Breaking News:

Pembunuhan di Subang

Cari Petunjuk Baru Kasus Subang, Polisi Periksa 54 Saksi hingga Coba Bongkar Rekening Korban

Hingga kini tercatat ada 54 saksi yang telah diperiksa, bertambah 28 orang dari yang sebelumnya diketahui hanya 26 saksi.

YouTube Kompas TV
Kapolres Subang, AKBP Sumarni memberikan keterangan terbaru terkait kasus pembunuhan ibu dan anak yang ditemukan tewas di bagasi mobil, Jumat (27/8/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Pihak kepolisian menyebut masih berusaha untuk mengungkap dalang pembunuhan sadis ibu dan anak, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) yang terjadi di Subang, Jawa Barat.

Hingga kini tercatat ada 54 saksi yang telah diperiksa, bertambah 28 orang dari yang sebelumnya diketahui hanya 26 saksi.

"Sejauh ini upaya menemukan titik terang kasusnya, ada 54 saksi yang kita periksa," Kata Kapolres Subang AKBP Sumarni saat dihubungi, Selasa (12/10/2021), dikutip dari Tribun Jabar.

Baca juga: Merasa Disudutkan di Kasus Subang, Begini Cara Mimin dan Yosef Hadapi Opini Publik dan Asumsi Liar

Baca juga: Nasib Rumah Tangga Mimin dan Yosef, Putus Komunikasi hingga Tak Dinafkahi sejak Pembunuhan di Subang

Sayangnya Sumarni tidak menjelaskan lebih detail terkait temuan baru dan progres terkait kasus ini. 

Dia hanya menyampaikan hal yang sama seperti sebelumnya. 

"Saat ini kita masih mengumpulkan data, informasi, keterangan dan mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap kasus ini," katanya. 

Untuk diketahui, kasus ini bermula sejak jasad kedua korban ditemukan di rumahnya di Desa Jalancagak, Subang, Jawa Barat pada Rabu (18/8/2021). 

Yosef merupakan orang pertama yang datang ke TKP dan menemukan rumahnya sudah dalam keadaan berantakan dan berceceran darah. 

Dia kemudian melaporkan ke polisi di Mapolsek Jalancagak karena mengira ada perampokan di rumahnya. 

Polisi kemudian menemukan jasad tersebut bertumpuk di dalam bagasi sebuah mobil yang terparkir di TKP.

Baca juga: Nasib Rumah Tangga Mimin dan Yosef, Putus Komunikasi hingga Tak Dinafkahi sejak Pembunuhan di Subang

Pihak kepolisian menyimpulkan bahwa kasus ini merupakan kasus pembunuhan berencana, karena hampir tidak ada barang berharga yang hilang di TKP. 

Hanya ponsel Amalia yang diketahui hilang dan hingga kini tidak diketahui keberadaannya. 

Ada dugaan jika pelaku orang dekat korban berdasarkan kesimpulan dari tidak ada barang berharga yang hilang di TKP dan pintu rumah korban juga tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan.

Coba Buka Rekening Tuti dan Amalia

Kemudian, pihak Yosef diketahui tengah mengurus pembukaan rekening milik Tuti dan Amalia. 

Hal ini disebut merupakan bagian dari penyelidikan dan bukan untuk kepentingan pribadi Yosef

"Kita diminta untuk menguruskan rekening yah, rekeningnya Bu Tuti serta Amalia tapi saat ini beberapa persyaratan yang masih harus kita penuhi, dan kami mengetahui informasi persyaratan-persyaratan," ucap Rohman Hidayat selaku kuasa hukum Yosef di Subang, Selasa (12/10/2021).

Sebelumnya, kabar ini sempat menjadi pertanyaan di mana tiba-tiba Yosef meminta surat keteranan ahli waris dari Kepala Desa setempat. 

Namun, ini merupakan permintaan penyidik dan sudah disetujui baik oleh Yosef dan anak pertamanya, Yoris.

"Ini untuk kepentingan penyidikan bukan kepentingan kami, kan kalo bank setelah orangnya meninggal lebih baik kan ditutup rekeningnya," katanya.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved