Breaking News:

Lawan Covid19

Kemenkominfo Beri Tips untuk Mengidentifikasi Berita yang Mengandung Hoaks, Laporkan ke Situs Ini

Kementerian Kominfo memberikan tips agar masyarakat bisa mengidentifikasi suatu berita atau kabar itu adalah hoaks atau bukan.

Intisari
Ilustrasi hoaks. Kementerian Kominfo memberikan tips agar masyarakat bisa mengidentifikasi suatu berita atau kabar itu adalah hoaks atau bukan. 

Hal itu disampaikan Dedy saat siaran pers Menolak Hoaks Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube Kemkominfo TV, Kamis (4/11/2021).

"Sama seperti isu hoaks Covid-19, isu hoaks vaksinasi juga paling banyak tersebar di Facebook dengan 2.176 sebaran jika dibandingkan platform media sosial lainnya," kata Dedy.

Dedy mengatakan, dari sejumlah unggahan atau persebaran hoaks tersebut ada beberapa isu hoax yang menarik. Diantaranya soal hoaks vaksin Covid 19.

Hoaks itu, kata Dedy memuat bahwa vaksin Covid-19 adalah antena 5G dan pengendali manusia yang muncul pada tanggal 18 Oktober 2021.

Lalu hoaks vaksin Covid-19 mengandung parasit hidup yang teridentifikasi muncul pada 25 Oktober 2021.

"Ada juga hoaks soal negara Irlandia yang mengeluarkan peringatan efek samping vaksin Corona di tanggal 3 November 2021," ucap Dedy.

Ia pun memastikan bahwa Kementerian Kominfo sudah memutus akses pada semua unggahan tersebut.

"Itulah sejumlah hoaks yang cukup banyak menyebar di masyarakat dan sekali lagi kami Kementerian Kominfo menyatakan kabar-kabar tersebut adalah tidak benar menyesatkan alias hoaks," tegasnya.

Baca juga: Dokter Lula Kamal Sebut Pelayanan Kesehatan Mulai Normal di Tengah Pandemi: Kita Agak Bernapas Lega

Data Hoaks Covid-19

Juru Bicara (Jubir) Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Dedy Permadi memastikan pemerintah terus berupaya dalam penanganan pandemi Covid-19.

Namun Dedy menyebut bahwa penanganan Covid-19 tersebut kerap terganggu dengan isu hoaks atau kabar bohong terkait pandemi.

Dedy mengatakan sejak Januari 2020 hingga 4 November 2021, ditemukan sebanyak hampir 2 ribuan isu hoaks terkait pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Dedy saat siaran pers Menolak Hoaks Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube Kemkominfo TV, Kamis (4/11/2021).

"Total hoaks Covid-19 yang telah teridentifikasi sebanyak 1971 isu pada 5.065 unggahan di media sosial," kata Dedy.

Dedy menjelaskan jika unggahan itu paling banyak ditemukan pada media sosial Facebook dibandingkan media sosial lainnya

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
KemenkominfoBerita HoaksHoaxHoaksLawan Covid-19Covid-19KPCPEN
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved