Breaking News:

Virus Corona

Punya Potensi, Peneliti di Inggris Uji Vitamin A untuk Obati Kehilangan Penciuman Akibat Covid-19

Secara keseluruhan, penelitian ini dilakukan selama 12 minggu dengan beberapa pasien yang mengalami kehilangan indra penciuman. 

Yale Medicine
Ilustrasi anosmia. Sejumlah pasien Covid-19 yang mengalami anosmia disebut bisa lebih cepat pulih dengan tetes hidung vitamin A. 

TRIBUNWOW.COM - Para peneliti di University of East Anglia (UEA), Inggris, tengah melakukan percobaan terhadap obat tetes hidung yang mengandung vitamin A untuk pasien Covid-19 yang mengalami kehilangan indra penciuman atau anosmia

Secara keseluruhan, penelitian ini dilakukan selama 12 minggu dengan beberapa pasien yang mengalami kehilangan indra penciuman. 

Dilansir dari Forbes, sukarelawan akan diberikan tetes hidung mengandung vitamin A dan diminta untuk mengendus bau yang menyengat seperti telur busuk dan mawar.

Baca juga: Gumpalan Darah Mikro Juga Dianggap Sebabkan Long Covid dan Mungkin Terjadi saat Isolasi Mandiri

Baca juga: Perhatikan! Ini Daftar yang Perlu dan Jangan Dilakukan setelah Mendapat Vaksin Covid-19

Dan pemindaian otak akan memeriksa apakah vitamin tersebut telah memperbaiki jalur penciuman yang terluka atau saraf penciuman.

Penelitian ini dilakukan untuk mengonfirmasi temuan sebelumnya yang menyebut bahwa vitamin A potensial untuk mengobati anosmia.

Penelitian itu dilakukan oleh peneliti dari Jerman dan telah menunjukkan manfaat potensial vitamin A dalam mengobati kehilangan indra penciuman,

Sedangkan penelitian yang dilakukan UEA  dirancang untuk mengeksplorasi bagaimana pengobatan ini bekerja untuk membantu memperbaiki jaringan di hidung yang rusak oleh virus.

Profesor Medis UEA Carl Philpott mengatakan sekitar 1 dari 10 pasien Covid-19 yang kehilangan indra penciumannya belum sepenuhnya pulih empat minggu setelah infeksi dan mengatakan masalah utama bagi pasien dan dokter adalah “kurangnya pengobatan yang terbukti efektif.

Philpott mengatakan penelitian di Jerman menemukan bahwa orang yang diobati dengan vitamin A meningkat dua kali lipat daripada mereka yang tidak menerima pengobatan.

Kehilangan indra penciuman diketahui merupakan masalah yang signifikan sebelum pandemi.

Baca juga: Menkes Buka Suara terkait Obat Pil Antivirus Molnupiravir untuk Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri

Philpott mengatakan itu mempengaruhi sekitar 5 persen orang.

Namun di masa pandemi Covid-19 telah memicu lonjakan besar dalam permintaan untuk perawatan bagi mereka yang mengalaminya.

"Ini masalah besar," kata Philpott,

"Ini juga berkontribusi terhadap masalah termasuk depresi, kecemasan, perubahan nafsu makan dan isolasi. Ini juga menempatkan pasien pada risiko bahaya yang ditunjukkan oleh bau, termasuk gas dan makanan basi." Philpott menambahkan,

Menurut data sebagian besar pasien akan sembuh setelah beberapa minggu semenjak mereka terinfeksi Covid-19.

Namun, masalah sensorik dapat bertahan selama, berbulan-bulan dan mungkin bertahun-tahun pada beberapa pasien.

Anosmia telah dimasukkan dalam bagian dari sindrom pasca-virus yang dikenal sebagai long Covid.

Meskipun kehilangan penciuman mungkin tampak relatif kecil dibandingkan dengan beberapa gejala Covid-19 yang lebih serius dan mungkin mengancam jiwa.

Hal itu memiliki efek mendalam pada kehidupan orang yang mengalaminya, mata pencaharian mereka dan terkait erat dengan indera lain, terutama rasa.

Ada perawatan terbatas untuk kondisi ini, dan kebanyakan memilik melakukan perawatan di rumah karena dianggap tidak berbahaya.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved