Breaking News:

Virus Corona

Ini Alasan Thailand Pilih Sambiloto Jadi Obat Herbal Covid-19 hingga Berani Produksi Skala Besar

Bahkan hal itu sudah diungkapkan meski hasil uji klinis dari kegunaan obat tersebut untuk Covid-19 belum selesai. 

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
Strait Times/Nuttakit Wonganich
Obat herbal Thailand. Thailand berencana memproduksi obat herbal sambiloto untuk Covid-19. 

TRIBUNWOW.COM - Thailand berencana akan memproduksi obat herbal berbahan sambiloto (Andrographis paniculata) untuk terapi Covid-19 bagi pasien gejala ringan dan tanpa gejala. 

Bahkan hal itu sudah diungkapkan meski hasil uji klinis dari kegunaan obat tersebut untuk Covid-19 belum selesai. 

Dilansir dari The Conversation, diketahui Thailand memiliki alasan tersendiri mengapa negara itu secara keseluruhan percaya terhadap tanaham obat tersebut. 

Baca juga: Bisakah Pasien Covid-19 yang Telah Mendapat Vaksin Sakit Parah dan Meninggal? Ini Penjelasannya

Baca juga: Covid-19 Varian Delta Plus di Inggris, Disebut Sangat Berbeda dengan yang Ditemukan di India

Di Thailand, sambiloto memang sudah lama populer untuk mengobati berbagai jenis penyakit seperti demam, pilek, dan batuk. 

Bisa dibilang sambiloto merupakan paracetamol-nya orang Thailand

Hal itu, bukan hanya merupakan resep yang diturunkan secara turun-temurun, tetapi juga terdapat pembuktiannya secara ilmiah. 

Pada tahun 1991, para peneliti di Universitas Mahidol di Bangkok, Thailand, menyimpulkan setelah uji klinis bahwa chiretta (6g sehari) sama efektifnya dengan parasetamol (4g sehari). 

Artinya sambiloto juga bisa meredakan demam dan sakit tenggorokan pada pasien dengan radang faring dan amandel ( faringotonsilitis).

Sejak itu, beberapa ulasan telah menemukan bahwa sambiloo mungkin lebih efektif daripada plasebo dalam mengobati infeksi saluran pernapasan atas yang tidak rumit.

Efek samping yang dilaporkan cenderung ringan dan berumur pendek.

Ini kemudian menjadi tren ketika banyak orang dianjurkan menggunakan obat ringan paracetamol ketika mengalami gejala ringan Covid-19.

Kemudian, karena alasan masa darurat, Departemen Pemasyarakatan Thailand memberikan obat herbal kepada 11.800 narapidana yang mengalami Covid-19

Narapidana yang diberikan sambiloto rata-rata memiliki gejala ringan infeksi saluran pernapasan atas dan sekarang mengklaim bahwa 99 persen dari mereka pulih.

Dengan temuan yang menjanjikan, itu mendorong otoritas Thailand, terutama Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, Penelitian dan Inovasi Thailand untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

Bahkan pemerintah merekomendasikan agar pasien tanpa gejala dan gejala ringan mengonsumsi 180mg chiretta sehari yang dibagi menjadi tiga kali.

Jenis uji coba terkontrol secara acak ini adalah standar emas untuk penelitian klinis.

Selain itu, tingkat pemulihan dari Covid sangat sulit untuk dihitung dan hanya bermakna jika subjek pertama kali didiagnosis dengan tes SARS-CoV-2 yang divalidasi.

Sebagai perbandingan, tingkat pemulihan yang diumumkan oleh pejabat Thailand agak lebih tinggi daripada tingkat pemulihan Covid secara keseluruhan di India (32%-83%) atau Australia (96% pulih setelah 120 hari).

Dalam ulasan obat-obatan herbal yang mungkin bermanfaat untuk mengobati Covid-19, chiretta dianggap menjanjikan ketika mempertimbangkan risiko dan manfaat.

Kini penelitian lebih lanjut juga sedang dikerjakan setelah penelitian di laboraturium membuktikan bahwa sambiloto memiliki manfaat untuk Covid-19.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved