev/Kyiv.
Zelensky yang terancam dibunuh oleh pasukan militer Presiden Vladimir Putin justru menyatakan akan tetap bertahan di Kiev.
Dalam video tersebut, tampak Zelensky dengan tenang merekam dirinya dan para pejabat yang mendampinginya.
Berikut pesan yang disampaikan Zelensky.
"Selamat malam semuanya, pimpinan fraksi ada di sini," ucap Zelensky, dikutip dari YouTube Guardian News, Sabtu (26/2/2022).
"Kepala kantor presiden ada di sini."
"Perdana Menteri Shmyhal ada di sini."
"Podolyak (penasihat kepala kantor presiden) ada di sini."
"Presiden ada di sini."
"Kami semua ada di sini, pasukan militer kita ada di sini, masyarakat ada di sini."
"Kita semua ada di sini untuk melindungi independensi negara kita," kata Zelensky.
Zelensky menegaskan apapun yang terjadi, dirinya dan para pejabat lainnya akan tetap bertahan di Kiev.
"Jayalah pasukan kita, jayalah Ukraina," tegasnya. (TribunWow.com/Anung)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/1sempatan-tersebut-putin-2raina-vs-rusia.jpg)