Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ini Kondisi Ukraina saat Diskusikan Damai dengan Rusia, Invasi Putin Justru Memanas

Pada Senin (28/2/2022) kemarin di Belarus, pemerintah Rusia dan Ukraina sepakat untuk membicarakan akhir konflik.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Kolase youtube kompastv dan Capture YouTube Daily Mail
Foto kiri: Pidato Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky merasa Ukraina telah ditinggal sendirian oleh negara-negara barat untuk menghadapi Rusia, Jumat (25/2/2022). Foto kanan: Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato menanggapi protes terhadap penyerangan militer ke Ukraina, Jumat (25/2/2022). Terbaru, pada Senin (28/2/2022) Rusia dan Ukraina mengadakan pertemuan di Belarus. 

TRIBUNWOW.COM - Pada hari kelima invasi, tepatnya pada Senin (28/2/2022), pemerintah Rusia dan Ukraina sepakat bertemu untuk mendiskusikan akhir dari invasi yang dilakukan oleh sang Presiden Vladimir Putin.

Lantas seperti apa kondisi di Ukraina ketika diksusi damai berlangsung di Belarus?

Dikutip dari BBC.com, saat diskusi damai terjadi, intensitas serangan Rusia di Ukraina pada hari kelima justru semakin memanas.

Suasana pasukan Ukraina menghalau pasukan militer Rusia di kompleks perumahan warga sipil di Kota Kharkiv.
Suasana pasukan Ukraina menghalau pasukan militer Rusia di kompleks perumahan warga sipil di Kota Kharkiv. (BBC.com)

Baca juga: Kedutaan Ukraina Sempat Ajak Warga Israel Datang Ikut Perang Lawan Rusia

Baca juga: Lawan Pasukan Muslim Chechen Rusia, Grup Milisi di Ukraina Lumuri Peluru Pakai Lemak Babi

Serangan misil Rusia membunuh puluhan warga sipil di Kharkiv.

Sementara itu sirine serangan udara di Ibu Kota Kiev/Kyiv kembali berbunyi.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut serangan Rusia di Kharkiv sebagai kejahatan perang.

Serangan juga terjadi di Kota Chernihiv, Ukraina.

Meskipun dihujani serangan oleh Rusia, pasukan militer Ukraina mengklaim berhasil mempertahankan Kharkiv, Kiev, dan Chernihiv dari gempuran pasukan Putin.

Di sisi lain, selama lima jam perwakilan Ukraina dan Rusia telah berdiskusi membicarakan operasi militer spesial yang dilakukan oleh Presiden Vladimir Putin.

Diskusi yang digelar pada Senin (28/2/2022) bertempat di Belarus.

Media asal Rusia yakni RT.com menjelaskan, Ukraina dan Rusia telah mencapai kesepakatan dalam sejumlah hal.

Diskusi antara kedua belah pihak diketahui akan dilanjutkan di lain kesempatan.

Topik diskusi yang dibicarakan pada Senin kemarin adalah gencatan senjata di Ukraina.

Penasihat Presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak menyebut sudah ada beberapa solusi yang disorot.

"Beberapa solusi tertentu telah digarisbawahi," jelas Podolyak.

Sementara itu Ajudan Presiden Putin, Vladimir Medinsky menyebut sudah ada beberapa poin yang dapat dipenuhi oleh kedua belah pihak.

Perwakilan dari Ukraina yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Ukraina, Alexey Reznikov telah meminta agar segera dilakukan gencatan senjata dan meminta Rusia menarik pasukan militernya.

Di sisi lain berdasarkan media Sky News yang berbasis di Inggris, diskusi antara Ukraina dan Rusia di Belarus berlangsung sulit karena pihak Rusia yang bias.

"Pihak Rusia sayangnya masih memiliki pandangan yang bias terkait proses destruktif yang mereka lakukan," terang Podolyak.

Zelensky Tolak Tawaran AS untuk Dibantu Kabur

Seorang anggota senior intelijen Amerika Serikat (AS) menyampaikan bocoran dari percakapan antara pemerintah AS dengan Presiden Ukraina Volodymr Zelensky terkait invasi Rusia.

Zelensky ternyata sempat diberikan tawaran kabur atau evakuasi dari Kiev/Kyiv yang merupakan Ibu Kota Ukraina.

Seperti yang diketahui, di hari ketiga invasi tepatnya pada Sabtu (26/2/2022), pasukan militer Rusia telah memasuki kawasan Ibu Kota Ukraina.

Dikutip dari abcnews.com, suara ledakan terdengar di berbagai titik di kawasan Ibu Kota.

Pemerintah AS menduga tujuan utama Putin adalah melengserkan pemerintahan Ukraina yang dipimpin oleh Zelensky.

Di tengah konflik yang semakin memanas, Zelensky diminta oleh AS untuk segera mengevakuasi dirinya dari Kiev.

Namun tawaran tersebut ternyata ditolak oleh Zelensky.

Zelensky kemudian menjelaskan bahwa dirinya akan bertarung.

"The fight is here (perang telah tiba)," kata Zelensky.

Ia kemudian juga menyampaikan bahwa apa yang ia butuhkan saat ini adalah amunisi anti tank bukan tumpangan untuk evakuasi.

Sebelumnya Zelensky juga sempat mengunggah sebuah video pada Jumat (25/2/2022) malam.

Video itu merekam dirinya dan para petinggi pemerintahan Ukraina berada di luar kantor presiden di Kiev/Kyiv.

Zelensky yang terancam dibunuh oleh pasukan militer Presiden Vladimir Putin justru menyatakan akan tetap bertahan di Kiev.

Dalam video tersebut, tampak Zelensky dengan tenang merekam dirinya dan para pejabat yang mendampinginya.

Berikut pesan yang disampaikan Zelensky.

"Selamat malam semuanya, pimpinan fraksi ada di sini," ucap Zelensky, dikutip dari YouTube Guardian News, Sabtu (26/2/2022).

"Kepala kantor presiden ada di sini."

"Perdana Menteri Shmyhal ada di sini."

"Podolyak (penasihat kepala kantor presiden) ada di sini."

"Presiden ada di sini."

"Kami semua ada di sini, pasukan militer kita ada di sini, masyarakat ada di sini."

"Kita semua ada di sini untuk melindungi independensi negara kita," kata Zelensky.

Zelensky menegaskan apapun yang terjadi, dirinya dan para pejabat lainnya akan tetap bertahan di Kiev.

"Jayalah pasukan kita, jayalah Ukraina," tegasnya.

Anak-anak Dihabisi di TK hingga Ditembak Agen Sabotase

Di sisi lain, Komisi Hak Asasi Manusia Ukraina menyampaikan total ada 210 warga sipil menjadi korban tewas serangan pasukan militer Rusia.

Dikutip dari BBC.com, Senin (28/2/2022), dari total 210 warga sipil yang tewas, beberapa di antaranya adalah anak-anak.

Alisa Hlans adalah satu dari enam korban tewas yang meninggal karena serangan pasukan Rusia pada Jumat (25/2/2022) kemarin.

Saat itu Alisa sedang berada di taman kanak-kanak (TK) yang ada di kota kecil bernama Okhtyrka.

Dokter dan tim medis sempat berusaha menyelamatkan nyawa Alisa, namun yang bersangkutan meninggal dunia pada Sabtu (26/2/2022) di rumah sakit.

Gadis lainnya bernama Polina dibunuh saat bersama orangtuanya oleh agen sabotase Rusia.

Polina dan orangtuanya dibunuh saat berada di jalanan di daerah Ibu Kota yakni Kiev/Kyiv.

Sementara itu seorang anak laki-laki tewas ketika serangan Rusia mengenai apartemen tempatnya tingal yang berada di bagian Utara Ukraina.

Ada beberapa warga negara Yunani yang menjadi korban tewas serangan Rusia.

Masyarakat Yunani juga sempat melakukan protes di Kedutaan Besar Rusia untuk Yunani di Atena atas invasi pasukan Rusia.

Namun Kedutaan Besar Rusia tetap bersikeras menegaskan bahwa pasukan Rusia hanya menargetkan pasukan militer dan infrastruktur strategis, bukan warga sipil.

Pemerintahan Rusia justru menyalahkan pasukan Ukraina terkait warga sipil yang jadi korban perang. (TribunWow.com/Anung)

Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaUkrainaRusiaVladimir PutinVolodymyr Zelensky
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved