Breaking News:

Terkini Daerah

Awalnya Diajak Pacaran, 2 Gadis di Kalibata City Berakhir Dipaksa Puluhan Kali Layani Pria Mesum

Pura-pura diajak pacaran, dua gadis di Jakarta Selatan ternyata sudah diincar oleh muncikari untuk dijual sebagai wanita penghibur.

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Polres Metro Jakarta Selatan menggelar jumpa pers pengungkapan kasus prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (13/10/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Nasib miris menimpa dua gadis berinisial ZR (16) dan RCL (16).

Keduanya ditipu oleh muncikari sehingga terlibat dalam jaringan prostitusi online yang beroperasi di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan.

Hilang dari rumahnya sejak akhir September, kedua korban ternyata dipaksa untuk melayani pria hidung belang hingga bulan Oktober 2021.

Baca juga: Jadi Korban Pelecehan Pemotor, Wanita di Cipayung Akui Sudah Pakai Hijab: Enggak Mengundang

Baca juga: Usut Visum Dugaan Ayah Cabuli 3 Anaknya di Lutim, Mabes Polri Sebut Ada Luka di 2 Bagian Sensitif

Dikutip TribunWow.com dari TribunJakarta.com, dalam kurun waktu sekira dua bulan, ZR dan RCL telah melayani puluhan pria hidung belang.

Kedua korban dipatok harga mulai Rp 250 ribu hingga Rp 750 ribu.

Total ada lima muncikari yang terlibat dalam bisnis prostitusi online ini.

Setiap pelaku meraup keuntungan mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu.

"Jika Rp 250 ribu, masing-masing (pelaku) dapat Rp 50 ribu. Jika Rp 750 ribu, mereka dapat lebih, bisa Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. Sisanya untuk anak-anak tersebut, kemudian ada potongan menyewa kamar. Menyewa kamar satu hari Rp 300 ribu," tutur Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah saat merilis kasus ini, Rabu (13/10/2021).

Kelima muncikari yang terlibat dalam kasus ini telah ditetapkan sebagai pelaku, mereka adalah AL (19), FH (18), AM (36), CD (25), dan DA (19).

Pelaku Ajak Korban Pacaran

Sebelum terlibat dalam prostitusi online, korban awalnya didekati oleh pelaku.

Pelaku kemudian berpura-pura mengajak korban pacaran.

Selama menjalin hubungan asmara, pelaku membujuk korban sehingga kedua korban terlibat dalam bisnis prostitusi online ini.

Muncikari yang memacari korban diketahui juga sempat mencabuli korban.

"Diiming-imingi dengan uang, sehingga anak-anak yang masih di bawah umur tersebut rentan terpengaruh dan akhirnya mau dijajakkan secara online," ucap Kombes Azis.

Baca juga: Akui Fotonya Viral Pegangi Bagian Sensitif Siswi SMA, Guru di Minsel Bantah Cabuli Korban: Tidak Ada

AM diketahui berperan menyediakan kamar sebagai tempat prostitusi.

Sementara itu, tersangka CD bertugas mengantar dan menjemput korban ke lokasi yang telah disepakati dengan pelanggan.

Kemudian tiga tersangka lainnya bertugas menjajakan korban.

Para pelaku diketahui menjajakan korban lewat media sosial (medsos).

Kasus ini terbongkar ketika salah satu orangtua korban melaporkan anaknya yang menghilang.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved