Breaking News:

Pilpres 2024

Anies Dituding Minta Dana ke Bloomberg Buat Pilpres 2024, Surat Tersebar hingga Pembelaan Wagub DKI

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ramai dituding meminta dana ke Bloomberg untuk Pilpres 2024.

Editor: Mohamad Yoenus
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbincang dengan Manager Online Wartakotalive.com Suprapto, saat wawancara eklusif di Kantor Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2021). Terbaru, Anies dituding meminta dana buat nyapres ke Bloomberg, Selasa (5/10/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ramai dituding meminta dana ke Bloomberg untuk Pilpres 2024.

Tudingan ini mencuat setelah surat berkop Anies Baswedan untuk Bloomberg tersebar di media sosial.

Surat tersebut sejatinya dikirim Anies sejak 2019 lalu, namun si penuding, yakni akun Twitter resmi @rokok_indonesia mengaitkan dengan kebijakan Anies dan kampanye 2024.

Unggahan @rokok_indonesia menudiang Anies minta dana ke Bloomberg buat nyapres
Unggahan @rokok_indonesia menudiang Anies minta dana ke Bloomberg buat nyapres, Jumat (1/10/2021). (Twitter/@rokok_indonesia)

Baca juga: Selain Catut Anies Baswedan, Olivia Nathania Ngaku Kerabat Tjahjo Kumolo dalam Kasus CPNS Bodong

Pembalaan dan Klarifikasi Wagub DKI

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pun mengklarifikasi soal tudingan terhadap Anies Baswedan itu.

Menurut Ariza, tudingan Anies meminta dana tidak benar.

Ariza menyebut, surat yang dikirim Anies kepada Bloomberg adalah bentuk kolaborasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan pihak lain demi mewujudkan budaya hidup sehat.

"Tidak ada permintaan dana, ini justru komitmen kita sebagai kota kolaborasi yang ingin memastikan Jakarta bergabung dengan kota-kota dunia lainnya menjadi kota yang sehat," kata Ariza saat ditemui di Balai Kota, Senin (4/10/2021), dikutip dari Tribun Jakarta.

Politikus Gerindra ini juga membantah larangan memajang rokok di etalase minimarket sebagai bentuk upaya Anies agar Bloomberg mau mengucurkan dananya.

Ariza menyebut, kebijakan itu dibuat sebagai bentuk komitmen Pemprov DKI terhadap kesehatan seluruh warganya.

"Kita tahu rokok dapat mengakibatkan menurunnya kesehatan, sekali lagi, merokok itu tidak sehat," jelas Ariza.

"Kami minta warga Jakarta untuk dapat hidup sehat, hindari konsumsi yang dapat mengakibatkan kesehatan menurun," sambungnya.

Ia pun menegaskan, pihaknya tak pernah melarang pedagang menjual rokok kepada masyarakat dewasa.

Ariza menyebut, kebijakan yang dibuat Anies sebatas hanya melarang minimarket memajang rokok dan memasang iklan rokok di muka umum.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved