Breaking News:

Terkini Daerah

Diserang Puluhan Anggota Ormas saat Tak Pakai Seragam, Begini Aksi Polisi di Medan Lindungi Kakaknya

Polisi mengungkap kondisi Anggota Polsek Medan Timur, Aipda Eko Sugiawan menjadi sasaran pengeroyokan puluhan Ormas yang mengamuk.

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Lailatun Niqmah
YouTube Tribun Medan TV
Detik-detik penyerangan puluhan orang dari sebuah Ormas terhadap seorang anggota polisi dan kerabatnya, Senin (1/11/2021). Anggota Polsek Medan Timur, Aipda Eko Sugiawan menjadi sasaran pengeroyokan puluhan Ormas yang mengamuk. 

DK mengaku kepada Edi bahwa truk tersebut, ia pakai untuk bekerja bersama dengan salah satu ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) di Langkat.

"Dia bilang kerja sama dengan ketua Ormas sana, mau nimbun PKS. Sama kita ya terserah yang penting bayar uang rental," tuturnya.

Lalu, sore harinya datanglah orang menggunakan mobil yang disebut-sebut merupakan anggota Ormas itu.

"Bertransaksilah mereka, si DK ini ngambil deposit sama anggota Ormas ini."

"DK minta bantu, minta surat tanda terima supaya ketua Ormas itu percaya, bahwa di sinilah tempatnya, jadi kita bantulah," ujarnya.

Setelah itu, karena DK menyewa tujuh truk selama enam hari, ia pun menerima uang sewanya sebesar Rp 37,8 juta.

"Besoknya berangkatlah truknya pagi empat unit, kemudian tiga lagi nyusul siang. Ketemulah sama mereka di sana," ungkapnya.

Setelah berjalan dua hari, tiba-tiba DK menghubungi Edi mengatakan dia tidak sanggup dan meminta agar penyewaan agar dibatalkan.

"Di pulangkan semua karena nggak sanggup bayar rental, hari rabu pulang semua. Jadi ku telepon DK ini, hitungan dulu kita, tapi dia nggak datang," sebutnya.

Lalu, hari berikutnya datanglah anggota Ormas yang datang ke kantornya dan memaki-maki Edi.

"Datanglah utusan ketua Ormas itu, dibilangnya saya penipu, tukang olah. Jumpanya sama karyawan saya, kebetulan saya nggak ada," ucapnya.

Saat ia kembali, Edi bertemu dengan anggota Ormas tersebut.

Tak lama DK pun datang untuk menyelesaikan permasalahan penyewa mobil.

Kemudian, mereka pun saling berdebat hingga akhirnya DK menyarankan agar uang sewa dikembalikan oleh Edi.

"Karena kondisi kejepit, DK lah yang menyarankan upaya dipulangkan. Dibayarlah Pohan terutang Rp 8,55 juta, Anto Rp 7,225 juta, karena uang mereka kurang jadi ku talangin," katanya.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Tags:
PolisipenyeranganOrmasMedan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved