Breaking News:

Terkini Daerah

Kompolnas Curiga Preman yang Viral Pukuli Ibu Penjual Sayur Kenali Anggota Polisi

Kompolnas menduga preman pasar yang memukuli ibu penjual sayur meminta kepada polisi agar sang penjual sayur yang dijadikan tersangka.

YouTube Najwa Shihab
Ketua Harian Kompolnas, Benny Mamoto menjelaskan soal kasus pedagang sayur jadi tersangka padahal jadi korban pemukulan preman, di Mata Najwa, Rabu (13/10/2021) malam. 

TRIBUNWOW.COM - Menjadi korban penganiayaan preman pasar, Liti Wari Iman Gea, seorang ibu penjual sayur justru kini berstatus sebagai tersangka.

Sempat viral video sang preman bernama Beny memukuli Gea di di pajak Gambir, Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (5/9/2021) pagi.

Seusai kasus itu terjadi, Beny yang memukuli Gea justru melaporkan balik korban.

Liti Wari Gea (kanan), pedagang sayuran yang berada di pajak Gambir saat dianiaya oleh preman bernama Beny (kiri), Minggu (5/9/2021) lalu. Terbaru, Beny selaku pelaku penganiayaan justru melaporkan balik korban gara-gara memberontak saat dipukuli.
Liti Wari Gea (kanan), pedagang sayuran yang berada di pajak Gambir saat dianiaya oleh preman bernama Beny (kiri), Minggu (5/9/2021) lalu. Terbaru, Beny selaku pelaku penganiayaan justru melaporkan balik korban gara-gara memberontak saat dipukuli. (HO/Tribun-Medan.com)

Baca juga: Cerita Pedagang Cabai yang Jadi Tersangka seusai Dianiaya Preman, Sempat Ditawari Uang Damai Segini

Baca juga: Fakta Baru Kasus Pedagang Jadi Tersangka seusai Dianiaya Preman, Kapolsek Kena Imbas hingga Dicopot

Ketua Harian Kompolnas, Benny Mamoto mencurigai bahwa sang preman saling kenal dengan anggota polisi.

Awalnya ia menjelaskan jika dua orang yang saling lapor diurus di kantor polisi yang sama maka akan rawan terjadi konflik kepentingan.

"Saya melihat penanganan kasus ini potensial terjadi konflik kepentingan," kata Benny dalam acara Mata Najwa, Rabu (13/10/2021) malam.

Kemudian Benny menyoroti pengakuan Gea.

Gea sebelumnya bercerita, ketika menunjukkan bukti video penganiayaan yang dilakukan oleh sang preman, si polisi refleks menyebut nama pelaku.

Padahal saat itu Gea sama sekali tidak kenal dengan pelaku.

Benny curiga sejauh mana polisi dan Benny saling kenal.

"Itu berarti kenal, sejauh mana perkenalannya," kata Benny.

"Apakah (sang preman) kemudian merekomendasi untuk ibu dijadikan tersangka," ujar Benny.

Kemudian Benny menyoroti apakah penetapan Gea sebagai tersangka telah sesuai dengan prosedur hingga kelengkapan alat bukti.

"Kalau ini ternyata bermasalah, nanti tentunya statusnya menjadi berubah," tegas Benny.

Simak videonya mulai menit ke-4.21:

Sempat Ditawari Uang Damai

Penggalan video baku hantam antara Gea dan preman sempat viral di berbagai media sosial.

Diundang di acara Mata Najwa, Gea menceritakan bahwa insiden kekerasan yang dialaminya itu terjadi pada 5 September lalu.

Saat itu, dirinya baru pulang bersama sang suami dari belanja untuk keperluan jualan di Pasar Gambir, Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Karena sempat melawan, Gea ditendangi dan dipukuli oleh sejumlah preman yang memintanya uang.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved