Breaking News:

Terkini Daerah

Janjikan Uang Jajan Berharap Anaknya Bangun, Ibu di Ciamis Histeris Putranya Tewas saat Susur Sungai

Ikah (41) bolak balik pingsan dan histeris mendapati anaknya tewas dalam tragedi susur sungai Cileuer di Ciamis.

Tribun Jabar/Andri M Dani
Proses evakuasi korban tragedi susur sungai di Ciamis, Jumat (15/10/2021). Terbaru, total 11 siswa dari MTs Harapan Baru Cijeungjing tewas dalam tragedi ini. 

TRIBUNWOW.COM - Seorang ibu histeris dan berulang kali pingsan mengetahui putranya tewas dalam tragedi kecelakaan susur Sungai Cileuer, Leuwi Ili Dusun Wetan RT 01/01 Desa Utama Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (15/10/2021).

Ikah Atikah (41) bahkan berulang kali mencoba membangunkan anaknya yang sudah tak lagi bernyawa yakni Fahrurozi Dwiki Hermawa (12).

Sang ibu terus-terusan menangis histeris di dekat jasad anaknya tersebut.

Baca juga: Fakta Tragedi Susur Sungai Tewaskan 11 Siswa di Ciamis: Kronologi Kejadian sampai Proses Evakuasi

Baca juga: Jadi Petunjuk Baru Kasus Subang, Ini Kata Pengacara Yosef terkait Hal yang Diminta Penyidik

"Dede gugah iyeu artos kangge jajan, Enggal buka mata na de, (Dede bangun ini uang buat jajan, cepat buka matanya de)," ratap Atikah yang terlihat dekat jasad korban di rumahnya, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (15/10/2021).

Dikutip TribunWow.com dari TribunJabar.id, Dwiki adalah 1 dari 11 korban tewas dalam tragedi susur sungai ini.

"Dede gugah, Enggal gugah (Dede bangun, cepat bangun)," kata Atikah yang tak berhenti bercucuran air mata.

Suasana duka turut dirasakan oleh warga yang tinggal di sekitar rumah korban.

Sejumlah warga, saudara serta pemuda yang tergabung dalam Ikatan Remaja Masjid desa setempat. Langsung melakukan pengajian untuk korban tenggelam tersebut.

"Silakan yang mau ngaji, Irmas sok masuk," ujar saudara korban dirumah duka tadi.

Kegiatan Diikuti Ratusan Orang

Menurut Dandeu Rifai, pengurus Pondok Pesantren Cijantung, pihak MTs Harapan Baru Ponpes Cijantung menggelar kegiatan kepanduan susur sungai.

“Berangkat dari sekolah tadi pukul 14.00  sebanyak 100 orang, semuanya dari kelas VII. Untuk kegiatan kepanduang susur sungai,” ujar Dandeu di lokasi kejadian Jumat (15/10/2021) malam, dikutip dari Tribun Jabar.

Kegiatan susur sungai Cileueur tersebut diawali dari Jembatan Utama Desa Utama.

Kemudian menyusuri Sungai Cileueur yang sebenarnya saat ini sedang tidak deras, dan cenderung tenang.

Rombongan kegiatan susu sungai tersebut dibagi per regu, tiap regu dipimpin oleh guru pemimpin, melakukan penyusuran sungai.

”Namun pukul 15.00 ada informasi salah satu rombongan mengelami musibah, tenggelam di ruas sungai,” katanya.

Baca juga: Sosok Pria yang Nekat Bekerja meski 5 Ruas Tulang Iganya Patah Viral, Ngaku demi Nafkahi Keluarga

Menyusul kejadian tersebut dilakukan pencarian dari berbagai potensi SAR yang datang ke lokasi kejadian termasuk oleh warga.

Disampaikan oleh Herdiat bahwa ketika tim kepanduan melakukan kegiatan susur sungai di lokasi yang biasanya memiliki arus tenang. 

Namun, pada Jumat siang diketahui arus berubah menjadi deras dan kuat.. 

"Memang kondisi airnya itu tenang, diduga 11 orang pelajar ini terbawa arus yang kuat dan menuju muara sungai," kata Herdiat di lokasi kejadian, Jumat malam, dikutip dari Kompas.com.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved