Breaking News:

Terkini Daerah

Ternyata Salah Sasaran, Ini Motif Sepele Kakak Ipar Racuni Adik Ipar di Klaten, Bermula dari Cemburu

Setelah menghabisi nyawa adik iparnya, Hany Dwi Susanti, SRB kini hanya bisa menyesali perbuatannya.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Pelaku pembunuh IRT di Desa Taji, Kecamatan Klaten, Kabupaten Klaten Sarbini, saat di Mapolres Klaten, Rabu (3/11/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Setelah menghabisi nyawa adik iparnya, Hany Dwi Susanti, SRB kini hanya bisa menyesali perbuatannya.

SRB mengaku mulanya berniat membunuh suami korban, Sigit Nugroho (35), yang tak lain adalah tetangganya.

Di hadapan polisi, SRB mengaku jengkel pada suami korban.

Hingga akhirnya, SRB nekat mencampur racun ke dalam air minum yang diletakkan di kulkas.

SRB mengaku menyesal karena racun yang dicampurkannya ke dalam minuman akhirnya salah sasaran.

Ia mengaku nekat berencana meracuni suami korban karena cemburu.

Baca juga: Berniat Bunuh Suami Adik Ipar, Sarmidi Campur Racun Dalam Air Minum, Susu, hingga Bumbu Dapur Korban

Baca juga: Sosok Kakak Ipar yang Racuni Ibu Muda hingga Tewas di Klaten, Korban Sempat Sempoyongan Lalu Ambruk

SRB tak terima saat melihat Sigit berboencengan dengan istrinya.

"Dia sering memboncengkan istri saya," ucap SRB, dikutip dari TribunSolo.com, Rabu (3/11/2021).

"Setelah saya mengetahui yang menjadi korban istrinya, saya menyesal."

Pelaku pun mengaku bingung karena cemburu pada hal yang sepele.

Padahal, suami korban adalah saudara iparnya.

Ternyata sebelum pembunuhan terjadi, pelaku dan Sigit sempat terlibat adu mulut.

Karena itu, Sigit menganggap alasan pelaku meracuni istrinya hingga tewas tak masuk akal.

"Kan ya wajar kalau saya membonceng kakak saya," katanya.

Untuk melancarkan aksinya, pelaku sudah menyiapkan racun tikus apotas yang dibelinya di toko pupuk setempat.

Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Guruh Bagus Eddy Suryana menyebut pelaku membayar Rp 15 ribu untuk mendapatkan racun tersebut.

"Tersangka mendapatkan barang tersebut dari salah satu toko pupuk di Kecamatan Juwiring," terang Guruh.

Baca juga: Fakta Ibu Muda di Klaten Tewas Diracun Kakak Ipar, Kronologi Kejadian hingga Sosok Pelaku

Baca juga: Istri Tewas Diracun, Suami di Klaten Sempat Cicipi Minuman Korban: Mulut Jadi Keras

Namun, racun yang sudah disiapkan pelaku ternyata salah sasaran.

Korban Hany tewas seketika seusai menenggal air minum bercampur racun dari kulkas.

Mengetahui korban tewas, pelaku langsung melarikan diri ke Wonogiri, Jawa Tengah.

"Setelah mengetahui yang menjadi korban istri Sigit, tersangka melarikan diri ke Wonogiri."

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau paling lama seumur hidup.

Kronologi Kejadian

Sebelum tewas diracun, korban baru saja pulang dari belanja bersama anak-anaknya.

Sesampainya di rumah, korban langsung menenggak air minum dari dalam kulkas.

Korban saat itu mengatakan pada suaminya bahwa air yang diminumnya terasa pahit.

Hanya beberapa menit berselang, korban langsung tergeletak di ruang utama rumahnya.

Suami korban, Sigit Nugroho (35) menyebut saat itu ia tengah memerbaiki plafon.

"Setelah itu, saya turun dari memperbaiki atap plafon rumah, tiba-tiba istri saya terlihat sempoyongan lemas dan jatuh, saya tangkap," terang Sigit.

Sigit kemudian meminta tolong pada warga sekitar.

Baca juga: Istri Tewas Diracun, Suami di Klaten Sempat Cicipi Minuman Korban: Mulut Jadi Keras

Baca juga: Curiga Pernah Diracuni, Suami di Pekanbaru Bunuh Istri Sirinya karena Korban Terus Membantah

Nahas, saat dokter yang dihubungi warga di lokasi kejadian, korban dinyatakan meninggal dunia.

Sigit yang penasaran pun membuka kulkas dan mencoba menenggak air minum di dalam botol tersebut.

"Saat minum air saya respons muntah, lidah saya rasannya pahit, mulut saya jadi keras," ujar dia.

"Atas kejadian tersebut, kami melaporkan ke polisi agar diusut tuntas."

Sigit mengaku sangat terpukul atas kejadian yang menimpa istrinya.

Ia berharap pelaku dihukum seberat-beratnya.

"Kalau bisa, pelaku diganjar hukuman mati," tuturnya.

Sosok Pelaku

Menurut saudara korban, Eko Susanto (32), adiknya dan pelaku selama ini memang tak akur.

Pelaku disebutnya kerap menghina korban menggunakan kata-kata tak pantas.

"Pelaku menghina korban dengan kata 'l*nte', suaminya tak terima," tutur Eko, dikutip dari TribunSolo.com, Selasa (2/11/2021).

"Orangnya songong, kadang saya kurang paham sama dilakukan pelaku yang kadang di luar batas."

Sehari-hari pelaku bekerja sebagai sopir truk.

Eko juga menyebut rumah tangga pelaku dan istri sudah mulai retak.

Bahkan, keduanya sudah lama pisah ranjang. (TribunWow.com)

Baca artikel lain terkait

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Inilah Sosok Pembunuh Ibu Muda di Klaten Pakai Racun : Sering Hina Korban, Sehari-hari Sopir TrukDetik-detik Ibu Muda Klaten Tewas Diracun : Tak Tunggu Bermenit-menit, Langsung Sempoyongan & Ambruk, dan Pria yang Diduga Bunuh Ibu Muda di Klaten dengan Racun Ditangkap di Wonogiri, Polisi : Dia Ketakutan

Tags:
KlatenJawa TengahracunKasus PembunuhanTewas
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved