Terkini Daerah
5 Fakta Kebakaran Ponpes di Karawang, Tewas Berpelukan hingga Relawan Menangis Lihat Korban
Sebanyak delapan santri meninggal dunia dalam insiden kebakaran yang terjadi di Pondok Pesantren Miftakhul Khoirot, Karawang.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
4. Penyebab Kebakaran
Berdasarkan pengakuan saksi, kebakaran disebabkan oleh percikan api dari kipas angin.
"Kalau dari keterangan saksi yang kami terima, informasi awal bahwa kebakaran bermula dari percikan api dari kipas angin," ujar Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono, Senin (21/2/2022).
"Kepastiannya masih didalami, kami sudah melakukan olah TKP, langkah-langkah kami saat awal kejadian Muspika Cilamaya berkoordinasi dengan pihak Damkar, BPBD, stakeholder terkait untuk membantu dan menolong di lapangan," katanya.
Menurut pengakuan saksi, api menyebar dan membesar secara cepat.
Saksi bernama Hilman Faqih (22) mengaku sempat berusaha memadamkan api kebakaran.
"Saya dapat telepon dari teman, katanya pesantren kebakaran, saya langsung buru-buru ke sini," ujarnya.
Hilman menyebut, kepulan asap terlihat berasal dari kamar santri di lantai dua.
"Saya langsung ke Pom Bensin, buat pinjam alat pemadam. Saya minta dijelasin dulu cara menggunakannya, itu sekitar 20 menit baru ke pesantren lagi," katanya.
5. Keluarga Korban Ikhlas
Kepergian santri anak-anak yang tewas dalam kebakaran di Pondok Pesantren Miftakhul Khoirot, Desa Manggungjaya, Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyisakan duka mendalam bagi keluarga.
Kerabat terutama orangtua delapan anak yang tewas dalam kebakaran di Pondok Pesantren Miftakhul Khoirot tersebut masih meratapi kehilangan buah hatinya.
Termasuk satu di antaranya keluarga seorang santri bernama SKA, yang berasal dari Kampung Hegarmanah, Desa Purwadadi Barat, Purwadadi, Subang, Jawa Barat.
Dilansir TribunJabar.id, Selasa (22/2/2022), jasad SKA sudah disemayamkan di rumah keluarga sejak subuh.
Terlihat sejumlah orang mengelilingi peti jenazah SKA yang diselimuti kain jarik berwarna cokelat.