Laura Anna Meninggal Dunia
Berani Bertaruh Nyawa, Ayah Gaga Muhammad Siap Tanggung Sanksi Sosial Anaknya: Ini Tanggung Jawab
Ayah Gaga Muhammad siap selalu pasang badan untuk anaknya sebagai wujud tanggung jawab.
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Ayah Gaga Muhammad, Asep Yusman angkat bicara terkait kasus yang kini sedang dijalani anaknya.
Turut berduka atas meninggalnya mantan Gaga Muhammad, Laura Anna, mengaku siap pasang badan untuk anaknya.
Setelah kecelaaan yang menyebabkan Laura Anna lumpuh pada 2019 hingga akhir hayat, Gaga Muhammad dirasa sudah menerima banyak sanksi sosial dari masyarakat.

Baca juga: Greta Irene Tak Kuasa Menahan Tangis saat Ceritakan Kebaikan Laura Anna Semasa Hidup: Ada 1 Amanah
Oleh karena itu, Asep selaku ayah mengaku ikut merasa bertanggungjawab dan akan terus pasang badan untuk anaknya.
Diketahui, Gaga Muhammad kini telah ditetapkan sebagai terdakwa terkait kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan Laura Anna lumpuh.
Terbaru, Gaga menjalani sidang terkait kasus tersebut di hari pemulasaraan Laura Anna, Kamis (16/12/2021).
"Mau gak mau harus dijalani sama Gaga dan saya sebagai orangtua berkewajiban untuk mendampingi, memberikan semangat, memberikan motivasi," kata Asep dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com.
Baca juga: Greta Irene Ungkap Alasan Keluarga Pilih Kremasi Jenazah Laura Anna, Kakak: Setidaknya Ditemani Dulu
Baca juga: Gaga Muhammad Sempat Ingin Melihat Laura Anna untuk Terakhir Kali, Ayah: Dia Minta ke Pengacara
Sebagai orangtua, Asep akan terus mendampingi putranya selama persidangan.
Hal tersebut sebagai bentuk tanggung jawabnya selaku ayah.
Demi terus membela sang anak, Asep rela bertaruh nyawa.
"Tidak terbebani. Ini tanggung jawab bentuk kasih sayang sedalam-dalamnya sebagai orangtua, nyawa sekalipun akan saya berikan," ungkap Asep.
Asep diketahui sudah melayat ke rumah duka mendiang Laura Anna.
Dia berkunjung atas nama perwakilan keluarga dan permintaan dari Gaga Muhammad.
Rencananya, apabila majelis hakim mengizinkan, dia beserta istri dan Gaga Muhammad akan melayat ke rumah duka Laura Anna sekaligus menemui keluarganya.
Dirinya pun sudah siap apabila menerima resiko penolakan dari keluarga Laura Anna saat berkunjung.
Baca juga: Sebelum Meninggal, Laura Anna Sempat Unggah Mobil Ringsek Buatnya Kecelakaan: Tidak Mudah
Perubahan Drastis Laura Anna sebelum Kematian
Kepergian mendiang selebgram Edelenyi Laura Anna meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya.
Terutama sang kakak, Greta Irene, yang selalu mendampingi adiknya selama menderita kelumpuhan dua tahun terakhir.
Greta Irene pun membeberkan perubahan drastis yang ditunjukkan Laura Anna beberapa saat sebelum akhir hidupnya.
Diketahui, Laura Anna meninggal dunia pada Rabu (15/12/2021), sekitar pukul 09.22 WIB.
Jenazahnya pun kemudian dibawa ke rumah duka untuk dikremasi.
Greta Irene pun menuturkan kesedihan atas kepergian sang adik yang dirawatnya selama ini.
Meski begitu, kekasih Ridho Dwp alias Brodho tersebut mengaku tenang.
Ia bersyukur lantaran Laura kini tak lagi merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
"Semoga Laura sudah bisa tenang, dia dapat kebahagiaan yang selalu dia cari," ucap Greta Irene dilansir kanal YouTube Was Was, Kamis (16/12/2021).
"Aku tenang banget, karena aku tahu Laura sudah enggak ngerasain sakit. Jujur saja aku ngerasa tenang, Laura itu sakitnya hilang."
"Karena aku tahu dia setiap malam suka kesakitan, meskipun dia enggak bilang aku, cuma kelihatan dari ekspresi mukanya sakitnya kayak gimana."

Baca juga: Ungkap Pesan Terakhir Laura Anna, Denny Sumargo Tahan Tangis Beri Ucapan Menyentuh di Depan Jasadnya
Baca juga: Laura Anna Meninggal Dunia, Begini Nasib Hukuman Gaga Muhammad yang Bikin Lumpuh: Tetap Berlanjut
Greta Irene tampak berkaca-kaca dan menghela napas sejenak sebelum lanjut berbicara.
Ia mengaku bangga dengan sosok sang adik di akhir hidupnya.
Pasalnya, beberapa bulan sebelum kematian, Laura berani menggugat mantan kekasihnya, Gaga Muhammad yang dituding sebabkan kecelakaan pada tahun 2019.
Akibat kecelakaan tersebut, Laura menderita Cervical Vertebrae Dislocation atau dislokasi tulang leher yang membuatnya lumpuh dari pinggang ke bawah.
Kondisi ini sempat membuat mental Laura terpuruk hingga selalu mengurung diri di rumah.
Namun menurut Greta Irene, Laura akhirnya bisa mengatasi ketakutannya dan bersedia bertemu orang lain.
Terlihat dari beberapa penampilan Laura di sejumlah podcast YouTube yang banyak memberikan pesan positif.
"Tapi dia bisa melewati itu juga, aku sudah yang bangga banget, dari yang dulu dia takut, insecure, anxiety ketemu orang," tutur Greta Irene.
"Dalam beberapa hari ini, sebulan ini kan dia berani ketemu orang-orang lagi. Dia mau ketemu orang lain, dia enggak anxiety, bisa diatasi sama dia."
Mengenai keputusan untuk mengremasi jasad Laura, Greta Irene menjelaskan bahwa cara tersebut merupakan wasiat sang adik.
"Kalau yang dikremasi, jujur dia dulu pernah pesan juga, dulu kita suka bercanda kan, kalau ini (meninggal-red) entar mau gimana," ungkap Greta Irene.
"Bercanda doang sebenarnya, maunya dikremasi."(TribunWow.com)