Terkini Daerah
Pantang Pakai Baju, Pimpinan Ponpes di Sukabumi Larang Santrinya Ikutan: Saya Begini Bukan Keinginan
Diberitakan sebagai orang yang ngaku-ngaku menjadi wali tuhan, Cecep menegaskan dirinya hanya sedang melakukan tugasnya.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Cecep, seorang pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Surade, Sukabumi, Jawa Barat, diberitakan mengaku-ngaku sebagai wali tuhan yang dilantik oleh Nyi Roro Kidul dan Nabi Khidir.
Menanggapi kabar itu, Cecep menegaskan bahwa dirinya difitnah oleh pihak yang tak bertanggung jawab.
Namun terkait aksinya tidak memakai baju, Cecep mengiyakan bahwa dirinya memang sengaja melakukan itu.
Baca juga: Viral Pimpinan Ponpes di Sukabumi Sengaja Tak Pakai Baju: Saya Diperintah Guru Saya
Baca juga: H+1 Bongkar Makam Tuti dan Amalia, Puluhan Polisi Bareskrim Polri dan Polda Jabar Datangi TKP
Pernyataan itu disampaikan Cecep dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi, tvOne, Minggu (3/10/2021).
Cecep mengaku dirinya diperintah oleh gurunya yang berasal dari Malang, Jawa Timur yang bernama KH. Muhammad Dahlan.
Menurut keterangan Cecep, gurunya itu juga merupakan pendiri dan pemimpin ponpes di Malang.
Cecep bercerita, tujuan tak memakai baju tersebut agar mengerti manis dan pahitnya hidup, adanya pujian dan ejekan.
"Sampai di mana kamu kuat melawan hal itu, dan lain-lain," kata Cecep.
"Ternyata pas saya coba, oh ternyata benar, banyak yang ngoceh-ngoceh," aku Cecep.
Meskipun dirinya tak memakai baju, Cecep menegaskan dirinya selalu memberikan penjelasan kepada murid-muridnya agar tidak menirunya.
"Saya ngomong dari awal ke anak-anak pondok, ke jemaah, saya cuman pergi ikut perintah," kata Cecep.
"Kalian harus menggunakan pakaian selayaknya," ucap Cecep mengungkapkan perintahnya kepada santrinya.
Cecep menyatakan akan marah jika mendapati ada santrinya yang mengikutinya.
"Saya begini bukan karena keinginan saya, karena saya disuruh," terang Cecep.
Saya Diperintah Guru Saya
Encep bercerita, kabar bohong menyatakan dirinya wali tuhan muncul seusai dirinya mengadakan sebuah acara yang berlangsung selama 24 malam.
Satu minggu setelah acara itu rampung, mulai beredar berita hoaks tentang dirinya.
"Saya juga kaget, kok ada berita seperti ini," kata Encep.
Encep mengaku mendapat kabar itu dari teman jauhnya.
Kesehariannya sebagai pimpinan ponpes, Encep mengaku biasa mengajar dan mengurus bangunan ponpes, hingga kadang diundang keluar.
Encep sendiri memiliki sekira 150 murid.
Awal Cerita Diminta Tak Pakai Baju
Encep mengaku sudah tiga bulan tidak memakai baju.
Dirinya bercerita, aksi ini merupakan perintah dari gurunya.
"Alasannya saya diperintah oleh guru saya dari Jawa Timur," kata Encep.
Encep lalu menceritakan percakapannya dengan sang guru ketika dihubungi lewat telepon.
"Qin (Muttaqin alias Encep) kamu jangan pakai baju dulu," kata Encep menirukan percakapannya dengan sang guru.
"Sampai kapan?"
"Jangan tanya sampai kapan."
"Nanti kalau sudah selesai dikasih tahu," papar Encep.
Baca juga: Najwa Ledek Fadjroel Ragukan Mahasiswa, Politisi Nasdem: Mahasiswa Enggak Semua Bisa Dipercaya
Encep yang merupakan santri memiliki prinsip untuk mematuhi guru.
"Saya cuma nurut saja selama itu tidak berbenturan dengan syariat Islam," kata Encep.
Selain diminta tidak pakai baju, Encep juga diperintah untuk mengonsumsi kunir.
Terkait tujuan, Encep mengaku sungkan ketika ingin bertanya kepada gurunya.
Sebelumnya, Encep mengaku sempat diminta tinggal di pinggir pantai selama satu tahun hingga dikira warga dirinya adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Kemudian dirinya juga pernah diledek oleh masyarakat dengan julukan habib tak jadi gara-gara pakai busana Arab.
"Setelah itu saya menggunakan kayak Arab," kata Encep.
Meskipun menerima ledekan itu, Encep mengaku tak terganggu dan tetap akan melakukan perintah sang guru.
Simak videonya mulai menit awal:
(TribunWow.com/Anung)