Breaking News:

Pembunuhan di Subang

Ikut Olah TKP Kasus Subang, Kades Jalancagak Tegaskan Yosef Bukan Orang yang Temukan Jasad Korban

Dia mengaku mengawal kasus ini sejak awal karena dirinya juga merupakan keluarga korban.

YouTube Kompastv
Kepala Desa Jalancagak, Subang, Jawa Barat, Indra Zaenal Alim saat ditemui di kantornya, Senin (4/10/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Kepala Desa (Kades) Jalancagak, Subang, Jawa Barat, Indra Zainal Alim diketahui aktif mengawal kasus pembunuhan ibu dan anak, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) yang ditemukan tewas di rumahnya yang ada di Desa Jalancagak. 

Dia mengaku mengawal kasus ini sejak awal karena dirinya juga merupakan keluarga korban.

"Saya sekaligus keluarga korban, saya yang tahu persis di TKP dan di lapangan ketika ada pertama pemberitaan kejadian tentang pembunuhan (Tuti dan Amalia)," katanya dalam akun Youtube miliknya indra zainal chanel yang diunggah pada Jumat (22/10/2021). 

Baca juga: Kembali Diperiksa, Alibi Yosef Diperkuat Beberapa Saksi, Disebut Makin Tak terkait Kasus Subang

Baca juga: Keluar dari Ruang Satreskrim Polres Subang setelah 8 Jam, Ini Kata Yosef soal Kasus Subang

Dia menegaskan hal itu karena ingin menjelaskan posisinya sebelum memberi keterangan pada publik terkait kasus Subang

Dalam kesempatan itu dirinya ingin meluruskan kronologis penemuan jasad korban yang menurutnya kini, setelah dua bulan kasus Subang banyak informasi simpang siur di media terutama di Youtube. 

"Saya berharap penerangan kronologis ini akan berguna bagi sahabat-sahabat sekalian tentang menyikapi kasus ini," jelasnya. 

Meski yakin polisi tidak akan terpengaruh terkait berbagai opini publik di media, namun Indra mengaku khawatir dengan banyaknya opini publik bisa menghambat penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian.

Karena menurutnya, kini banyak konten yang melebih-lebihkan omongan satu pihak dan akan membuat opini publik semakin liar. 

"Saya akan mulai ceritakan supaya menjadi terang dan tidak akan menjadi konsumsi publik yang melahirkan opini yang liar," jelasnya. 

Dalam pernyataan itu dia meluruskan anggapan bahwa Yosef merupakan orang yang pertama kali menemukan jasad korban. 

Baca juga: 8 Jam Diperiksa Polisi, Yosef Blak-blakan soal Misteri Kasus Subang, akan Segera Terungkap?

Padahal menurutnya saat itu pihak yang pertama kali menemukan jasa korban adalah pihak kepolisian yang melakukan olah TKP. 

"Kita tidak ada yang tahu, semua yang ada di TKP, warga yang melihat, warga yang menonton, kemudian media-media yang datang itu tidak ada yang tahu bahwa di dalam bagasi (mobil Alphard milik Tuti) itu ada dua mayat," katanya. 

Lebih lanjut pertama kali ditemukannya jasad adalah adanya kaki yang terlihat oleh pihak kepolisian, dan setelah dikonfirmasi kepada Indra yang merupakan sepupu korban, dinyatakan itu adalah kaki Tuti.

Dalam ceritanya dijelaskan bahwa tim yang melakukan olah TKP awal adalah polisi dari Polsek Jalancagak dan bukan tim inafis.

Kemudian dijelaskan bahwa polisi yang melakukan olah TKP awal menunggu tim inafis datang dan melakukan olah TKP lebih dalam. 

Di sini Indra juga menjelaskan mengapa awalnya kasus ini sempat diduga perampokan atau penulikan. 

Menurutnya itu karena pihak yang melihat hanya melihat kondisi TKP tanpa mengecek secara detail. 

"Pada waktu itu juga kita belum bisa memutuskan apakah itu perampokan, disertai pembunuhan, bahwa itu adalah pembunuhan atau perampokan, jadi tetap kita semua menunggu hasil dari tim inafis," jelasnya.

"Setelah tim inafis mengidentifikasi semua dengan olah TKP di TKP tersebut barulah pihak polisi menyebut bahwa ini adalah murni pembunuhan, karena barang-barang berharga itu tetap ada dan kebetulan ada uang di sana pun tidak raib di ambil," jelasnya.

Keterangan Indra bisa disimak dalam video di bawah ini:

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved