Breaking News:

Pembunuhan di Subang

Singgung Pihak yang Bawa-bawa Nama Keluarga dan Beri Keterangan terkait Kasus Subang, Ini Kata Yoris

Yoris, membuat pernyataan terkait pembunuhan ibu dan anak, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) yang tewas di Subang, Jawa Barat.

Tribun Jabar/Dwiki MV
Yoris (55) dan keluarga besar Tuti Suhartini saat memberikan pernyataan kepada wartawan di Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Senin (25/10/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Yoris, membuat pernyataan terkait pembunuhan ibu dan anak, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) yang tewas di Subang, Jawa Barat.

Dia menyebut telah menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada kuasa hukumnya. 

Konskuensinya adalah, dia tidak lagi mengizinkan adanya pihak-pihak yang memberikan keterangan atas nama keluarga korban (Tuti). 

Baca juga: Soal Jejak dan DNA yang Tertinggal, Kades Jalancagak Sebut Danu Diminta Yoris Awasi TKP Kasus Subang

Baca juga: Detik-detik Penemuan Jasad Korban Kasus Subang Diungkap Pihak Keluarga: Saya Lemas Langsung

"Jadi dari pihak kami keluarga tentunya kami sudah memberikan kuasa yang menjadi perwakilan keluarga adalah pihak pengacara kami yang dikuasakan kepada Pak Achmad Taufan," ucap Yoris (34) anak tertua Tuti kepada wartawan, Senin (25/10/2021).

Kini, segala keterangan harus melalui Pengacara Yoris, Achmad Taufan atau mendapat seizinnya. 

Dirinya menyebut, pihak keluarga korban khususnya keluarganya tidak diwakilkan oleh siapa pun selain kuasa hukumnya, meski itu adalah pihak keluarganya. 

"Dan untuk yang misalkan ada yang mengatasnamakan dari keluarga kami, mungkin itu tidak disetujui oleh pihak keluarga. Kami tetap memberikan kuasa hukum sepenuhnya kepada pengacara kami dan ini merupakan satu pintu apabila akan memberikan keterangan," katanya.

Sebelumnya, Achmad juga menyebut akan membatasi Yoris dan Danu dalam memberikan keterangan kepada siapa pun. 

Dia khawatir bila keterangan-keterangan Yoris dan Danu akan dipelesetkan dan membuat misinformasi di kalangan publik. 

Bahkan, hal-hal demikian disebut bisa membuat perpecahan di internal keluarga. 

Baca juga: Tepis Isu yang Sebut Yosef Biarkan Pintu Rumah TKP Kasus Subang Tak Terkunci, Ini Kata Keluarga

"Mengingat berita media yang sudah terlalu luas dan menurut kami ada juga yang terlalu melebar ke mana-mana sehingga memicu perpecahan dalam keluarga, ini yang kita jaga. Selama menunggu hasil yang benar-benar valid dari kepolisian," katanya dalam Youtube indra zainal chanel pada Kamis (21/10/2021).

"Khususnya Yoris dan Danu agak ke depan tidak ada lagi nih, siapa mau ketemu tanpa seizin kuasa hukum," katanya. 

Selain itu, dia juga memberikan referensi bagi siapapun yang ingin mengikuti kasus ini dan menjadikannya rujukan. 

Adapun yang direkomendasikan adalah kanal Youtube milik Kepala Desa Jalancagak yaitu indra zainal chanel dan kanal Youtube milik Heri Susanto dengan nama akun Heri Susanto.   

"Dan saya juga setuju bahwa apa yang disampaikan di-chanel Pak Indra dan Pak Heri ini mungkin bisa menjadi referensi bagi seluruh masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan day to day permasalahannya sehingga tidak bias dan tidak ke mana-mana," katanya. 

Yoris dan Danu diketahui baru menggunakan jasa pengacara per hari Senin (18/10/2021). 

Mereka ke depannya akan didampingi sekitar sembilan pengacara dari ATS Law Firm yang berkantor di Jakarta. 

Achmad menyebut bahwa perbuahan sikap Yoris dan Danu untuk menggunakan kuasa hukum satu di antaranya disebabkan oleh adanya konten-konten yang menyudutkan mereka. 

"Mereka ini awalnya tidak ingin menggunakan kuasa hukum karena mereka merasa mereka tidak bersalah. Mereka santai, mereka mengikuti proses hukum, dipanggil polisi mereka nurut, dipanggil-panggil ke mana-mana mereka nurut karena mereka tidak merasa bersalah," katanya kepada wartawan di kediaman kakak Tuti, Lilis, Rabu (20/10/2021), dikutip dari Kompas TV.

Meski mendapat banyak dukungan publik, disebutkan bahwa setelah dua bulan penyelidikan berjalan, mereka mulai merasa ada pihak-pihak yang menyudutkan. 

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved