Breaking News:

Terkini Daerah

Atalia Sebut Viralnya Identitas Guru Pelaku Rudapaksa Santriwati Bisa Ganggu Pemulihan Psikis Korban

Pemerintah dengan dari berbagai unsur disebut kerap berkoordinasi untuk menangani masalah ini. 

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
Kompas.com/Dok Humas Pemerintah Provinsi Jawa Barat
Bunda Forum Anak Daerah (FAD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Atalia Praratya yang juga istri Gubernur Jabar Ridwan Kamil. 

TRIBUNWOW.COM - Bunda Forum Anak Daerah (FAD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Atalia Praratya yang juga istri Gubernur Jabar Ridwan Kamil, menyebut psikis korban rudapaksa oleh guru sudah mulai membaik setelah mendapat penanganan sejak kasus ini diketahui pada Juni 2021. 

Pemerintah dengan dari berbagai unsur disebut kerap berkoordinasi untuk menangani masalah ini. 

Termasuk dalam melakukan trauma healing sejak awal kasus untuk memulihkan psikis korban.

Baca juga: Kesaksian Santriwati Korban Rudapaksa Guru Pesantren, Baju Disobek Pelaku Gara-gara Menolak

Baca juga: 3 Anak Dikeluarkan Sekolah, Begini Nasib Santriwati Korban Rudapaksa Guru Pesantren di Bandung

"Mereka juga sudah nyaman karena mulai bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan, dilindungi keluarga dan saudaranya," ungkap Atalia saat dikonfirmasi lewat telepon seluler, Jumat (10/12/2021), dikutip dari Kompas.com.

Namun, ada sesuatu yang menjadi kekhawatiran Atalia dan pihaknya ketika kasus ini mencuat ke publik dan menghebohkan jagad maya. 

Hal itu adalah dengan munculnya segala yang berkaitan dengan identitas baik pelaku dan korban. 

Misalnya nama dan foto pelaku yang banyak terpampang dalam pemberitaan di media. 

"Namun, kondisi ini diperparah dengan berita yang sangat masif, heboh sekali sampai terkuak nama pelaku fotonya terpampang, terutama yang mengkhawatirkan nama pesantrennya muncul," kata Alatia.

"Ini membuat beberapa anak down kembali karena pada akhirnya mendapatkan stigma oleh sekitar karena mengetahui latarbelakang sekolah mereka di sana," tuturnya. 

Atalia yang bersama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2PTA) Jawa Barat sudah terlibat sejak awal dalam kasus ini, berharap agar masyarakat bisa menahan diri. 

Hal itu disebut bisa membantu pemulihan psikis pada korban.

"Ada hal yang harus sikapi bersama dalam pemberitaan di media bahwa kita memang tak bisa menahan informasi di media sosial dengan begitu masif."

"Tapi saya berharap dari media arus utama untuk bisa menahan diri agar anak-anak ini terlindungi, tidak terekspose," jelasnya.

Pendapat MUI Kota Bandung 

Hal senada dengan Atalia sebelumnya juga disampaikan pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung

Dalam keterangan yang diterima Tribun Jabar pada Kamis (9/12/2021), MUI meminta agar hal ini tidak dibesar-besarkan.

"Selaku bagian dari warga masyarakat, kita perlu ikut terlibat menyelamatkan masa depan anak-anak yang telah menjadi korban perbuatan bejad itu; setop menyebarluaskan berita buruk ini; dan bahkan kita tutup aib perbuatan buruk ini," isi pernyataan MUI Kota Bandung, yang dikeluarkan Humas MUI Kota Bandung, kemarin.

Meski begitu, MUI Kota Bandung menegaskan pihaknya mengutuk keras adanya kasus ini. 

Dalam keterangan MUI Kota Bandung, menyampaikan sejumlah poin. Diantaranya:

1. MUI mengutuk keras peristiwa tersebut, karena bukan saja telah menodai ketulusan lembaga pendidikan dalam membina moral anak didiknya, tapi juga telah mengorbankan masa depan sejumlah anak yang menjadi anak asuhannya;

2. Perlu pula dijelaskan bahwa pelaku perbuatan terkutuk itu bukan merupakan bagian dari lembaga MUI, ataupun lembaga keagaman lainnya, termasuk bukan bagian dari lembaga Forum Pondok Pesantren Kota Bandung;

3. MUI juga menyerahkan sepenuhnya kepada lembaga hukum untuk menangani dan bahkan untuk memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku perbuatan bejat itu;

4. Untuk tidak memperkeruh situasi, perlu pula diklarifikasi bahwa tidak ada pihak manapun yang ikut terlibat memberikan advokasi ataupun bantuan pendampingan lainnya atas peristiwa dimaksud.

Pihak berwenang pun dalam hal ini pemerintah telah menyerahkan langsung kepada UPTD-PPA Jawa Barat bersama dengan PPA Polda Jabar untuk ditangani melalui jalur hukum; 

5. Perlu pula menjadi perhatian semua pihak, untuk menjaga ketulusan, kemurnian lembaga pendidikan, dan agar tidak terjadi kembali peristiwa serupa di masa yang akan datang;

6. Selaku bagian dari warga masyarakat, kita perlu ikut terlibat menyelamatkan masa depan anak-anak yang telah menjadi korban perbuatan bejad itu; stop menyebarluaskan berita buruk ini; dan bahkan kita tutup aib perbuatan buruk ini.

Baca juga: Ikan Mas Raksasa dan Badan Sapi Terkubur Sisakan Kepala, Selamat dari Letusan Gunung Semeru

7. Karena diduga, bahwa perbuatan bejat ini, salah satunya, diinspirasi oleh beragam tayangan di media khususnya media sosial, maka perlu menjadi perhatian seluruh pihak untuk berhati-hati dalam menayangkan, menyebarluaskan tayangan-tayangan yang tidak sesuai dengan norma sosial maupun agama. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)

Baca Artikel Terkait Lainnya

Artikel ini diolah dari Kompas.com yang berjudul Atalia: Kasus Terkuak, Foto Pelaku Terpampang, Santriwati Korban Perkosaan Guru "Down" Lagi dan Tribun Jabar yang berjudul  MUI Kota Bandung Minta Warga Berhenti Sebar Berita Buruk Aib Kasus Herry Wirawan Perkosa Santriwati

Tags:
GuruSantriwatiBandungrudapaksaAtalia Praratya
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved