Breaking News:

Terkini Daerah

Bos di Solo Rudapaksa Karyawannya di Mobil BMW, Korban Diiming-imingi Hadiah lalu Diajak Mabuk

Seorang bos kuliner asal Solo, Jawa Tengah, diringkus polisi seusai merudapaksa karyawannya yang masih di bawah umur.

TribunSolo.com/Agil Tri
Tersangka HDC dalam kasus pencabulan dan persetubuhan yang menimpa anak buahnya di Mapolresta Solo, Rabu (24/11/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Seorang bos kuliner asal Solo, Jawa Tengah, diringkus polisi seusai merudapaksa karyawannya yang masih di bawah umur.

Dilansir TribunWow.com, aksi bejat itu dilakukan tersangka di dalam mobil BMW miliknya.

Tersangka mengaku dalam kondisi mabuk saat merudapaksa korban.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan tersangka mengenal korban sejak Juni 2021.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak saat menggelar jumpa pers dan menghadirkan pelaku hingga barang bukti kasus pencabulan hingga persetubuhan dengan korban di bawah umur di Mapolresta, Rabu (24/11/2021).
Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak saat menggelar jumpa pers dan menghadirkan pelaku hingga barang bukti kasus pencabulan hingga persetubuhan dengan korban di bawah umur di Mapolresta, Rabu (24/11/2021). (TribunSolo.com/Agil Tri)

Baca juga: Hasil Gelar Perkara, Begini Nasib Suami Istri Pelaku Penganiayaan dan Rudapaksa Bocah SD di Malang

Baca juga: Kasus 2 Anak Jadi Korban Rudapaksa Sekeluarga di Padang, Diabaikan Ibu Kandung hingga Takut Pulang

Perkenalan keduanya bermula saat korban bekerja di perusahaan makanan cepat saji yang dipimpin tersangka.

Seiring berjalannya waktu, tersangka menaruh hati hingga berniat merudapaksa korban yang masih di bawah umur.

Untuk melancarkan aksinya, tersangka mengiming-imingi korban dengan hadiah ulang tahun.

Hingga akhirnya, pada Sabtu (18/9/2021), tersangka mengajak korban ke sebuah kafe untuk membicarakan masalah pribadi.

"Tersangka menawari korban minuman keras daan menjanjikan akan membantu masalah keuangan korban, serta jenjang pendidikannya," ujar Ade, dikutip dari TribunSolo.com, Rabu (24/11/2021).

Saat itu, korban menurut dan ikut menenggak minuman keras.

Tersangka kemudian berniat mengantarkan korban pulang ke rumahnya.

Namun, di tengah jalan niat tersangka berubah.

Tersangka pun menghentikan mobilnya dan langsung merudapaksa korban.

"Di sana, tersangka melakukan perbuatan pencabulan dan mensetubuhi korban di dalam mobil dini hari pukul 00.30 WIB," jelasnya.

"Pelaku menjanjikan sesuatu sehingga korban enggan menolaknya."

Baca juga: Detik-detik Remaja 17 Tahun Kepergok Rudapaksa Bocah SMP di Belitung, Ngaku Sudah 5 Kali Beraksi

Baca juga: Fakta Guru Rudapaksa Murid SMK di Flores, Ngaku Sudah Pacaran hingga Modus Pelaku

Seusai dirudapaksa, korban langsung melapor ke orangtuanya.

Keluarga yang tak terima kemudian melaporkan tersangka ke Mapolresta Solo.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa pakaian korban, botol miras, pakaian tersangka, mobil BMW nopol AD-1633-GA, serta barang bukti elektronik.

"Ancamannya, Pasal 81 ayat (2) jo Pasal 76D, pidana penjara paling lama 15 tahun, dan denda paling banyak Rp 5 miliar. Pasal 82 ayat (1) jo. Pasal 76E pidana penjara paling lama 15 tahun, dan denda paling banyak Rp 5 miliar," tutur Ade.

"Dan Pasal 89 ayat (2) Jo pasal 76J ayat (2) pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 200 juta."

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved