Breaking News:

Terkini Daerah

Detik-detik Siswa SMP Tewas Dikeroyok Warga, Sempat Dikira Geng Motor hingga Dipukuli Pakai Kayu

Nasib malang menimpa seorang pelajar SMP asal Kota Tasikmalaya berinisial SH (16).

Kompas.com/Tribunnews.com
Ilustrasi pengeroyokan - Nasib malang menimpa seorang pelajar SMP asal Kota Tasikmalaya berinisial SH (16) yang tewas seusai dikeroyok warga. 

TRIBUNWOW.COM - Nasib malang menimpa seorang pelajar SMP asal Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, berinisial SH (16).

Dilansir TribunWow.com, SH tewas seusai dikeroyok warga.

Ia dituduh sebagai kawanan geng motor yang kerap berbuat onar di sekitar lokasi kejadian.

Pengeroyokan itu berlangsung di Kampung Sindang Sono, Kelurahan Setiamulya, Kecamatan Tamansari, sebulan lalu.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Aszhari Kurniawan mengatakan polisi telah memeriksa sekira 20 saksi dalam kasus ini.

Dua tersangka pun telah ditangkap, berinisial IZ dan RZ.

"Dari hasil penyelidikan terhadap kasus tersebut, kami menangkap dua tersangka pelaku warga sekitar lokasi kejadian," ungkap Aszhari, dikutip dari TribunJabar.id, Rabu (12/1/2022).

Baca juga: Nasib Mayor TNI AL setelah Diduga Aniaya Driver Ojol dan Anaknya di Tangsel, Kadispen: Sudah Ditahan

Baca juga: 20 Pemuda Keroyok dan Rampok 1 Keluarga di Jaktim, Korban Ungkap Awalnya Minta Izin Mau Lewat

Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa balok usuk serta cabang pohon yang digunakan untuk memukul korban.

Kejadian tragis ini bermula saat korban tengah mengendarai sepeda motor.

"Kejadiannya ketika korban mengendarai sepeda motor melintas di lokasi dan tiba-tiba diserang warga karena dikira kawanan geng motor yang sebelumnya bikin onar," jelasnya.

Tersangka awalnya memukul kepala korban menggunakan balok.

Saat itu, helm yang digunakan korban pun sampai pecah akibat hantaman balok.

Setelah korban jatuh, tersangka terus menganiayanya.

Akibat kejadian ini korban sempat dilarikan ke rumah sakit.

"Korban sempat menjalani perawatan selama lima hari. Namun karena luka-lukanya cukup berat, korban akhirnya meninggal," sambung Aszhari.

Menurutnya, kedua tersangka selama ini kerap mengintip aksi geng motor yang membuat warga di sekitar resah pada malam hari.

Kendati demikian, menurut Aszhari, aksi main hakim sendiri tak dapat dibenarkan.

Baca juga: Merasa Ditantang, Oknum Polisi di Nunukan Sekap dan Keroyok Pemuda dari Malam hingga Pagi

Baca juga: Motif Sepele Pria Aniaya Imam Masjid hingga Tewas, Korban Dibunuh saat Hendak Salat Subuh di Masjid

Apalagi korban yang masih di bawah umur tewas akibat kejadian ini.

"Meskipun ke siapapun, aksi main hakim sendiri oleh seseorang pastinya akan berujung terjerat oleh aturan hukum yang berlaku," ucap Aszhari, dikutip dari Kompas.com, Rabu (12/1/2022).

"Apalagi dalam kasus ini sampai menyebabkan korban meninggal dunia."

Kedua tersangka dijerat Pasal 30 ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 170 atau Pasal 351 KUHPidana.

"Kedua pelaku diancam penjara masing-masing 15 tahun penjara. Korban masih berusia di bawah umur," tandasnya. (TribunWow.com)

Baca artikel lain terkait

Artikel ini telah diolah dari TribunJabar.id dengan judul KRONOLOGI Pelajar SMP di Kota Tasikmalaya Meninggal Dikeroyok Warga, dan Kompas.com dengan judul "Seorang Pelajar di Tasikmalaya Tewas Dikeroyok karena Dikira Geng Motor"

Tags:
Siswa SMPGeng MotorPengeroyokanTasikmalaya
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved