Breaking News:

Terkini Daerah

Hasil Gelar Perkara, Begini Nasib Suami Istri Pelaku Penganiayaan dan Rudapaksa Bocah SD di Malang

Dari gelar perkara itu, polisi menetapkan 7 orang tersangka dari 10 orang yang sebelumnya diamankan.

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
Tribun Jatim/Kukuh Kurniawan
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo, didampingi Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polresta Malang Kota, Iptu Tri Nawangsari dan Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Eko Novianto memberikan keterangan terkait update terbaru perkembangan kasus dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan pelajar SD, Rabu (24/11/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Polisi telah melakukan gelar perkara atas kasus penganiayaan dan pelecehan terhadap anak di bawah umur yang masih SD di Kota Malang, Jawa Timur. Selasa (23/11/2021). 

Dari gelar perkara itu, polisi menetapkan 7 orang tersangka dari 10 orang yang sebelumnya ditangkap.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo mengatakan bahwa ketujuh orang itu akan disangkakan dengan pasal pidana sesuai dengan perannya masing-masing.

Baca juga: Sosok Bocah SD yang Dirudapaksa lalu Dianiaya 8 Orang di Malang, Hidup di Panti Asuhan, Ayah ODGJ

Baca juga: Kasus 2 Anak Jadi Korban Rudapaksa Sekeluarga di Padang, Diabaikan Ibu Kandung hingga Takut Pulang

"Hal ini berdasarkan kepada peranan masing-masing yang dipersesuaikan dengan hasil visum, selanjutnya berdasarkan bukti-bukti dan fakta-fakta yang sudah ada," ujarnya, Rabu (24/11/2021), dikutip dari Tribun Jatim.

Dari ketujuh orang yang ditetapkan tersangka, satu orang tidak ditahan dengan alasan masih di bawah umur. 

Sedangkan enam lainnya sudah ditahan di sel tahanan anak Polres Kota Malang

"Hal ini karena anak tersebut masih berumur di bawah 14 tahun, sesuai dengan Pasal 32 UU RI No 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak," jelasnya.

 Mereka akan ditahan di sana hingga mendapat putusan pengadilan yang tetap. 

Kemungkinan, setidaknya 15 hari sampai proses di pengadilan. 

"Kita upayakan dan tetap berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk segera mempercepat penanganan ini dan kepastian hukumnya," tambahnya.

Baca juga: Fakta Guru Rudapaksa Murid SMK di Flores, Ngaku Sudah Pacaran hingga Modus Pelaku

Ada pun, kedua pasangan yang menjadi dalang penganiayaan ini, Y dan S juga ditetapkan sebagai tersangka. 

Dengan begitu, maka pasangan nikah siri berinisial Y dan S yang terlibat dalam kasus tersebut, telah ditetapkan menjadi tersangka.

"Terkait persetubuhan sudah jelas, salah satu anak (tersangka) dengan hasil visum maupun keterangan saksi-saksi yang lain, bisa disimpulkan dia telah melakukan persetubuhan terhadap korban," katanya. 

"Sedangkan untuk perkara penganiayaan, kita sudah memilah-milah peranan per peranan. Jadi ada yang bagian memukul, menendang, ada yang menyuruh dan ada yang memvideo," tambahnya.

Masing-masing pihak pun akan menjalani tuntutan yang berbeda dari pihak kepolisian. 

Pelaku yang melakukan rudapaksa, akan diancam dengan hukuman 15 tahun penjara.

"Untuk kekerasan anak, diancam Pasal 80 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dan Pasal 170 ayat 2 Ke 1 KUHP dengan ancaman pidana penjara tujuh tahun."

"Sedangkan untuk persetubuhannya, Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara," tandasnya.

Kronologi Kasus 

Diberitakan sebelumnya, video yang menunjukkan tindak penganiayaan sejumlah orang kepada seorang anak. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved