Terkini Daerah
Detik-detik Janda Aniaya Anak Kandung hingga Tewas di Jember, Korban Dipukuli hingga Sesak Napas
Nasib tragis menimpa anak enam tahun berinisial RS asal Desa Jamintoro, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Nasib tragis menimpa anak enam tahun berinisial RS asal Desa Jamintoro, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
RS meregang nyawa seusai dianiaya ibu kandungnya, IR.
Kini, IR resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Di hadapan polisi, IR mengaku memukul korban karena kesal hanya karena anaknya buang air di celana.
Seusai dihajar membabi buta oleh IR, korban mengalami demam, sesak napas, muntah-muntah, hingga sempat dilarikan ke tenaga medis setempat.
Baca juga: Bunuh Tetangga saat Natal, Wanita Ini Terancam Hukuman Mati, Bermula dari Anak Tiba-tiba Meninggal
Baca juga: Bunuh Juragan Air, Pria di Surabaya Santai Tinggalkan TKP Tanpa Ambil Harta Korban
Nahas, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jember, Iptu Dyah Vitasari mengatakan korban mengalami memar pada sejumlah bagian tubuh.
“Kaki dan tangannya dipukul pakai sapu berulang kali hingga memar,” ungkap Dyah, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (8/1/2022).
Akibat perbuatannya, IR terancam dengan hukuman 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 3 miliar.
Kakak Korban Juga Tewas
Kapolsek Sumberbaru, AKP Fatchur Rahman mengatakan IR juga diduga menganiaya kakak RS hingga meninggal dunia.
"Dan ternyata juga ada cerita dari masa lalu yang terkuak kemarin, saat kami melakukan penyelidikan awal," kata Fatchur.
"Anak pertama ibu IR ini, atau kakak korban. Usia selisih tiga tahunan dari korban, juga meninggal dunia. Dia meninggal tahun 2016."
"Warga melihat ada lebam juga di tubuhnya ketika itu, namun tidak ada laporan ke kepolisian, jadi tidak tahu secara pasti penyebab kematian si anak," sambungnya.
IR merupakan seorang janda.
Suaminya meninggal satu tahun lalu, sedangkan anak pertamanya juga wafat pada 2016.
Kini anak kedua IR juga tewas diduga akibat perbuatannya.
"Hasil pemeriksaan kami, pada Oktober 2021, si ibu ini juga pernah melakukan tindak kekerasan kepada Reva, anaknya yang meninggal kemarin," terang Fatchur.
"Awalnya guru Reva yang tahu, kemudian si ibu diminta pernyataan di balai desa untuk tidak mengulangi perbuatannya."
Baca juga: Anak Tega Bunuh Ayah Kandung lalu Lukai Kakak, Langsung Sembunyi di Kamar Mandi seusai Kejadian
Baca juga: Detik-detik Aksi Tragis Suami Bunuh Istri, Awalnya Dikira Gangguan Jiwa, Ternyata Dipicu Hal Ini
Warga Curiga
Fatchur menyebut korban tewas seusai mengalami sesak nafas dan mual.
"Tak lama setelah meninggal, kami mendapat laporan dari Pak Kades, yang mendengar keresahan dan kecurigaan warga sekitar," ungkap Fatchur.
"Ada dugaan bocah ini mengalami tindak kekerasan."
Tak berselang lama, polisi pun mendatangi lokasi kejadian dan memeriksa jenazah korban.
Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi, di antaranya IR.
Di hadapan polisi, IR mengaku sempat memukul korban empat hari sebelum meninggal dunia.
"Si ibu mengakui telah memukul si anak. Tapi dia ngakunya mukul di tangan dan kaki," ucapnya.
Namun, pengakuan IR berbeda dengan hasil autopsi jasad korban.
Hasil autopsi menunjukkan adanya empat titik luka benturan di kepala bocah enam tahun itu.
Luka tersebut mengakibatkan pembengkakan dan pendarahan.
"Hal itu yang menyebabkan si anak sesak nafas, mual dan muntah, selain memang ada lebam di tangan dan kaki," lanjutnya. (TribunWow.com)
Artikel ini telah diolah dari Kompas.com dengan judul "Pengakuan Ibu Kandung yang Aniaya Anaknya hingga Tewas, Korban Dipukul karena Buang Air di Celana", Surya.co.id dengan judul Bocah di Jember Meninggal Dunia, Diduga Usai Dipukul Ibu Kandungnya, Para Warga Ungkap Hal Ini, dan Seorang Ibu Beberapa Kali Melakukan Tindak KDRT Terhadap Putranya hingga Meninggal