Pembunuhan di Subang
Pekan ke-10 Kasus Subang Belum Terungkap, Warga Sekitar TKP Mengaku Gelisah hingga Geregetan
Hingga kini kasus tersebut belum terungkap baik siapa pelaku dan apa motif pembunuhan tersebut.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Kasus pembunuhan ibu dan anak, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) yang ditemukan tewas di Subang, Jawa Barat kini sudah memasuki pekan ke-10 penyelidikan.
Hingga kini kasus tersebut belum terungkap baik siapa pelaku dan apa motif pembunuhan tersebut.
Hal itu membuat warga menanggapinya dengan beragam perasaan mulai dari geregetan hingga gelisah.
Baca juga: Kades Jalancagak Ingin Pertemukan Yoris dan Yosef, Keluaga Korban Kasus Subang Masih Renggang?
Baca juga: Bincang-bincang Kades Jalancagak dan Adik Yosef terkait Kasus Subang, Yoris Juga Jadi Pembahasan
Misalnya Rizky (30), yang merupakan warga Kabupaten Subang mengaku mengikuti perkembangan kasus ini sejak awal.
"Gimana, yah, saya juga memang mengikuti kasusnya dari awal, masih gereget aja gitu, siapa sih pelakunya," ucap Rizky, Selasa (26/10/2021) dikutip dari Tribun Jabar,
Rizky mengaku memahami kerja-kerja polisi yang tidak bisa sembarangan dalam mengungkap kasus.
Dia menilai kehati-hatian pihak polisi merupakan sebuah langkah yang benar dan harus dilakukan.
"Pasti polisi juga enggak sembarangan, mereka masih bekerja," katanya.
Dia sendiri mengaku penasaran dengan motif pelaku dalam melakukan aksinya.
Pasalnya pelaku terkesan rapi dalam melakukan aksinya, dan di publik masalah keluarga korban juga terungkap.
Baca juga: Masih Merasa Kehilangan Tuti dan Amalia, Ini Kebiasaan Yoris saat Ingat Korban Kasus Subang
"Cuma saya enggak sabar aja ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi pada kasus itu," katanya.
"Semoga cepat terungkap deh kasusnya."
Namun, perhatiannya juga tertuju pada pihak keluarga korban, menurutnya kini yang paling merasa khawatir adalah pihak keluarga.
"Kasihan juga dari keluarga korban kan kalau misalkan pelakunya masih terus berkeliaran," kata Rizky.
Jika Rizky mengaku merasa geregetan, lain halnya dengan Ikah (40) yang mengaku merasa gelisah mengetahui pelaku masih bebas berkeliaran.
Pasalnya dia tinggal satu kampung dengan TKP kasus pembunuhan sadis itu.
"Pelaku belum tertangkap, ya, kami sebagai warga gelisah. Semoga pelakunya cepat ditangkap aja," katanya, Minggu (24/10/2021).
"Enggak tenangnya berkeliaran terus kan mungkin itu sih pelakunya, jadi saya sebagai warga takut," katanya.
Ikah pun tetap berharap agar pelaku perampasan nyawa tersebut segera terungkap dan dihukum secara adil.
Sebagai warga sekitar TKP, dia juga mengaku turu mendoakan korban agar tenang.
"Harapan saya semoga pelakunya cepat tertangkap, dan semoga kedua allmarhumah diterima iman Islamnya," ujar Ikah.
Sebelumnya, siswa SMAN 1 Jalancagak juga mengaku masih merasa takut dengan belum terungkapnya kasus ini.

Hal itu dikatakan oleh Risma Nurwinda (18), salah seorang siswi SMAN 1 Jalancagak, yang menyebut banyak temannya yang merasakan ketakutan di saat melewati dari TKP.
"Ya, takut pasti ada. Kan sering lewat sini (TKP) juga, apalagi kalau pulang dari sekolah setelah ekstrakurikuler agak sore, rumahnya sepi, jadi kayak enggak ada aktivitas, kayak gimana juga sih, jadi takut aja," ucap Risma, Jumat (1/10/2021).
Sekolah itu memang berada tepat di seberang TKP kasus Subang, jadi kebanyakan siswa pasti akan melewatinya ketika pulan atau berangkat ke sekolah.
Meski kini tak banyak mengikuti kasus ini, namun kasus tersebut ramai diperbincangkan di internet, sehingga dia tahu terkait kasus itu.
"Ya, tidak menyangka juga kan si Teteh (Amalia) bisa mati kayak keadaan begitu. Pokoknya sadis banget, saya enggak mengikuti banget kasus ini tahu dari berita di internet," katanya.
Sama seperti warga lainnya, Risma berharap agar kasus ini segera terselesaikan dan secepatnya pelaku ditangkap oleh pihak kepolisian.
"Mudah-mudahan cepet ditangkep pelakunya. Kasihan juga kan almarhumah kalo kata aku," ujar Risma.
Untuk diketahui, kasus ini bermula sejak jasad kedua korban yaitu Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) ditemukan di rumahnya di Desa Jalancagak, Subang, Jawa Barat pada Rabu (18/8/2021).
Sejak itu, kasus ini belum terungkap dan belum diketahui siapa yang menjadi pelaku pembunuhan tersebut.
Tim gabungan juga sudah dikerahkan mulai dari Polda Jawa Barat, Polda Metro Jaya, dan Bareskrim Polri menyatakan membantu penyelidikan kasus ini.
Kronologi penemuan jasad dimulai ketika suami Tuti, Yosef diketahui merupakan orang pertama yang datang ke TKP dan menemukan rumahnya sudah dalam keadaan berantakan dan berceceran darah.
Dia kemudian melaporkan ke polisi di Mapolsek Jalancagak karena mengira ada perampokan di rumahnya.
Selain menghubungi polisi, diketahui dia juga menghubungi anaknya Yoris, dan kakak Tuti, Ida.
Polisi kemudian menemukan jasad tersebut bertumpuk di dalam bagasi sebuah mobil yang terparkir di TKP.
Pihak kepolisian menyimpulkan bahwa kasus ini tidak bermotif pencurian dan merupakan kasus pembunuhan berencana, karena hampir tidak ada barang berharga yang hilang di TKP.
Hanya ponsel Amalia yang diketahui hilang dan hingga kini tidak diketahui keberadaannya.
Akses masuk ke rumah TKP juga tidak ada tanda-tanda kerusakan, karena itu disimpulkan bahwa ada dugaan bahwa pelakunya adalah orang dekat korban.
Hingga kini sudah 54 orang diperiksa sebagai saksi, bahkan sejumlah saksi diperiksa menggunakan alat tes kebohongan.
Selain itu pihak kepolisian juga sudah dua kali melakukan autopsi pada jasad korban. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)
Baca Artikel Terkait Pembunuhan di Subang Lainnya
Artikel ini diolah dari Tribun Jabar yang berjudul Hari Ke-70 Kasus Subang Belum Terungkap, Warga Geregetan Ingin Tahu Pelakunya, Ada Konflik Keluarga?, Kasus Subang Belum Terungkap, Warga Sekitar TKP Ketakutan: Pelakunya Pasti Masih Berkeliaran, dan Kasus Subang Belum Terungkap, Siswa SMAN 1 Jalancagak Takut Jika Lewat TKP, Ini Sebabnya