Terkini Daerah
Diserang Puluhan Anggota Ormas saat Tak Pakai Seragam, Begini Aksi Polisi di Medan Lindungi Kakaknya
Polisi mengungkap kondisi Anggota Polsek Medan Timur, Aipda Eko Sugiawan menjadi sasaran pengeroyokan puluhan Ormas yang mengamuk.
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Lailatun Niqmah
Rafles mengatakan, bahwa saat kejadian Eko tidak sedang melakukan dinas ataupun memakai baju dinas.
Sehingga, diduga para pelaku ini tidak mengetahui Eko merupakan anggota Polisi.
"Eko memberitahu Edi untuk lari, akhirnya Eko jadi korban juga, saat itu Eko tidak menggunakan seragam, jadi kemungkinan mereka tidak mengenali bahwa Eko merupakan anggota polisi," pungkasnya.
Asal Mula dan Kronologi Keributan
Penyerangan yang menyasar rumah milik seorang Polwan dan berbuntut pembacokan anggota Polsek Medan Timur itu terjadi di kawasan Kecamatan Medan Helvetia.
Kasus tersebut berawal dari polemik rental truk.
Edi Susanto yang merupakan suami Polwan Aiptu Surya Ningsih sekaligus abang dari Aipda Eko Sugiawan, menjelaskan tentang kronologis kejadiab tersebut.
Kejadian tersebut berawal dari transaksi sewa truk dengan seseorang berinisial DK, pada Rabu (13/10/2021) lalu.
Saat itu, Edi didatangin oleh DK yang mau menyewa mobil truknya sebanyak tujuh unit untuk dibawa ke daerah Kabupaten Langkat.
"Awalnya datanglah DK ini, sebelumnya memang sudah kenal. Sudah pernah merental sama kita sekali dua kali, nggak ada masalah. Makanya kita percaya sama dia," kata Edi kepada Tribun-medan.com, Minggu (31/10/2021).
Saat itu, Edi mengaku tidak memiliki unit sebanyak yang diinginkan.
Namun, Edi berusaha mencarikan truk kepada rekannya bernama Pohan dan Anto.
"Saya bilang sama dia unit saya nggak ada. Kalau bisa saya bantu satu unit. Jadi saya telpon kawan saya. Dapatlah dari Anto tiga unit dari Pohan empat unit," sebutnya.
Edi menambahkan, penyewaan truk tersebut dihitung per hari Rp 900 ribu untuk satu truk.
DK pun menyetujui itu dan menyewa tujuh unit selama enam hari.