Ritual di Pantai Payangan Jember
5 Fakta Nur Hasan, Pimpinan Ritual di Pantai Payangan yang Berujung Maut, Dikenal sebagai Paranormal
Ini fakta sosok Nur Hasan (38), ketua Kelompok Tunggal Jati Nusantara, penggelar ritual maut di Pantai Payangan, Jember, Jawa Timur.
Editor: Atri Wahyu Mukti
Dilansir TribunJatim.com, ketua Kelompok Tunggal Jati Nusantara itu juga bekerja menjadi MC hingga berjualan online.
"Kerjanya kadang-kadang MC dangdut, sementara ini jual online kayak tisu," kata Kades Dukuh Mencek, Nanda Setiawan.
3. Sering Gelar Kegiatan di Rumah
Nanda mengatakan, Hasan diketahui membentuk sebuah kelompok yang selalu menggelar kegiatan di rumahnya.
Hasan sering menggelar berbagai kegiatan di ruang tamu sejak dua tahun lalu.
Awalnya, pihak pengurus desa tidak menaruh curiga, karena kegiatan yang digelar dua bulan sekali itu dirasa positif.
Misalnya, membaca Alquran, dzikir dan selawat.
“Awalnya seperti itu, tapi kok lama-lama ada seperti ini, itu saya kurang tahu,” ungkapnya.
Baca juga: Pengakuan Anak Korban Tewas di Pantai Payangan, Ritual Seolah Panggil Ombak: Semua Berpakaian Hitam
4. Istri dan Anak Nur Hasan Tewas dalam Ritual Maut
Dikutip dari Surya.co.id, dua dari 11 korban tewas ritual maut itu adalah istri muda Nur Hasan, Ida (22), dan anak tirinya, P (13).
Ida diketahui istri kedua Hasan yang selama ini tinggal di Dusun Gayam Desa Kaliwining Kecamatan Rambipuji, dekat Terminal Tawangalun.
Dugaan kuat, Ida dan P sudah masuk dalam anggota Tunggal Jati Nusantara.
Sebab, mereka beberapa kali ikut acara ritual yang diadakan oleh Hasan.
5. Nasib Nur Hasan
Hasan sudah diperiksa oleh Satreskrim Polres Jember, dan sekarang berstatus saksi.